spot_img
spot_img

Danyang Wingit Jumat Kliwon 2025 Rilis Poster dan Trailer, Hidupkan Kembali Mistisisme Jawa.

Danyang Wingit Jumat Kliwon film horror besutan Khanza Film Entertainment berlatar belakang Dunia pedalangan Jawa yang penuh filosofi dan mistisisme kini menjelma jadi panggung horor yang akan mewarnai bioskop tanah air.

Danyang Wingit Jumat Kliwon disutradarai sekaligus diproduseri oleh Agus Riyanto dengan naskah karya Dirmawan Hatta, film ini hadir dengan mengedepankan horor okultisme yang berakar pada tradisi lokal, bukan semata deretan jump scare.

Film Danyang Wingit Jumat Kliwon ini mengusung pendekatan horor okultisme yang berakar kuat pada budaya Jawa, khususnya dunia pedalangan dan ritual tradisi wayang.

Danyang Wingit Jumat Kliwon
Foto: Eny

Sutradara Agus Riyanto mengungkapkan bahwa judul film Danyang Wingit Jumat Kliwon lahir dari proses kreatif yang berangkat dari kepercayaan masyarakat terhadap weton dan energi mistis malam Jumat Kliwon.

“Menurut saya, judul ini pas karena menggambarkan nuansa dan kekuatan spiritual yang kami angkat. Dari ide sederhana itu akhirnya berkembang jadi cerita yang penuh makna dan tensi spiritual,” jelas Agus saat peluncuran Poster dan Trailer di Plaza Senayan XXI Jakarta, Selasa (21/10/2025).

“Film ini bukan hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga refleksi tentang ambisi manusia dan konsekuensi dari keserakahan. Danyang Wingit Jumat Kliwon menggabungkan ritual, pusaka, dan mitos danyang dengan drama psikologis. Penonton akan diajak menyelami batas antara keyakinan dan ketakutan,” katanya.

Danyang Wingit Jumat Kliwon

Celine Evangelista yang terlibat dalam film Danyang Wingit Jumat Kliwon ini sebagai pemeran utama dan juga selaku eksekutif produser mengungkapkan alasannya terlibat dalam proyek ini yang proses Syutingnya dilakukan sebelum ia berhijrah.

“Salah satu yang membuat aku tertarik karena film ini mengangkat adat dan budaya Jawa, terutama dunia wayang dan spiritualitasnya. Wayang itu kan bagian penting dari sejarah dan budaya yang kini mulai jarang diminati. Lewat film Danyang Wingit Jumat Kliwon ini, kita ingin memperkenalkan budaya itu lagi, bukan untuk menakuti, tapi untuk belajar menghormati tradisi dan pesan moral di baliknya,” ujar Celine.

“Film ini udah dari sebelum aku memutuskan untuk berhijrah ya. Kita namanya hidayah, ya wallahualam, enggak ada yang tahu, memang setiap manusia diberikan hidayah, cuman kan ketergerakan seseorang itu kan berbeda-beda perjalanan spiritualnya. Dan sempat kita berdiskusi juga. Dan Alhamdulillah sudah pastinya apapun yang dilakukan (penayangan film) akan ditanyakan dulu ke para ahli agama yang bagaimana ini bahwa memang kita harus memikirkan bahwa di sini bukan hanya satu kepala tapi banyak kepala di sini yang harus dipikirkan. Dan ini bagian dari tanggung jawab dari sebelum ada ilmunya. Dan sekarang ke depan insya Allah didoain aja ya, nanti apapun yang udah ada di belakang, tolong di-support dan mohon doanya gitu.” ujar Celine.

Danyang Wingit Jumat Kliwon
Foto: Eny

Sementara itu Nathalie Holscher yang juga terlibat dalam film ini mengaku film ini menjadi debut akting , yang berperan sebagai Putri Kusuma Ratih, tokoh kerajaan yang memiliki kaitan erat dengan dunia spiritual Ki Mangun.

“Ini film pertama aku, langsung horor dan perannya nggak mudah. Aku harus belajar nyinden dan mantra Jawa, padahal aku bukan orang Jawa. Syutingnya sering sampai subuh, tapi seru banget,” ungkap Nathalie.

Tidak hanya menyajikan horor, film ini juga membawa pesan sosial tentang ambisi manusia dan bahaya kekuatan gaib yang disalahgunakan.

Danyang Wingit Jumat Kliwon
Foto: Eny

Kisahnya berpusat pada Ki Mangun Suroto (Whani Darmawan), maestro dalang karismatik yang menempuh ilmu-ilmu kuno demi memperkaya diri dan menembus kematian. Tahun 2021, Citra (Celine Evangelista) keponakan Mbok Ning (Djenar Maesa Ayu), asisten setia Ki Mangun direkrut sebagai sinden baru di padepokan.

Di balik panggilan seni itu, Citra diam-diam ditetapkan sebagai tumbal terakhir untuk ritual keabadian. Demi upah yang ia harapkan untuk membantu pengobatan adiknya, Dewi (Aisyah Kanza), Citra bertahan meski teror gaib makin menyesakkan. Kecurigaan Bara (Fajar Nugra), salah satu penjaga padepokan, kian menguat.

Alih-alih berpangku tangan, ia memilih menentang majikannya dan berupaya menyelamatkan Citra sebuah keputusan berisiko yang memacu mereka berpacu melawan waktu menuju puncak ritual Gerhana Bulan Merah yang bertepatan dengan malam keramat Jumat Kliwon.

Film yang dibintangi oleh Celine Evangelista, Nathalie Holscher, Fajar Nugra,Norma Cinta, Dimas Tedjo, Putri Maya Rumanti, Angga Wijaya, Keona Cinta, dan Bilqis Hafsa akan tayang serentak di bioskop mulai tanggal 20 November 2025 mendatang. (EH).

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses