Beranda DAERAH Debat Panas, Sejumlah Timses Bobby Nasution Jadi Calon Direksi BUMD

Debat Panas, Sejumlah Timses Bobby Nasution Jadi Calon Direksi BUMD

Bobby Nasution
Sejumlah tim sukses (timses) Wali Kota Medan Bobby Nasution bakal menduduki posisi sebagai  direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan kini telah menyulut terjadinya debat panas di DPRD Kota Medan.

Timses Bobby Nasution saat Pilkada Medan 2020 ini kini dikabarkan tengah diusulkan untuk menjadi direksi disejumlah BUMD. Anggota DPRD Kota Medan menyoroti hal tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kota Medan Rudiawan Sitorus awalnya menyebut BUMD itu harus bisa memberi manfaat untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. Untuk mencapai itu, dia menilai harus ada direksi yang dipilih berkompeten.

“Ya yang pertama BUMD Kota Medan ini diharapkan bisa memberikan kontribusi PAD di Pemko Medan. Artinya kalau itu yang menjadi harapan maka kompetensi itu harus lebih dahulu daripada negosiasi. Mengapa? Karena bagaimana mungkin orang yang tidak punya kompetensi untuk mengelola BUMD kemudian ditempatkan menjadi direksi, menjadi pimpinan yang nantinya justru akan membuat BUMD itu juga tidak memiliki daya guna?” ujar Rudiawan, Jumat (25/6/2021).

“Jadi sayang sekali ketika BUMD yang sudah diberikan APBD, diberikan suntikan dana untuk diharapkan lebih besar memberikan PAD di Pemko Medan ini malah justru itu menjadi tempat untuk penempatan-penempatan timses saja, misalnya. Silakan itu timses yang ditempatkan tapi harus punya kompetensi bukan hanya sekedar timses, tapi dia memang memiliki kompetensi untuk memimpin BUMD itu,” kata Rudiawan.

Rudiawan juga menyebut, jika pun timses, kompetensinya harus jelas. Dia minta agar penilaiannya dilakukan oleh pihak independen.

“Harus jelas dan harus melalui penilaian dari pihak pihak yang independen. Kita sudah capek juga misalnya BUMD ini asal kita RDP asyik rugi aja laporannya,” kata Rudiawan.

BACA JUGA  KKP dan Kejaksaan Tenggelamkan 10 Kapal Illegal Fishing di Laut Natuna Utara

Rudiawan menilai selama ini belum terlihat ada peningkatan BUMD di Kota Medan. Dia merekomendasikan BUMD tersebut disetop saja.

“Nggak ada peningkatan. Jadi untuk apa. Kalau memang BUMD itu tidak ada peningkatan bagusnya disetop aja, nggak usah ada BUMD, kita setop aja, kita gunakan dana itu untuk hal-hal yang lain misalnya, kalau memang tidak ada manfaatnya,” kata Rudiawan.

Rudiawan mengatakant, jika nantinya sudah ada direksi baru, dia berharap BUMD bisa memberikan kontribusi terhadap PAD Kota Medan. Dia berharap BUMD itu dikelola dengan profesional oleh orang-orang yang tepat.

“Harapan kita, saya di Komisi III ya, yang selalu mengevaluasi BUMD-BUMD yang ada di Kota Medan ini. Harapan kita ke depan BUMD yang ada ini bisa memberikan kontribusi kepada PAD Kota Medan sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Medan. Saya yakin ya kalau BUMD itu dikelola dengan profesional dengan orang-orang yang betul-betul tepat ditempatkan di situ, saya yakin BUMD ini bisa memberikan kontribusi besar bagi PAD Kota Medan,” jelas Rudiawan.

Sementara, Bobby Nasution menanggapi soal timsesnya ada yang mencalonkan diri sebagai direksi BUMD Kota Medan. Bobby meminta agar hal itu tidak dipersoalkan lantaran tidak diatur dalam persyaratannya.

“Masalahnya persyaratannya nggak ada ditanya, kemarin dukung siapa, kemarin nyoblos siapa, nggak ada ditanya,” ujar Bobby Nasution, Jumat (25/6/2021).

Bobby Nasution menjelaskan agar tidak ada yang perlu dipersoalkan soal proses seleksi tersebut. Menurutnya, siapa saja boleh ikut mencalonkan diri, tetapi yang terpenting mereka memenuhi syarat.

“Siapa aja. Makanya coba sebutin berapa nama yang dari timses, itu aja. Yang hari ini ada berapa nama yang lolos. Yang dari timses ada berapa. Maksudnya begini, misalnya ada 90-an orang. Misalnya 5 yang ada dari timses atau dulu mendukung, masa itu yang 5 dipersoalkan, 85 lagi ke mana kan nggak mungkin 85 itu, bapak tanya satu-satu, ini dukung siapa kemarin, ayo dukung siapa,” ungkap Bobby Nasution.

BACA JUGA  Gugatan Sengketa Pilkada Gugur, Bobby Nasution Segera Jadi Wali Kota Medan

Bobby juga mengatakan pihaknya memberikan kesempatan kepada siapa pun. Terpenting, persyaratan yang telah diajukan mampu diikuti setiap calon yang mendaftar.

“Maksudnya yang pasti semua di sini kita buka kesempatannya, dasar-dasar pemilihannya itu jelas, kita selalu bilang itu jelas, bahkan berkas-berkas apa saja yang perlu dipenuhi seperti minimal pengalaman itu 5 tahun, jangan pula kurang 5 tahun terus digagalkan kecewa, dan mendapatkan pengalaman kerja ini bukan tiba-tiba, oh saya pernah kerja 5 tahun, hanya pernyataan diri sendiri kan harus ada bukti buktinya, berkas-berkas itulah yang kita kumpulkan, kita lihat kita seleksi benar nggak, itu aja,” kata Bobby Nasution.

Bobby juga menepis soal adanya calon yang tidak memenuhi syarat lolos seleksi administrasi. Bobby mengaku semuanya telah sesuai dengan syarat yang berlaku.

“Ya semuanya juga untuk mendapatkan satu tanggung jawab harus ada seleksi yang dilakukan. Sama semua juga kek gitu, saya juga dulu mau jadi Wali Kota ada syarat dan prasyaratnya kan. Nah ini kalau syarat dasarnya, balik lagi tadi kalau syarat dasarnya saja tak terpenuhi bagaimana pula mau kita loloskan,” ujar Bobby Nasution.

“Lagian ini, nanti akan melakukan tes memang agak mundur tes nya, karena memang kegiatan antara Pemko Medan dan USU kemarin lagi kita singkronkan jadwalnya, mudah-mudahan tanggal 10, rencana dari USU sudah kita tek-tok terus. USU nanti yang akan melakukan seleksi. Tim yang dari USU, nah ini nanti, tapi sejauh ini yang hari ini daftar namanya ada, itu semuanya yang lulus seleksi berkas,” pungkas Bobby.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaSelebgram Camy Lita Selalu Posting Foto Panas di Instagramnya
Artikel berikutnyaRokok Penyebab Kematian Terbesar Kedua di Indonesia