Beranda ENTERTAINMENT Debut Deva Mahenra di Pentas Panggung Lewat “Kacamata Sjafruddin”

Debut Deva Mahenra di Pentas Panggung Lewat “Kacamata Sjafruddin”

Deva Mahenra
Foto : Istimewwa
Aktor Deva Mahenra kini melebarkan sayapnya ke dunia teater. Baru-baru ini, ia tampil dalam pementasan “Kacamata Sjafruddin” Seri Monolog Di Tepi Sejarah Musim ke-2 yang diproduksi oleh Titimangsa ke-54.

Deva Mahenra berperan sebagai Sjafruddin Prawiranegara, Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang demi siasat politik diplomasi, dilupakan dan dihela ke tepi sejarah.

“Saat main film, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki adegan demi adegan agar lebih baik. Sementara di panggung teater, persiapan adalah kesiapan. Kalau pentas sudah dimulai, tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki. Jadi bagi saya, disiplin, fokus dan ketenangan adalah rangkaian proses yang betul-betul saya nikmati,” jelas Deva Mahenra saat sesi latihan.

Deva Mahenra
Foto : Istimewa

“Sebuah kehormatan dapat menjadi bagian dalam produksi ‘Seri Monolog Di Tepi Sejarah’ sebagai Sjafruddin Prawiranegara. Ini adalah kali pertama untuk saya bermain dalam sebuah pementasan teater dan saya sangat menikmati setiap prosesnya. Semoga hasil kerja keras dan keseriusan yang saya perlihatkan di panggung dapat memuaskan dan menghibur Anda semua,” sambungn Deva Mahenra

“Kacamata Sjafruddin” dipersembahkan oleh Titimangsa dan KawanKawan Media bekerjasama dengan Direktorat Perfilman, Musik dan Media Kemendikbudristek ini menghadirkan Ahda Imran sebagai penulis naskah, Yudi Ahmad Tajudin sebagai sutradara, dan Happy Salma, Yulia Evina Bhara, dan Pradetya Novitri sebagai Produser.

Deva Mahenra
Foto : Istimewa

Pementasan ini digelar dengan penonton terbatas di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis-Jumat, 14-15 April 2022 pukul 20.00 WIB dan akan ditayangkan secara daring di Indonesiana TV pada Agustus 2022.

Sesuai sejarah, Sjafruddin Prawiranegara adalah seorang penyelamat Republik yang juga dianggap sebagai pengkhianat.

Deva Mahenra
Foto : Istimewa

Meski sosoknya tak begitu disadari kehadirannya dalam narasi besar sejarah bangsa Indonesia, Sjafruddin aktif dalam organisasi keagamaan dan terkenal keras menentang digunakannya Pancasila sebagai alat politik Pemerintah di masa Orde Baru.

BACA JUGA  Peluk Luna Maya dari Belakang, Gofar Hilman Bilang Nyaman

Pada 2011, Sjafruddin yang wafat tanggal 15 Februari 1989 dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Facebook Comments

Iklan
Artikulli paraprakCara Bersihkan Karang Gigi dengan Garam
Artikulli tjetërSeni Kaligrafi Intinya Bagian Tak Terpisahkan dari Masyarakat Indonesia