Eric Sudrajat: Mahasiswa Teknik yang Konsisten Ngeband, Bukti Passion Musik Bisa Jalan Bareng Karier Akademik

Nama Eric Sudrajat mulai dikenal sebagai drummer muda yang tak hanya aktif di panggung, tetapi juga konsisten membangun identitas di dunia musik. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa Fakultas Teknik, Eric membuktikan bahwa passion bermusik tetap bisa berjalan beriringan dengan pendidikan formal.

Perjalanan musik Eric Sudrajat dimulai sejak usia sangat dini. Saat masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, sekitar umur 4 tahun, ia sudah mengenal drum lewat kursus musik di dekat rumahnya. Dari sekadar bermain, ketertarikan itu berkembang menjadi keseriusan saat ia beranjak ke jenjang Sekolah Dasar.

Sempat berhenti sejenak karena fokus ujian, Eric Sudrajat kembali mendalami drum saat SMP. Awalnya, motivasinya cukup sederhana mengumpulkan sertifikat untuk menunjang masuk SMA. Namun dari berbagai kompetisi yang ia ikuti, justru muncul kecintaan yang lebih dalam terhadap dunia musik.

Eric Sudrajat
Foto: Indeksnews

Masuk ke fase berikutnya, Eric Sudrajat tidak lagi hanya fokus bermain drum secara individu. Ia mulai aktif bermain dalam format band, yang menurutnya membuka perspektif baru tentang pentingnya kolaborasi dalam musik.

Dari beberapa proyek band sekolah hingga akhirnya membentuk band bernama Predator, Eric mulai mendapatkan banyak pengalaman tampil di berbagai panggung. Jam terbang yang terus meningkat menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier musiknya.

Dalam bermusik, Eric mengaku terinspirasi oleh drummer internasional seperti Dream Theater, serta musisi Indonesia yang memiliki karakter permainan kuat. Baginya, ciri khas seorang drummer tidak hanya terletak pada teknik, tetapi juga pada gaya dan pembawaan di atas panggung.

Eric Sudrajat
Foto: Indeksnews

Tak hanya soal skill, Eric Sudrajat juga memahami pentingnya personal branding di era digital. Ia aktif membuat konten di media sosial sebagai bagian dari strategi membangun exposure dan nilai jual sebagai musisi.

“Kita harus punya value lebih, bukan cuma jago main. Konten, exposure, dan impact ke brand itu penting,” ungkap Project Officer acara Freshman Fair 2026 di Fakultas Teknis Universitas Indonesia, Jumat (24/4/2026).

Keseriusannya ini membuahkan hasil dengan kepercayaan sebagai endorsee dari salah satu brand musik. Namun, Eric menyadari bahwa perjalanan di dunia musik tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama dari segi moral dan finansial.

Eric Sudrajat
Foto: Indeksnews

Menariknya, bakat musik Eric juga berasal dari lingkungan keluarga. Sang ayah pernah bermain drum, sementara pamannya juga terlibat di dunia musik.

Selain drum, kini Eric mulai mengeksplorasi instrumen lain seperti gitar dan bass, yang kerap ia tampilkan dalam konten digitalnya. Hal ini menjadi bagian dari upayanya untuk terus berkembang sebagai musisi yang versatile.

Di tengah kesibukan kuliah teknik, Eric tetap menjaga konsistensi bermusik dengan manajemen waktu yang disiplin.

“Kita semua punya 24 jam. Tinggal gimana kita atur antara kuliah, organisasi, dan musik,” jelas Eric Sudrajat.

Ke depan, Eric berharap bisa berkolaborasi dengan musisi-musisi besar serta mengembangkan bandnya yang saat ini tengah dalam proses rekaman materi baru.

Dengan perjalanan panjang sejak usia dini hingga kini menjadi musisi aktif, Eric Sudrajat menunjukkan bahwa passion di dunia musik bukan sekadar hobi melainkan sesuatu yang bisa dibangun serius, bahkan di tengah tuntutan akademik yang padat. (EH)

 

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses