Indeks News – Dua warga di Aceh Utara ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang melanda kawasan Kabupaten Aceh Utara. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena tim gabungan harus menelusuri aliran sungai yang deras dan medan yang sulit diakses.
Kedua korban ditemukan di Desa Nibong, Kecamatan Syamtalira Bayu, pada waktu berbeda. Mereka adalah Roslina (42), seorang guru asal Desa Baro Kulam Gajah, Kecamatan Syamtalira Bayu, serta M. Jamil (57), seorang PNS asal Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
“Proses evakuasi berlangsung dramatis karena derasnya arus air serta kondisi medan yang sulit diakses,” ujar Kapolsek Syamtalira Bayu, Iptu Gunanto, dilansir, pada Jumat (28/11/2025).
Berawal dari informasi adanya warga yang diduga terseret banjir. Tim gabungan kemudian menyiapkan peralatan evakuasi dan bersama warga menelusuri area banjir dengan berjalan kaki sambil mengikatkan tali pengaman untuk mencegah petugas ikut terseret arus.

Hasil pencarian pertama, jenazah Roslina ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB. Pencarian dilanjutkan hingga akhirnya jenazah M. Jamil ditemukan sekitar pukul 12.15 WIB.
Keduanya kemudian dievakuasi ke Puskesmas Syamtalira Bayu untuk pendataan dan identifikasi.
Setelah proses pendataan, kedua jenazah dibawa ke RS Cut Meutia untuk pemeriksaan lanjutan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk prosesi fardhu kifayah.
Kapolsek menjelaskan bahwa proses evakuasi penuh hambatan, mulai dari curah hujan tinggi, arus deras, pemadaman listrik, hingga jaringan internet yang terputus.
Meski begitu, tim gabungan tetap bekerja maksimal untuk memastikan kedua korban dapat ditemukan dan dipulangkan secara layak.
Hingga saat ini, total empat warga Aceh Utara dilaporkan meninggal dunia akibat banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.




