Jakarta, Indeks News — Kiprah Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, kembali mendapat pengakuan publik. Politisi berjiwa santri ini dinobatkan sebagai Santri Legislator Inspiratif 2025 dalam ajang bergengsi Santri of The Year 2025 yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center (INC).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) dalam acara penganugerahan di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, (9/11/2025).
Direktur Islam Nusantara Center, Dr. M. Aly Taufiq, mengatakan penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi Cucun dalam membawa nilai-nilai kesantrian ke ruang politik nasional.
“Kang Cucun menunjukkan bahwa santri tidak hanya bisa menjadi pemimpin umat, tetapi juga pemimpin bangsa yang berpijak pada nilai akhlak dan kemanusiaan. Ia mampu menjaga integritas sekaligus membawa semangat pesantren ke parlemen,” ujar Aly Taufiq.
Menurutnya, Cucun Ahmad Syamsurijal menjadi contoh nyata bahwa santri memiliki kapasitas besar dalam memperkuat moralitas dan kebijakan publik di tingkat nasional.
“Kami berharap keteladanan Kang Cucun bisa menginspirasi generasi muda santri agar berani tampil di ruang-ruang strategis sambil tetap membawa karakter khas pesantren: rendah hati, jujur, dan berkhidmah untuk umat,” tambah Aly.
Sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cucun dikenal konsisten memperjuangkan semangat keulamaan, kerakyatan, dan kepedulian sosial dalam kerja-kerja politiknya di parlemen.
Ajang Santri of The Year merupakan penghargaan tahunan yang digagas Islam Nusantara Center (INC) sejak 2017. Kegiatan ini bertujuan mengapresiasi santri, pesantren, dan tokoh masyarakat yang berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Tahun 2025 menjadi edisi paling beragam dengan lebih dari 20 kategori penghargaan, termasuk Santri Wirausaha Inspiratif, Santri Diplomat Inspiratif, dan Santri Akademisi Inspiratif.
Melalui ajang ini, INC berkomitmen memperkuat narasi bahwa santri tidak hanya berperan di pesantren, tetapi juga berkontribusi di bidang politik, ekonomi, hukum, dan kebudayaan nasional.




