Indeks News – Hilangnya fitur Instagram Live kini menambah daftar panjang kegelisahan pengguna media sosial di Indonesia. Setelah sebelumnya TikTok Live tak bisa diakses, kini giliran Instagram yang tak lagi memberikan akses untuk siaran langsung. Padahal, kedua fitur ini kerap menjadi andalan masyarakat untuk menyiarkan demonstrasi secara real-time.
Kabar hilangnya fitur Instagram Live ini pertama kali mencuat lewat unggahan akun X (Twitter) @IndoPopBase. “Instagram Live is Down,” tulisnya singkat. Meski sederhana, unggahan tersebut segera memantik perbincangan hangat di dunia maya.
Netizen Resah, Ada yang Sebut Pembungkaman
Reaksi keras langsung muncul dari warganet. Salah satunya dari akun @tqdrla*** yang menilai hilangnya dua fitur besar ini tak ubahnya pembungkaman suara rakyat.
“TikTok gak bisa, Instagram gak bisa, terus apalagi yang mau dibungkam. Tinggal temuin rakyatnya kek susah banget heran dah,” tulisnya penuh emosi.
Sementara itu, kekhawatiran berbeda datang dari akun @kitoo***. Ia menilai pemadaman fitur live di berbagai platform bisa menjadi sinyal berbahaya bagi para demonstran.
“Jangan di area jalan gitu deh kayaknya. Ini pikiran jahat ku segala platform dimatiin gini, takutnya ada rencana yang gak enak buat pendemo. Tadi TikTok, sekarang IG. Ini beneran secepet itu buat bikin down loh,” ungkapnya.
TikTok Akui Menangguhkan Live
Sebelumnya, pengguna juga ramai melaporkan bahwa fitur TikTok Live tak lagi bisa digunakan. Kabar ini pertama kali menyebar di grup WhatsApp hingga forum komunitas TikTok.
Menanggapi hal tersebut, pihak TikTok Indonesia akhirnya angkat bicara. Mereka membenarkan penangguhan fitur live di tanah air.
“Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia. Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” ungkap juru bicara TikTok dalam keterangan resmi, Sabtu (30/8).
Langkah tersebut, menurut TikTok, dilakukan menyusul meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa yang tengah berlangsung. “Kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab,” tambahnya.
Dengan hilangnya dua fitur utama ini, masyarakat kian dibuat resah. Sebab, live streaming di media sosial selama ini dianggap sebagai “mata rakyat” untuk menyuarakan kondisi lapangan secara langsung tanpa sensor.
Kini, pertanyaan besar muncul: apakah ini murni langkah keamanan, atau justru upaya pembungkaman? Jawaban pasti memang belum ada, namun satu hal yang jelas: publik kehilangan salah satu kanal penting dalam menyampaikan aspirasi mereka.




