Israel Ambil Alih Gaza: 60 Ribu Tentara Cadangan Dikerahkan, Krisis Kemanusiaan Membayang

Indeks News – Rabu, 20 Agustus 2025, militer Israel ambil alih Gaza dengan mengumumkan langkah pertama operasi besar. Brigadir Jenderal Effie Defrin, juru bicara militer Israel, menyatakan bahwa pasukan telah menguasai sebagian pinggiran kota. Suasana di Gaza pun mencekam.

Pernyataan bahwa Israel ambil alih Gaza menandai dimulainya babak baru konflik yang sejak lama telah memakan korban jiwa dan menyisakan penderitaan kemanusiaan.

Namun di balik strategi militer, aroma keharuan dan ketegangan ikut menyelimuti. Bagi warga Palestina, pengumuman itu berarti hari-hari penuh ketakutan. Bagi tentara Israel sendiri, itu adalah panggilan menuju medan perang yang belum tentu berakhir dengan kepastian pulang.

60 Ribu Tentara Dipanggil

Sekitar 60.000 tentara cadangan resmi dipanggil untuk memperkuat operasi di Gaza. Menteri Pertahanan Israel Katz telah menyetujui langkah ini, yang menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), akan dilakukan dalam beberapa gelombang.

  • 2 September 2025, sekitar 40.000–50.000 tentara mulai bertugas.
  • November–Desember 2025, gelombang kedua dijadwalkan.
  • Februari–Maret 2026, gelombang ketiga menyusul.

Tak berhenti di situ, sekitar 20.000 prajurit cadangan yang sudah bertugas diperpanjang masa dinasnya 30–40 hari. Jika ditotal, Israel akan mengerahkan sekitar 130.000 pasukan cadangan pada periode tertentu.

Kehadiran pasukan sebesar itu menggambarkan skala operasi yang tak sekadar “pendahuluan”, melainkan persiapan untuk perebutan pusat Kota Gaza.

Batas Waktu untuk Warga Gaza

Operasi militer ini direncanakan dalam beberapa tahap. IDF telah memberi peringatan bahwa warga Palestina hanya punya waktu hingga 7 Oktober 2025 untuk meninggalkan Kota Gaza. Tanggal itu bertepatan dengan peringatan dua tahun serangan Hamas terhadap Israel.

Setelah tenggat waktu, IDF akan mengepung kota, lalu masuk lebih dalam ke wilayah yang disebut masih menyimpan infrastruktur Hamas. Bagi warga sipil, peringatan ini sama saja dengan ultimatum: meninggalkan tanah kelahiran atau menghadapi konsekuensi serangan.

Kritik Internasional dan Krisis Kemanusiaan

Langkah Israel ini menuai kecaman internasional. Dunia menilai rencana tersebut hanya akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza. Kelaparan, keterbatasan obat-obatan, dan gelombang pengungsi dipastikan meningkat.

Di sisi lain, nasib para sandera yang masih ditahan Hamas juga kian terancam. Serangan besar-besaran berisiko menutup jalur negosiasi yang hingga kini coba dijembatani para mediator.

Bahkan di dalam negeri Israel sendiri, suara penolakan semakin keras. Banyak warga menuntut pemerintah segera mengakhiri perang, bukan justru memperluasnya.

Tentara Israel: Antara Lelah dan Depresi

Di balik kekuatan militer, wajah pasukan Israel menyimpan kisah berbeda. Laporan dari CNN menyebutkan banyak tentara mengalami kelelahan dan depresi.

Sebuah survei Agam Labs Universitas Ibrani Yerusalem mengungkap fakta mengejutkan:

  • 40 persen tentara kurang termotivasi menjalani tugas.
  • Hanya 13 persen yang merasa termotivasi.

Angka ini mencerminkan rapuhnya kondisi mental pasukan yang berada di medan konflik berlarut-larut. Para komandan bahkan mendesak pemerintah untuk merekrut anggota komunitas ultra-Ortodoks, meski mayoritas kelompok tersebut menolak wajib militer.

Keputusan Politik, Luka Kemanusiaan

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan operasi ke Gaza tidak bisa ditunda. Ia bahkan memerintahkan agar jangka waktu pengambilalihan dipersingkat dari perkiraan awal yang bisa mencapai lima bulan.

Keputusan itu menempatkan Israel di jalur konfrontasi penuh, sekaligus meninggalkan tanda tanya besar: sampai kapan warga Gaza harus menanggung derita? Dan sampai sejauh mana tentara Israel mampu bertahan menghadapi tekanan fisik, mental, serta gelombang kritik internasional?

Di satu sisi, Israel melihat Gaza sebagai benteng terakhir Hamas. Namun di sisi lain, dunia menyaksikan tragedi kemanusiaan yang semakin pekat.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses