Jakarta Drum School All Stars (JDS) akan tampil di Panggung Utama Outdoor Java Jazz Festival di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 30 Mei 2025 mendatang di Jiexpo Kemayoran pada pukul 16.30 wib.
Dalam panggung Java Jazz Festival 2025, Jakarta Drum School All Stars akan membawa konsep Reinterpretation to The Beatles merupakan benang merah perjalanan musik The Beatles dari era rock & roll menuju ke pop, kemudian psychedelic.
“Hari ini kita latihan untuk persiapan manggung di Java Jazz Festival 2025 dari tanggal 22 Sampai 29. Kebetulan hari ini latihan sama Cakra Khan, kita main di panggung utama outdoor. Dan kita membawa konsep Reinterpretation to The Beatles. Jadi kali ini kita menginterpretasikan perjalanan musik The Beatles dengan versi musik aransemen yang kita garap dengan versi kita,”ujar Harry Murti sebagai salah satu pendiri Jakarta Drum School All Stars saat di temui di Ican Studio, Jakarta, Selasa (27/5/2025).

“Jakarta Drum School ini sudah berdiri selama 20 tahun kebetulan Founder nya ada Saya Harry Murti, Taufan Goenarso dan partner kita Prasodjo Winarko. Perjalanan 20 tahun ini kita juga membawa eks murid – murid kita selain instruktur jadi yang main di Jakarta Drum School All Stars drumernya ada 7 sebagain instruktur sebagian murid JDS ada di industri musik Indonesia.”ucap Harry Murti
“Kita bersyukur dalam perjalanan 20 tahun ini murid -murid kita berhasil. JDS ini kita panggil lagi untuk selebrasi dan kebetulan momentumnya juga pas ya Java Jazz Festival. Karena kita punya konsep seperti itu, ada satu gimik lain yang saya bawa adalah 9 Neck Master built Prestige Guitar dari Amerika dan kita minta untuk Balawan akan dimainkan. Saya ngobrol sama mas Taufan siapa nih yang tepat ya sudah cuma satu orang Balawan namanya, “tambah Harry Murti.
Untuk membuat panggung semakin seru Jakarta Drum School All Stars menggaet Cakra Khan sebagai penyanyi yang terlibat dalam project ini.
” Saya bersama Taufan diskusi siapa ya yang pas buat bawain lagu – lagu the Beatles, akhirnya kita ajak Cakra Khan dan kebetulan Cakra Khan pengemar The Beatles juga jadi kita gampang kerja samanya dan kita langsung dikirimin list dan perhari ini kita latihan baru dua kali dan buat saya secara teknis sudah enak,” tambah Harry Murti.

“Kebetulan mas Taufan menghubungi manager saya. Saya memang kalau dari sisi saya sebagai penyanyi pas saya tau kalau diajak project ini bersama orang – orang hebat tanpa pikir panjang saya langsung ok. Pokoknya ga ada mikir apalagi pingin nyanyi di Java Jazz. Happy. Semua para senior yang main disini tuh memang luar biasa. Saya dapat banyak pengalaman dan pelajaran dan mereka baik-baik banget. Mereka sangat memberi kesempatan saya memberi kontribusi. Dan sisi lain kalau saya penyanyi yang lagunya sedih – sedih. Sekarang pingin fun-fun benar-benar menikmati musik.”ujar Cakra Khan.
Pada kesempatan tersebut, Taufan Goenarso juga mengungkapkan alasan dipilihnya Cakra Khan karena Cakra Khan bukan hanya penyanyi satu genre tapi all Genre.
“Kalau menurut saya, Cakra Khan itu dia gak hanya penyanyi pop. Dia bisa nyanyi blues, rock, Suaranya juga khas, serak-serak basah. Saya pernah beberapa kali liat dia perform dengan beda. Saya bilang wah dia bukan cuma bisa nyanyi satu genre tapi bisa semua genre. “Kata Taufan Goenarso.

Dalam penampilan di Java Jazz Festival 2025, Jakarta Drum School All Stars akan bereksperimen dengan empat format segmen, yakni pembuka, akustik, psychedelic, dan combo band dan segmen kejutan oleh Jakarta Drum School All Stars siap memberikan pengalaman musik yang tak terlupakan.
“Cakra Khan akan main di segmen ke 4, nanti ada kejutan. Makanya nonton kami di Java jazz festival saksikan Jakarta Drum School All Stars,”tutur Harry Murti
“Yang Pasti saya ga salto dong, saya akan memberikan perform maksimal agar semua yang hadir ikut menikmati musik yang kami sajikan nanti, kita seru-seruan dengan lagu-lagu The Beatles dan kebetulan saya tetap dapat lagu-lagu yang arahnya melankoli lagi. Karena ada satu lagu yang saya suka yaitu “The Long and Winding Road”, Nanti saya akan menyanyikan 5 lagu,”tutup Cakra Khan.

Yang terlibat di proyek ini diantaranya adalah Harry Murti, Taufan Goenarso, Shadu Rasjidi, Rayendra Sunito, Enrico Octaviano, Marco Steffiano, Timur Segara, Dave Lumenta, Prasodjo Winarko, Jesy dan Aldy Albuthan. (EH)




