Beranda DAERAH KABUPATEN AGAM Kerbau Milik Warga Sumbar Mati, Diduga Diterkam Harimau

Kerbau Milik Warga Sumbar Mati, Diduga Diterkam Harimau

kerbau
Dua ekor kerbau yang merupakan hewan ternak milik warga ditemukan dalam kondisi penuh luka di Jorong Cubadak Lilin dan Jorong Sari Bulan Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam pada Jumat (16/4) lalu. Diduga, kerbau tersebut mati akibat diserang harimau.

Kepala BKSDA Resort Agam Ade Putra mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari warga terkait kejadian tersebut dan sudah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Di lokasi, memang ditemukan dua ekor kerbau milik warga dalam kondisi mati dan terluka.

“Kita berkoordinasi dengan wali jorong dan menggali informasi dari pemilik ternak serta identifikasi lapangan di lokasi kejadian. Dugaan sementara, memang dari bentuk luka pada hewan ternak itu akibat diserang binatang buas hariamau,” kata Ade, Minggu (18/4).

Ade menjelaskan, dari hasil identifikasi, hewan ternak yang diterkam harimau tersebut kerbau milik Dt Bagindo (60) warga jorong Sari Bulang ditemukan dalam kondisi mati dengan luka cakaran dan gigitan pada tubuh bagian belakang dan sudah dikuburkan.

“Selanjutnya kerbau milik Rajo Bentan (55) warga jorong Cubadak Lilin ditemukan dalam kondisi terluka pada bagian kaki belakang dan sudah diamankan ke dekat rumah pemilik,” jelas Ade.

Ade Putra menambahkan, dari hasil penelusuran, di dua lokasi kejadian ditemukan jejak kaki satwa liar jenis Harimau Sumatera dengan ukuran tapak kaki 11 cm yang berlokasi berada di APL dengan jarak dari pemukiman kurang lebih 100 meter.

“Untuk tindak lanjutnya pihaknya akan melakukan Patroli disekitar lokasi kejadian serta penyuluhan dan edukasi. Kemudian kita juga measang perangkap untuk evakuasi harimau.

Mengingat pada tanggal bulan Maret dan September 2020 serta terakhir tanggal 8 Maret 2021 lalu terjadi konflik yang sama dengan total korban lima ekor ternak kerbau dan tiga ekor ternak kambing milik warga setempat. Ketika itu sudah dilakukan pengusiran,” pungkasnya. (Kay)