JAKARTA – Komunitas lari urban Jakarta baru saja menyelesaikan tantangan unik dalam ajang estafet global “Squad Race” yang berlangsung di Trinity Tower, Jakarta, pada Sabtu (20/6/2026) lalu.
Kompetisi ini menjadi ruang unjuk gigi sekaligus ajang kolaborasi bagi puluhan komunitas lari lokal di ibu kota.
Berbeda dengan lomba lari pada umumnya, kompetisi ini memanfaatkan area parkir bertingkat sebagai arena pertandingan. Lintasan yang dinamakan “The Spiral” tersebut mengharuskan setiap peserta berlari menuruni dan menaiki jalur ramp parkir sepanjang satu putaran penuh sebelum mengoper tongkat estafet ke rekan satu tim.

Senior Director of Brand Experience On, Karl-Johan Bogefors, mengatakan ajang ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan komunitas dari berbagai kota.
“Melalui acara ini, kami tidak hanya menciptakan sebuah kompetisi, tetapi juga membangun platform global untuk merayakan komunitas dan individu yang menjadi denyut nadi budaya lari. Kami ingin menyoroti budaya olahraga ini yang unik di setiap kota penyelenggaraan,” ujar Karl-Johan Bogefors.
Format Kompetisi dan Kualifikasi Dunia

- Peserta: Diikuti oleh 60 tim dari berbagai komunitaslokal.
- Formasi: Setiap tim wajib beranggotakan empat, dengan batasan maksimal dua pelari pria.
- Sistem: Estafet empat putaran di jalur menanjak dan menurun.
- Hadiah: Tim dengan catatan waktu tercepat berhak mendapatkan tiket ke babak final dunia.

Babak final dunia tersebut dijadwalkan berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, pada September 2026 mendatang.
Bagian dari Seri Global
Jakarta terpilih sebagai kota kedua di dunia yang mendatangkan seri ini setelah pembukaan di Beijing, Cina. Rangkaian kompetisi akan terus berlanjut ke beberapa kota besar lainnya di dunia sebelum mencapai puncaknya di Amerika Serikat.
Penyelenggara menyatakan bahwa pemilihan konsep ini bertujuan untuk menonjolkan keunikan budaya urban di setiap kota, sekaligus menyediakan wadah global yang mempertemukan berbagai komunitas olahraga ini.
Selain berkompetisi, para peserta yang hadir juga memanfaatkan momentum ini sebagai ruang berkumpul dan bertukar pengalaman antar komunitas. (EH).




