KPK Panggil Wakil Bupati Mempawah Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalan

Indeks News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mempawah. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (2/10/2025) di Polda Kalimantan Barat.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi pada proyek peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mempawah pada tahun anggaran 2015.

“Pemeriksaan dilakukan terhadap saksi terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan peningkatan jalan tersebut,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.

Selain Juli, KPK juga memanggil 10 saksi lainnya dari berbagai latar belakang, mulai dari sopir hingga pihak swasta. Namun Budi belum merinci materi pemeriksaan maupun peran para saksi dalam perkara ini.

KPK sebelumnya telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut. Meski demikian, identitas para tersangka belum dibuka ke publik karena penyidikan masih berjalan.

Di sisi lain, penyidik KPK baru-baru ini menyita satu koper saat melakukan penggeledahan di kediaman Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Penggeledahan juga dilakukan di rumah dinas Bupati Mempawah serta rumah pribadi Norsan di Jalan Pangeran Natakusuma, Pontianak.

Menanggapi penyitaan tersebut, Norsan mengklaim bahwa koper yang dibawa penyidik tidak berisi barang penting.

“Itu koper kosong. Sebelumnya berisi pakaian bekas yang mau disedekahkan. Setelah disedekahkan, kopernya kosong lalu dipindah ke ruang sebelah karena rumah sudah penuh. Koper itu kemudian diambil,” kata Norsan seperti dikutip dari detikKalimantan, Sabtu (27/9).

Menurutnya, penggeledahan yang berlangsung pada 24-25 September itu bertujuan mencari dokumen atau berkas terkait proyek jalan di Dinas PU Mempawah tahun 2018. Namun ia mengklaim tidak ada barang bukti signifikan yang ditemukan.

Hingga kini, KPK belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan saksi maupun tindak lanjut dari penggeledahan tersebut. Publik menunggu bagaimana perkembangan kasus ini, mengingat proyek infrastruktur kerap menjadi ladang korupsi di daerah.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses