Luhut Disindir Post Power Syndrome, Pengamat: Biarkan Prabowo Pimpin Sepenuhnya

Jakarta, Indeks News –Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menegaskan agar Luhut Binsar Pandjaitan tidak lagi ikut campur dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Igor, masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah berakhir dan kini saatnya memberikan ruang penuh bagi Prabowo untuk memimpin sesuai visinya sendiri.

“Pemerintahan Jokowi sudah berakhir. It’s over! Dan Luhut jangan mengalami post power syndrome,” tegas Igor Dirgantara

Pernyataan tegas ini disampaikan menanggapi sejumlah manuver politik dan pernyataan publik Luhut yang dinilai mulai menunjukkan keinginan untuk mengatur arah pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo.

Beberapa indikasi tersebut, kata Igor, terlihat dari ucapan Luhut yang meminta Presiden Prabowo tidak tunduk pada desakan organisasi buruh terkait kebijakan upah. Selain itu, Luhut juga secara terbuka mendesak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyuntik dana sebesar Rp50 triliun ke Indonesia Investment Authority (INA).

Menurut Igor, meski kini beliau menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), ia harus memahami batas perannya. Prabowo, kata Igor, adalah kepala negara yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap arah kebijakan nasional.

“Prabowo punya agenda dan preferensi sendiri, jangan memengaruhi apalagi mengatur,” tandas Igor. Sabtu (25/10/2025).

Pernyataan ini menegaskan bahwa era baru pemerintahan Prabowo Subianto tidak boleh dibayangi oleh gaya kepemimpinan sebelumnya. Pengamat menilai, Prabowo akan membawa corak kepemimpinan berbeda yang lebih tegas dan berdaulat dalam mengambil kebijakan strategis negara.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses