Makan Bergizi Gratis Hanya Ilusi di Atas Kertas, DPR: 5.000 Titik Dapur MBG Fiktif

Indeks News – Ribuan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi harapan anak-anak Indonesia, justru diduga hanya ilusi di atas kertas. Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mengungkap adanya 5.000 titik dapur fiktif dalam program Badan Gizi Nasional (BGN).

Kabar mengejutkan itu disampaikan Nurhadi dalam rapat kerja dengan BGN pada Senin (15/9/2025), lalu dipublikasikan melalui kanal YouTube Komisi IX DPR RI pada Jumat, 19 September 2025.

Menurut Nurhadi, ribuan dapur Makan Bergizi Gratis tidak beroperasi karena ulah oknum yang memahami detail sistem Sentra Pengolahan dan Pendistribusian Gizi (SPPG) di BGN. Mereka mendaftarkan yayasan, mengunci titik dapur, namun tidak pernah membangun fasilitas sesuai batas waktu.

“Setelah oknum ini mengunci titiknya, ternyata dia tidak bangun-bangun dapurnya. Saat menuju 45 hari, dijual-lah titik itu dengan ditawarkan ke investor,” tegas politikus Partai NasDem tersebut.

Hak Anak Dipertaruhkan

Nurhadi menegaskan, kasus ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut hak anak-anak Indonesia untuk mendapatkan gizi yang layak. Program Makan Bergizi Gratis menelan anggaran hingga triliunan rupiah, sehingga setiap titik dapur wajib diawasi ketat.

Namun, lemahnya verifikasi dan pengawasan sejak awal membuat ribuan titik dapur hanya tercatat di sistem tanpa wujud nyata di lapangan. Nurhadi mempertanyakan mengapa BGN tetap mencatat lokasi-lokasi itu meski tidak ada progres pembangunan setelah tenggat 45 hari.

Sistem yang longgar, kata Nurhadi, membuka jalan bagi praktik percaloan, dominasi investor besar, hingga penyalahgunaan dana publik. Bahkan, lembaga pemantau independen sebelumnya menemukan adanya dugaan praktik “konglomerasi yayasan” dalam pengelolaan Makan Bergizi Gratis.

Situasi ini menciptakan kecemasan tersendiri: program yang digadang-gadang untuk menyehatkan anak bangsa justru terancam jadi ladang bisnis segelintir orang.

Desakan Perbaikan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis

Nurhadi mendesak pemerintah segera memperbaiki tata kelola program, memperketat pengawasan, serta memastikan setiap titik dapur yang sudah terdaftar benar-benar beroperasi.

Baginya, tujuan utama Makan Bergizi Gratis tidak boleh terhenti di tengah jalan: memberikan asupan gizi gratis untuk anak sekolah dan kelompok rentan.

“Ini soal masa depan anak-anak Indonesia. Jangan sampai program sebesar ini dikotori oleh praktik curang,” ujar Nurhadi menutup pernyataannya.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses