Megan Domani Aktris peran adik dari Bryan Domani ini Kembali menunjukkan kepiawan-nya dalam berakting di sebuah film dengan karakter yang berbeda, bahkan tergolong karakter yang siap-siap tidak disukai orang banyak.
Film yang dilakoni oleh Megan Domani bertajuk MUSUH DALAM SELIMUT sebuah film drama besutan Narasi Semesta yang bekerja sama dengan Unlimited Production, Legacy Pictures, A&Z, dan Subtube yang akan tayang pada 8 Januari 2026 mendatang.
Megan Domani memerankan karakter Suzy, seorang wanita manipulatif yang menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga orang lain di film yang di sutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu.

Peran Suzy diakui Megan Domani sebagai tantangan besar karena jauh berbeda dari kepribadian aslinya. Ia mengungkapkan bahwa karakter yang diperankannya memiliki latar belakang psikologis yang kompleks.
“Suzy memang mentalnya kurang sehat sebenarnya. Cuman memang dia dia ingin memberi yang terbaik buat diri dia dan dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan itu,” ujar Megan saat press Screening di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025).
Untuk mendalami karakter ini, Megan banyak berdiskusi dengan sutradara dan rekan sesama pemain. Ia berupaya agar Suzy tidak hanya dilihat sebagai “pelakor” jahat, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki trauma masa lalu yang belum terselesaikan.

“Dan aku enggak mau sampai salah mem-portray Suzy ini. Aku enggak mau sampai orang tuh ngelihat dia dari arah yang bukan aku mau kasih gitu. Jadi aku tuh ada berapa orang juga yang udah nonton tuh malah ada perasaan kasihan sama Suzy,” jelasnya.
“Alhamdulillah, saat proses syuting aku juga merasa cukup ringan menjalaninya. Karena pada masa persiapan, aku banyak bertanya dan melakukan latihan, terutama untuk adegan-adegan yang berat, bersama Gadis dan Dika. Kami juga saling bertukar opini sebagai sesama pemain. Dari situ, kami mencoba menemukan cara yang paling nyaman untuk masing-masing karakter. Jadi semuanya dijalani dengan diskusi dan rasa saling percaya antar cast.”kata Megan
Selain tantangan berat, Megan Domani mengungkapkan mengalami luka lebam di pipi gara-gara adegan jambak-jambakan dengan Yasmin Napper dalam film Musuh Dalam Selimut. Yang menurutnya adalah adegan itu menjadi salah satu yang paling lucu di lokasi syuting.

“Sebenarnya di scene itu ada kejadian lucu ya behind the scenes-nya. Jadi memang ceritanya kan Suzy sama Gadis jambak-jambakan,” kata Megan
Bukan Orang Ketiga pada Umumnya Adegan yang sudah didesain seaman dan senyaman itu akhirnya berubah menjadi intens karena Yasmin Napper terbawa emosi. lhasil, pipi Megan Domani terkena hingga mengalami luka lebam dan terpaksa harus beristirahat karena luka lebamnya tak bisa ditutupi oleh riasan.
“Terus mungkin Gadis kebawa emosi. Dia tidak sadar kalau dia ngenain muka aku bener. Habis itu aku syuting dua sampai tiga hari pipi aku biru. Sampe bengkak sampai harus berhenti dulu sebentar karena emang benar-benar langsung biru gitu,” jelasnya.
Meskipun demikian, Megan Domani tidak mempermasalahkan pipinya kepada Yasmin Napper. Sebagai aktor, Megan Domani sadar bahwa Yasmin Napper benar-benar terbawa emosi ke dalam tokoh Gadis.

“Tapi aku senang juga di satu sisi artinya memang Yasmin benar-benar in character banget gitu,” kata Megan. Sementara Yasmin Napper sendiri mengatakan sudah meminta maaf secara langsung sejak adegan itu. “Tapi aku udah minta maaf. Megan nggak benci aku,” ucap Yasmin.
Film Musuh Dalam Selimut yang Dibintangi Yasmin Napper, Megan Domani, dan Arbani Yasiz Ceritanya mengajak penonton masuk ke kehidupan Gadis (Yasmin Napper), perempuan yang merasa semuanya baik-baik saja: rumah tangga, harapan, dan rutinitas yang berjalan normal.
Kehangatan itu makin lengkap ketika Gadis mengandung anak pertamanya. Di saat yang sama, hadir Suzy (Megan Domani), tetangga yang pelan-pelan menjelma sahabat yang sigap membantu, perhatian, dan selalu ada di momen-momen yang seharusnya menenangkan.
Namun kedekatan yang semula terasa hangat, perlahan bergeser menjadi sesuatu yang ganjil: terlalu sempurna, terlalu sering, terlalu “masuk” ke ruang pribadi. Ketika Andika (Arbani Yasiz), suami Gadis, ikut terseret dalam kedekatan yang makin sulit dijelaskan, film ini mulai memutar emosi penonton dari simpati menjadi ragu, dari ragu menjadi curiga hingga meninggalkan sesak oleh satu pertanyaan yang menggantung: ini Cuma prasangka, atau memang ada yang disembunyikan di depan mata?. (EH).




