Beranda blog Halaman 232

Bentrokan Berdarah di Kalabahi: Undangan “Perang” Viral di Media Sosial

0
Bentrokan

Indeks News – Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, diguncang bentrokan berdarah pada Rabu, 17 September 2025. Tujuh orang terluka, termasuk seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) yang terkena panah. Suasana mencekam itu lahir dari sebuah undangan “perang” yang viral di media sosial—sesuatu yang awalnya dianggap lelucon, namun berubah menjadi tragedi nyata.

Pagi di Kalabahi semula berjalan biasa. Namun, sekelompok warga dari Kelurahan Welai Barat berkumpul dengan wajah tegang. Mereka menuntut kejelasan kasus pengeroyokan terhadap seorang pemuda mereka pada Sabtu, 13 September 2025. Amarah yang dipendam selama beberapa hari akhirnya meletup.

Kerumunan itu semakin panas ketika beredar surat undangan “perang terbuka” antara pemuda Welai Barat dan pemuda Wetabua. Surat itu menetapkan pertemuan di Lapangan Mini Kalabahi, Rabu pagi. Apa yang seharusnya jadi ruang dialog berubah menjadi panggung ketegangan.

Aparat Berusaha Menjadi Penengah Bentrokan

Aparat gabungan dari Polres Alor, Kodim 1622 Alor, dan Brimob sudah bersiaga sejak pagi. Mereka tak sendiri. Sejumlah tokoh hadir turun tangan langsung: Wakil Gubernur NTT Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, serta Ketua DPRD Alor Paulus Brikmar.

Negosiasi berjalan di beberapa titik. Perwakilan massa bahkan diizinkan melihat tersangka yang diamankan di Polres Alor. Harapan muncul. Massa mulai bubar dengan tertib. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama.

Sebagian kecil massa tetap bertahan. Mereka berhadapan dengan kelompok pemuda Wetabua. Bentrokan pecah. Suara teriakan, kepanikan, dan senjata tradisional membuat suasana berubah jadi medan ketakutan.

Anak panah melesat ke udara, mengenai tubuh seorang anggota Brimob. Enam warga lain ikut terluka. Semua korban segera dilarikan untuk mendapat perawatan medis.

Untuk menghentikan kekerasan, aparat melepaskan tembakan peluru hampa dan gas air mata. Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, menegaskan langkah itu ditempuh untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak.

Hingga malam hari, 19 orang berhasil diamankan. Sebanyak 36 barang bukti—termasuk senjata tajam dan anak panah—disita untuk proses hukum lebih lanjut. Menjelang pukul 19.00 WITA, suasana kembali terkendali. Warga bisa beraktivitas lagi, meski aparat tetap berjaga di titik rawan.

Meski Kalabahi kembali tenang, bayang-bayang insiden itu belum sepenuhnya hilang. Sebuah surat yang viral di media sosial telah berubah menjadi pemicu nyata pertumpahan darah.

Kini, aparat dan pemerintah daerah menanggung pekerjaan berat. Mereka harus memastikan hukum ditegakkan, ketegangan mereda, dan rasa aman pulih. Sebab, luka akibat panah dan batu mungkin bisa sembuh, tetapi luka sosial di hati warga Kalabahi bisa terus membekas.

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merah: Skor 37 yang Menampar Nurani Bangsa

0
Korupsi

Indeks News – Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2024 kembali menjadi sorotan. Skor hanya 37 poin dari 100, menempatkan negeri ini di peringkat 99 dari 180 negara.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo, menyebut skor itu sebagai rapor merah yang memalukan.

“Kalau di sekolah, nilai kita merah, tidak lulus,” ucap Ibnu dalam sambutannya di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (17/9/2025).

Skor Merosot, Cermin Buram Korupsi

Pada tahun 2019, Indonesia pernah menduduki peringkat ke-80 dengan skor lebih baik. Namun, angka itu terus merosot hingga kini. Dari skor sempat jatuh ke 34, kemudian hanya sedikit membaik menjadi 37.

Kemunduran ini, menurut Ibnu, bukan sekadar angka statistik. Ia adalah gambaran pahit bahwa korupsi menjalar ke berbagai sektor, bahkan melibatkan para aparat penegak hukum yang seharusnya menjaga integritas.

“Bahkan para penegak hukum pun ikut terkontaminasi. Padahal seharusnya nilai kita bisa 100,” tegasnya.

Tertinggal dari Tetangga ASEAN

Skor IPK 37 membuat Indonesia kalah dari beberapa negara ASEAN. Vietnam meraih 40, Timor Leste 44, Malaysia 50, dan Singapura jauh meninggalkan dengan 84.

Posisi ini menempatkan Indonesia dalam situasi genting, seakan menjadi negara yang sedang dikepung bayangan korupsi.

Ribuan Kasus, Ratusan Pejabat Terseret

Fakta lain yang disampaikan Ibnu menambah getir. Hingga triwulan II 2025, 1.878 pelaku korupsi telah ditindak.

Rinciannya:

  • Anggota DPR RI dan DPRD: 364 kasus
  • Kepala lembaga atau kementerian: 41 kasus
  • Walikota/bupati dan wakil: 171 kasus
  • Pejabat eselon I–IV: 443 kasus
  • Hakim: 31 kasus
  • Jaksa: 13 kasus
  • Polisi: 6 kasus
  • Pihak swasta: 485 kasus

Modus yang paling banyak terjadi adalah suap dan gratifikasi dengan 1.068 temuan. Disusul pengadaan barang dan jasa sebanyak 428, serta kasus perizinan 28.

Ibnu juga menyinggung pandangan yang menyebut koruptor ditangkap karena “sial”. Ia menolak keras anggapan itu.

“Mereka bukan sial. Mereka kehilangan reputasi, jabatan, dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Namun, yang paling memilukan adalah keluarga para koruptor. Anak-anak, istri, dan kerabat harus menanggung beban sosial. Mereka sering dihujat, bahkan dianggap menikmati hasil haram.

“Yang kasihan keluarganya, terutama anak-anak. Orang berkata, ‘pantas kaya, bapaknya korupsi’,” tutur Ibnu lirih.

Heboh! Penemuan Kerangka Manusia dalam Pohon Aren di Sergai

0
Kerangka Manusia
Indeks News – Penemuan kerangka manusia di dalam pohon aren membuat warga Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, gempar. Peristiwa mengerikan sekaligus mengharukan itu terjadi di Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, pada Selasa (9/9/2025).

Kerangka manusia ditemukan secara tak sengaja oleh dua warga, Rian dan Aldi. Keduanya hendak mengambil buah sawit ketika melihat pohon aren yang tumbang akibat puting beliung sepekan sebelumnya. Saat mendekat, mereka melihat retakan pada batang pohon. Dari celah itu tampak tulang belulang.

“Tadi kami mau ambil buah sawit, terus terpijak pohon ini. Tampak ada retakan dan terlihat tulang. Pas dibuka, ternyata ada kerangka kayak manusia,” ucap Rian.

Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan pemeriksaan. Diduga kuat kerangka manusia tersebut milik seorang pemuda bernama M Yuda (23), yang sudah hilang sejak Agustus 2023.

Saat itu, Yuda yang baru berusia 21 tahun berpamitan kepada keluarganya untuk merantau, namun tak pernah kembali.

Kapolsek Firdaus, AKP Ahmad Albar, membenarkan laporan kehilangan itu. “Kurang lebih dua tahun, sejak Agustus 2023. Hilang saat umur 21 tahun dan sampai sekarang belum ketemu,” ujarnya.

Keyakinan keluarga semakin kuat setelah melihat barang-barang yang ditemukan bersama kerangka. Adik Yuda mengenali celana yang dulu pernah ingin ia pinjam, namun ditolak sang kakak. Selain itu, sebuah gelang yang ditemukan di lokasi disebut merupakan milik Yuda.

“Kata adiknya, gelang itu punya Yuda,” jelas Kanit Reskrim Polsek Firdaus, Iptu Anggiat Sidabutar.

Di balik misteri penemuan jasad ini, publik kembali menyoroti curhatan terakhir Yuda di media sosial. Pada Juli 2023, sebulan sebelum ia menghilang, Yuda membagikan ulang sebuah kutipan yang penuh makna. Tulisan itu menyinggung tentang perasaan tidak dihargai.

“Semakin sering seseorang tidak dihargai, semakin tinggi cuek yang ia akan miliki. Kadang yang menciptakan sifat buruk seseorang itu bukan dirinya melainkan perlakuan orang lain terhadap dirinya,” begitu isi unggahan Yuda.

Unggahan itu kini terasa menyayat hati. Seolah menjadi pesan terakhir sebelum dirinya hilang dan akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, terjebak di dalam batang pohon aren.

Meski dugaan mengarah pada Yuda, polisi tetap menunggu hasil otopsi dan uji DNA untuk memastikan identitas kerangka. Sampel DNA keluarga sudah diambil, sementara sejumlah saksi yang terakhir bertemu Yuda juga telah diperiksa.

2025 Tumbal Darah Rilis Teaser Trailer dan Poster.

0
Tumbal Darah
Tumbal Darah film horor besutan MAGMA Entertainment bersama Wahana Kreator, Sinemaku Pictures, Virtuelines Entertainment, Caravan Studio, Dunia Mencekam Studio, VMS Studio, PK Films, dan Samara Group dengan bangga melepas teaser trailer dan poster perdana dari proyek horor paling diantisipasi tahun ini.

Dari tangan dingin Charles Gozali, sang maestro di balik kesuksesan Qodrat, film Tumbal Darah ini siap mendefinisikan ulang genre horor-aksi dan menghantui bioskop Indonesia mulai 23 Oktober 2025. Teaser Trailer: Pertaruhan Nyawa di Klinik Bersalin Sejak detik pertama, teaser trailer Tumbal Darah menjerumuskan penonton ke dalam perjuangan hidup dan mati. Kita diperkenalkan pada Jefri (Marthino Lio) dan Ella (Sallum Ratu Ke), pasangan yang harapannya berubah menjadi mimpi buruk tak berujung di sebuah klinik bersalin terkutuk.

Hal yang membuat teaser trailer ini semakin mencekam adalah kemunculan dua hantu misterius dengan mata ketiga wajah serupa, alias kembar. DNA action supernatural khas Charles Gozali yang memukau penonton di Qodrat dan Pemukiman Setan kembali, dan kini hadir dengan kebrutalan dan ketegangan yang lebih pekat. Setiap koridor adalah ancaman, setiap detik adalah pertaruhan nyawa.

Tumbal Darah

Teaser Tumbal Darah ini adalah pembuka horor tanpa kompromi: intens, berdarah, dan mencekam hingga nafas terakhir. Teaser Poster: Wajah Ketakutan dan Ancaman dari Entitas yang Misterius Poster yang dilepas adalah potret teror itu sendiri. Terlihat wajah Ella yang diliputi kepanikan menjadi pusatnya, terperangkap di balik pintu dan menunjukkan ketakutan dalam ekspresinya melalui kaca yang retak. Tak hanya itu, tangan-tangan setan juga terlihat merangkul tubuh Ella, menahannya untuk tidak dapat keluar dari neraka ruang klinik bersalin mematikan tersebut.

Tuai Pujian di JAFF 2024: Pengalaman Menonton Tanpa Jeda Jauh sebelum teaser ini dirilis, Tumbal Darah telah membuktikan kekuatannya. Diputar perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024, film ini full-house dan sukses menuai pujian kritis karena kemampuannya menyajikan pengalaman sinematik yang brutal dan intens, tanpa memberi jeda bagi penonton untuk bernapas dari awal hingga akhir.

Tumbal Darah: Antara Cinta, Pengorbanan, dan Teror di Tengah Pandemi Di tengah suramnya masa pandemi COVID-19, Jefri, seorang penagih utang, berjuang demi masa depan istrinya, Ella, dan bayi yang mereka nantikan. Namun, takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan tragis memaksa mereka mencari pertolongan di satu-satunya tempat yang tersedia: sebuah klinik bersalin. Tanpa mereka sadari, tempat itu bukanlah penyelamat, melainkan altar persembahan setan. Terjebak di dalamnya, cinta dan pengorbanan mereka diuji melawan teror yang tak terbayangkan.

Tumbal Darah

Film ini didukung oleh deretan aktor seperti Marthino Lio, Sallum Ratu Ke, Donny Alamsyah, Agla Artalidia, Aksara Dena, Rania Putrisari, Epy Kusnandar, Leo Maitimu, Salsabila Zahra, Rowiena Umboh, Mikayla Hikaru, Veronika Twns, Valerie Twns, Quinnsha Alexandria Kimy, dan Quinnta Bian Kimy. Tumbal Darah siap meneror seluruh bioskop Indonesia mulai 23 Oktober 2025. Siapkan nyalimu, karena di neraka ini, satu-satunya jalan keluar adalah dengan darah.

Wanita Depok Nekat Buat Laporan Palsu Begal demi Lunasi Utang Pinjol

0
Depok
Indeks News – Depok kembali digemparkan. Seorang wanita muda bernama Tasya Khairani nekat membuat laporan palsu ke kepolisian. Ia mengaku dibegal dan kehilangan motornya di kawasan Beji, Depok. Namun, di balik cerita itu tersimpan kisah getir tentang jeratan pinjaman online (pinjol) yang menjerumuskannya.

Awalnya, pada Senin (15/9/2025), Tasya datang ke polisi dan mengaku menjadi korban begal. Ia menceritakan bahwa empat pria bertubuh kekar menodongkan pisau ke leher dan perutnya di dekat SMPN 5 Depok. Dalam pengakuannya, motor yang ia kendarai pun raib dibawa para pelaku.

Cerita itu terdengar meyakinkan. Tasya bahkan menambahkan detail dramatis bahwa pelaku sempat mencopot pelat nomor motornya agar jejak mereka sulit dilacak. Tak berhenti di situ, ia menyebarkan cerita bohong itu ke media sosial hingga membuat warga Depok resah.

Namun, penyelidikan polisi membongkar fakta sebenarnya. Motor Tasya tidak hilang. Ia justru menjualnya kepada tetangganya dengan harga Rp13 juta untuk menutup utang pinjol yang menjeratnya.

“Setelah ditelusuri, ternyata motor tersebut tidak hilang, melainkan dijual kepada tetangganya seharga Rp13 juta. Uang hasil penjualan motor itu digunakan untuk melunasi hutang pinjaman online (pinjol),” jelas Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, Rabu (17/9).

Viral dan Berujung Status Tersangka

Kebohongan Tasya terlanjur menyebar luas. Ceritanya yang viral membuat masyarakat heboh dan merasa khawatir dengan maraknya begal. Padahal, semua hanyalah rekayasa.

Polisi akhirnya menetapkan Tasya sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 220 KUHP tentang laporan palsu. Meski begitu, ia tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah satu tahun. Saat ini, Tasya dikenakan wajib lapor.

“Iya betul (tersangka). Sementara ini wajib lapor,” ujar AKP Made Budi.

Setelah kedoknya terbongkar, Tasya akhirnya muncul dan meminta maaf secara terbuka melalui akun Instagram Polres Metro Depok. Dengan suara bergetar, ia mengakui semua kebohongan yang dibuatnya.

“Saya Tasya Khairani, saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga Depok yang sudah digegerkan terhadap laporan palsu saya,” ucapnya.

Ia pun mengaku menjual motor seharga Rp13,5 juta dan menggadaikan BPKB sebesar Rp4 juta. Semua itu dilakukan demi menutup utang pinjol yang menekannya.

“Motif saya melakukan laporan tersebut adalah karena saya terlilit pinjol,” kata Tasya dengan nada penuh penyesalan.

Kasus Tasya menjadi potret nyata bagaimana jerat pinjaman online bisa menghancurkan hidup seseorang. Demi menutup aib dan rasa takut ketahuan orang tua, ia memilih jalan pintas dengan kebohongan besar. Hasilnya, bukan hanya dirinya yang malu, tapi juga menimbulkan keresahan bagi masyarakat luas.

Polisi menegaskan kasus ini masih dalam penyelidikan. Sementara itu, permintaan maaf Tasya diharapkan menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih waspada dalam mengelola keuangan dan tidak mudah tergiur oleh pinjaman online.

Jangan Panggil Mama Kafir 2025 Rilis Rilis Trailer dan Poster, Ini Kata Michelle Ziudith dan Giorgino Abraham

0
Jangan Panggil Mama Kafir
Jangan Panggil Mama Kafir sebuah film drama keluarga penuh haru besutan Rumah produksi Maxima Pictures bekerjasama dengan Rocket Studio Entertainment sebelum tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Oktober 2025, merilis Trailer dan Poster.

Film Jangan Panggil Mama Kafir digarap oleh sutradara Dyan Sunu Prastowo ini menghadirkan kisah tentang cinta, janji, perbedaan iman, hingga konsekuensi dari sebuah keputusan besar dalam hidup.

Cerita Jangan Panggil Mama Kafir berpusat pada sosok Maria (Michelle Ziudith), seorang perempuan Nasrani yang menikah dengan pria Muslim bernama Fafat (Giorgino Abraham). Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri kecil bernama Laila (Humaira). Sejak lahir, Laila telah dijanjikan untuk memeluk agama Muslim sesuai permintaan sang ayah. Namun takdir berkata lain.

Jangan Panggil Mama Kafir

Kehidupan Maria berubah drastis setelah Fafat meninggal dunia, meninggalkan dirinya sebagai seorang ibu tunggal yang harus berjuang keras membesarkan anaknya seorang diri. Konflik semakin memanas ketika Umi Habibah (Elma Theana), ibu dari Fafat, menggugat hak asuh atas Laila. Pertarungan emosional yang terjadi di ruang sidang kemudian mencapai titik klimaks ketika Laila, dalam keteguhan hatinya, mengucapkan kalimat yang mengguncang semua pihak: “Jangan panggil Mama kafir.”

Menurut Dyan Sunu Prastowo, Jangan Panggil Mama Kafir lahir dari kenyataan yang dekat dengan masyarakat kita. “Film ini lahir dari kisah nyata perjuangan seorang ibu lintas iman memperjuangkan hak asuh anaknya; sebuah perjalanan emosional yang hangat namun penuh tantangan, mengingatkan kita bahwa cinta tak pernah mengenal batas perbedaan, ruang, dan waktu meski pada akhirnya akan lebih utuh bila dijalani dalam satu keyakinan,” ungkapnya.

Bagi Michelle Ziudith, peran sebagai Maria menjadi tantangan tersendiri. Ia mengaku banyak belajar dari karakter yang diperankannya.

Jangan Panggil Mama Kafir

“Tantangan terbesarku adalah menjadi ibu tunggal yang harus tegar demi anak. Pesanku sederhana, seorang ibu harus bisa mencintai dirinya sendiri lebih dulu agar kasih sayangnya kepada anak semakin penuh,” ujarnya.

Sementara itu, Giorgino Abraham menuturkan pentingnya karakter Fafat yang meski singkat tetap menjadi fondasi cerita.

“Peran Fafat memang tidak banyak muncul, tapi justru menjadi pengantar penting bagi jalan cerita. Yang membuatku tertarik adalah bagaimana karakter ini menunjukkan cinta tanpa paksaan serta menghargai perbedaan dengan toleransi tinggi. Bagiku, sebesar apa pun agama, relasi keluarga terutama cinta seorang ibu dan anak tetap berada di atas segalanya,” katanya.

Jangan Panggil Mama Kafir

Elma Theana, yang memerankan Umi Habibah, juga menilai tokoh yang ia mainkan begitu dekat dengan kehidupan nyata. “Umi Habibah adalah representasi banyak orang tua yang keras karena ingin melindungi. Saya yakin penonton akan melihat sisi manusiawinya, meski caranya berbeda,” tuturnya.

Selain Michelle, Giorgino, Humaira, dan Elma, film ini juga menampilkan akting Kaneishia Yusuf, Indra Birowo, Tj Ruth, Dira Sugandi, Ence Bagus, Emmie Lemu, Gilbert Patiruhu, Pratiwi Dwiarti, hingga Runny Rudiyanti. Kehadiran aktor lintas generasi ini menambah kekuatan cerita yang sarat akan konflik batin, nilai-nilai keluarga, dan ikatan emosional yang mendalam.

Jangan Panggil Mama Kafir sekaligus menjadi bagian dari perayaan Ulang Tahun ke-21 Maxima Pictures di industri perfilman Indonesia. Melalui kerjasama dengan Rocket Studio Entertainment, Maxima berharap dapat memberikan karya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga membuka ruang empati serta refleksi bagi masyarakat dalam memandang perbedaan iman dan kehidupan keluarga.

Jangan Panggil Mama Kafir

Trailer resmi film ini sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube MaximaChannel8, sementara informasi tiket akan tersedia melalui berbagai aplikasi pemesanan bioskop. Dengan tema yang menyentuh dan deretan pemain yang kuat, Jangan Panggil Mama Kafir digadang-gadang menjadi salah satu film drama keluarga yang paling ditunggu di penghujung tahun 2025. Jangan lewatkan kisah tentang cinta, janji, dan perbedaan ini di bioskop mulai 16 Oktober 2025

Djamari Chaniago Resmi Jadi Menko Polkam, Jenderal asal Padang Kembali Mencuat di Panggung Politik

0
Djamari Chaniago

Indeks News – Djamari Chaniago resmi dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore (17/9/2025). Suasana khidmat dan penuh keharuan mewarnai prosesi pengucapan sumpah jabatan, ketika nama seorang prajurit senior kembali mencuat ke panggung politik nasional.

Dalam balutan prosesi kenegaraan, Presiden Prabowo sendiri mendiktekan sumpah jabatan yang diikuti Djamari Chaniago. Kalimat demi kalimat yang menggaung di ruangan itu membawa suasana haru sekaligus tegas, mencerminkan tanggung jawab besar yang kini dipikul sang purnawirawan jenderal.

Pelantikan ini menandai babak baru reshuffle Kabinet Merah Putih jilid kedua. Kursi Menko Polkam yang sempat kosong setelah pencopotan Budi Gunawan (BG) pada 8 September lalu, kini kembali diisi oleh pejabat definitif. Sebelumnya, posisi itu sempat dijalankan secara ad interim oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Latar Belakang Sang Jenderal Djamari Chaniago

Djamari Chaniago bukan sosok asing di dunia militer. Lahir di Padang, 8 April 1949, ia meniti karier panjang sejak lulus Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1971. Dari kesatuan Infanteri Kostrad, Djamari kemudian menorehkan prestasi hingga meraih pangkat Letnan Jenderal TNI.

Jabatan penting pernah diembannya, mulai dari Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tahun 1998–1999, Wakil Kepala Staf TNI AD 1999–2000, hingga Kepala Staf Umum TNI periode 2000–2004. Selepas dinas militer, ia juga sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang pada 2015–2016.

Sejarah mencatat, Djamari pernah duduk dalam Dewan Kehormatan Perwira (DKP) pada 1998. Saat itu, DKP memutuskan pemberhentian Prabowo Subianto dari ABRI terkait operasi penculikan aktivis 1997–1998. Dua puluh tujuh tahun berselang, takdir membawa keduanya kembali bertemu, kali ini dalam ikatan kepercayaan seorang presiden kepada seorang menko.

Momen ini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena dinamika politik, tetapi juga karena nuansa rekonsiliasi sejarah yang kental di dalamnya.

Reshuffle Kabinet dan Keputusan Presiden

Pelantikan Djamari Chaniago berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029. Bersamaan dengan dirinya, Presiden Prabowo juga menuntaskan dua kursi kosong kabinet, yakni Menko Polkam dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Dengan pengalaman panjang di bidang militer dan organisasi, publik menaruh harapan besar kepada Djamari Chaniago untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Kehadirannya di kursi Menko Polkam menjadi penegasan bahwa pengalaman, loyalitas, dan rekam jejak tetap menjadi modal utama dalam membangun pemerintahan.

Pelantikan sore itu pun ditutup dengan ucapan selamat dari Presiden Prabowo dan para tamu undangan. Senyum, jabat tangan, dan doa harapan seolah mengiringi langkah baru sang jenderal yang kini kembali mengabdi kepada negara, bukan lagi lewat seragam loreng, melainkan lewat kursi menteri di Kabinet Merah Putih.

Gubernur Riau Meradang: Jalan Rusak Parah, Pajak Lari ke Luar Daerah

0
Gubernur Riau

Indeks News – Jalan rusak parah kembali menjadi keluhan warga Riau. Kali ini, Gubernur Riau Abdul Wahid turun langsung ke ruas jalan lintas provinsi Minas–Perawang di Kabupaten Siak, Selasa (16/9/2025).

Kehadiran Gubernur Riau itu disambut suasana haru bercampur emosi. Warga sebelumnya nekat memblokade jalan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan yang tak kunjung diperbaiki.

Pemandangan di lokasi membuat hati miris. Aspal mengelupas, lubang menganga di sana-sini, dan tanah berlumpur menghambat kendaraan. Jalan yang mestinya menjadi urat nadi transportasi antarwilayah itu kini lebih mirip kubangan.

Gubernur Riau Meradang di Tengah Warga

Saat meninjau kondisi jalan, Gubernur Riau tak bisa menyembunyikan rasa kecewa dan kemarahannya. Didampingi Bupati Siak Afni Zulkifli dan sejumlah pejabat terkait, ia menyaksikan sendiri bagaimana kendaraan berat melintas tanpa henti, sebagian di antaranya truk-truk dengan muatan jauh melebihi kapasitas alias kendaraan ODOL (Over Dimension Over Loading).

“Saya lihat sendiri, banyak mobilnya pelat luar daerah semua. Jalan di Riau yang dirusak, tapi bayar pajaknya tidak di Riau,” tegas Wahid dengan nada tinggi, Rabu (17/9/2025).

Kalimat itu menusuk. Di balik kemarahan, terselip rasa kecewa mendalam. Pajak yang semestinya bisa menjadi pemasukan daerah justru lari ke provinsi lain. Sementara rakyat Riau harus menanggung akibat jalan rusak: terhambatnya aktivitas, terganggunya ekonomi, bahkan ancaman keselamatan.

Perintah Perbaikan Darurat

Gubernur Wahid langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau untuk segera melakukan penimbunan sebagai perbaikan fungsional. Ia menegaskan, jalan ini akan dibangun permanen dengan sistem rigid beton agar tahan lama.

“Rencananya ruas jalan ini akan di-rigid. Tapi, sebelum itu dilakukan perbaikan dulu secara fungsional,” ujarnya.

Langkah cepat itu memberi secercah harapan bagi warga yang sudah terlalu lama menanti perbaikan. Namun Wahid sadar, masalah jalan rusak tak bisa diselesaikan hanya dengan tambal sulam.

Perusahaan Akan Dipanggil

Lebih jauh, Gubernur Riau menegaskan akan memanggil perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sepanjang ruas jalan Minas–Perawang. Kendaraan mereka yang sering melintas bukan hanya membawa muatan berlebih, tetapi juga mayoritas berpelat luar daerah.

“Perusahaan akan kami undang. Kendaraan yang melintas harus sesuai kapasitas. Selain itu, pelatnya harus dimutasi ke Riau supaya pajaknya masuk ke sini dan bisa dipakai memperbaiki jalan,” ucap Wahid.

Pesan itu jelas: jangan hanya ambil keuntungan dari tanah Riau, tapi biarkan rakyat menanggung kerusakan.

Bagi warga, blokade jalan beberapa waktu lalu bukan sekadar aksi protes, melainkan jeritan hati yang lelah menunggu. Setiap hari mereka harus melewati jalan berlubang, tersendat di kemacetan, bahkan kerap terjebak lumpur saat hujan turun.

Kini, dengan turunnya Gubernur Riau langsung ke lokasi, muncul harapan baru. Warga menanti janji perbaikan benar-benar terealisasi, bukan hanya wacana.

Jalan Minas–Perawang bukan sekadar ruas penghubung. Ia adalah denyut nadi kehidupan masyarakat, jalur perdagangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Rusaknya jalan berarti terhambatnya kehidupan.

Dan hari itu, di tengah lubang dan lumpur, Gubernur Wahid meradang demi rakyatnya.

Indodax 2025 Raih Penghargaan Prestisius pada CFX Crypto Conference 2025

0
Indodax
Indodax memperoleh penghargaan sebagai anggota dengan volume transaksi tertinggi sepanjang tahun 2025. Bappebti menerima apresiasi khusus atas kontribusinya sebagai lembaga pemerintah yang merintis fondasi regulasi. Coinvestasi diganjar penghargaan karena konsistensinya menyelenggarakan acara global yang memperkuat literasi dan eksposur kripto di Indonesia.

Pengumumam Indodax mendapatkan penghargaan resmi diumumkan PT Central Finansial X (CFX) pada para penerima penghargaan tahunan dalam rangkaian CFX Crypto Conference 2025 (Triple C). Acara ini mengusung tema “Crypto’s Role in Indonesia’s Sustainable Economy, Innovation, Market Resilience, and Collaborative Regulation”, yang menegaskan peran penting kripto dalam membangun ekosistem berkelanjutan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Subani, Direktur Utama CFX, menekankan bahwa penghargaan bukan sekadar seremoni, melainkan representasi nyata dari tema besar Triple C 2025. Menurutnya, penghargaan ini menjadi simbol kolaborasi sekaligus dorongan agar ekosistem kripto di Indonesia terus berkembang secara sehat.

Indodax

Subani menjelaskan, isu sustainable economy menjadi sorotan penting. Menurutnya, perkembangan kripto perlu diarahkan pada kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, termasuk membuka ruang bagi penggunaan energi terbarukan dan efisiensi digital.

Selain itu, aspek market resilience juga menjadi perhatian utama. Ia mengakui bahwa aset global seperti Bitcoin dan Ethereum sangat dipengaruhi pasar internasional, tetapi menurutnya Indonesia tetap memiliki peluang memperkuat ketahanan pasar lewat inovasi produk dan peningkatan likuiditas.

“Jika likuiditas meningkat, dampaknya bisa meluas ke sektor lain di perekonomian. Dengan populasi yang besar, Indonesia masih punya ruang luas untuk memperluas adopsi kripto dan memperkuat daya saing pasar domestik,” jelasnya.

Terkait penghargaan yang diraih INDODAX, Subani menyampaikan apresiasi dan harapan besar. Ia menilai capaian INDODAX bukan hanya keberhasilan perusahaan, tetapi juga dorongan bagi anggota lain untuk terus meningkatkan kontribusi.

“INDODAX telah membuktikan dirinya sebagai elemen penting dalam membesarkan pasar kripto nasional. INDODAX telah menjadi yang terdepan dalam menumbuhkan market kripto. Kami berharap prestasi ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan tahun depan. Idealnya, penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi anggota lain untuk mengejar,” tuturnya.

Menanggapi penghargaan tersebut, CEO INDODAX, William Sutanto, menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad untuk terus memperkuat peran INDODAX di industri kripto nasional. Ia menegaskan penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim serta kepercayaan jutaan anggota INDODAX.

“Kami berterima kasih kepada CFX atas penghargaan ini. Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa INDODAX selalu berkomitmen menghadirkan platform yang aman, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Kami percaya ke depan, peran INDODAX tidak hanya menjaga likuiditas, tetapi juga mendorong inovasi yang berdampak pada ekonomi digital Indonesia,” ujar William.

William juga menekankan pentingnya sinergi dengan regulator dan pemangku kepentingan lain. Menurutnya, perkembangan kripto hanya dapat tumbuh berkelanjutan bila didukung ekosistem yang solid dan regulasi yang jelas.

“Kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat adalah kunci. INDODAX siap menjadi bagian dari dialog aktif itu demi menciptakan ekosistem kripto Indonesia yang sehat dan kompetitif,” tambahnya.

Sementara itu, penghargaan untuk Bappebti disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap lembaga yang berjasa besar sejak awal kemunculan industri kripto di Indonesia. Tanpa fondasi regulasi yang jelas, ekosistem perdagangan kripto tidak akan berkembang seperti sekarang.

Dengan penyelenggaraan Triple C 2025, CFX menegaskan komitmennya menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan kripto yang tangguh, inovatif, dan kolaboratif. Konferensi ini sekaligus diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing Indonesia di level regional.

CFX berencana melanjutkan tradisi ini setiap tahun, dengan tema yang akan terus diperbarui sesuai dinamika industri. Dengan demikian, Triple C diharapkan tidak hanya menjadi panggung apresiasi, tetapi juga forum strategis yang menyiapkan arah masa depan kripto Indonesia.

Film Tukar Takdir 2025 Merilis Official Trailer Ketika Nicholas Saputra Dihukum Rasa Bersalah

0
Tukar Takdir
Tukar Takdir karya Mouly Surya sebuah film drama petaka pesawat persembahan Starvision dan Cinesurya, bekerja sama dengan Legacy Pictures, yang akan tayang di bioskop mulai 2 Oktober 2025. Menjelang tayang, film ini merilis official trailer yang mengikuti kisah Rawa (Nicholas Saputra), satu-satunya penumpang pesawat yang selamat dari petaka Jakarta Airways 79.

Dalam Tukar Takdir  Penerbangan Jakarta Airways 79 hilang kontak dan ketika ditemukan, Rawa adalah satu-satunya penumpang yang selamat membawa pulang luka-luka dan trauma. Selain menjadi saksi dalam investigasi jatuhnya pesawat, Rawa juga menjadi penyambung duka maupun amarah putri tunggal dari pilot, Zahra (Adhisty Zara) dan istri penumpang yang bertukar tempat duduk dengannya, Dita (Marsha Timothy).

Official trailer Tukar Takdir mengikuti perjalanan Nicholas Saputra sebagai Rawa yang justru dihukum rasa bersalah. Ia selalu memendam pertanyaan mengapa hanya dirinya yang selamat. Hukuman rasa bersalah itu semakin bertambah saat ia bertemu dengan keluarga dari para korban Jakarta Airways 79 seperti Dita yang meluapkan amarah, serta Zahra yang masih terus berduka. Namun, di antara perasaan-perasaan itu, ada yang janggal. Simpati yang berujung pada empati, dan pada akhirnya membawa sepercik romansa. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Valiant Budi, film Tukar Takdir akan menjadi sajian segar dan baru untuk perfilman Indonesia yang mengangkat tentang drama petaka pesawat. Sebuah tema cerita yang relevan dengan penonton Indonesia, dan belum banyak dieksplorasi oleh sineas Indonesia.

Tukar Takdir

“Tukar Takdir hadir dengan genre yang baru di perfilman Indonesia. Pesawat tentunya menjadi transportasi umum yang sudah sangat familiar dengan kita, termasuk berbagai peristiwa yang terjadi, di antaranya petaka yang merenggut korban jiwa. Membuat film drama petaka pesawat tentunya bukan hal yang mudah. Semoga karya ini bisa menjadi cerminan baru bagi kita, melalui pergulatan emosi dari para karakternya yang harus menghadapi trauma dan melanjutkan kehidupan,” ujar produser Tukar Takdir Chand Parwez Servia.

Diproyeksikan untuk diproduksi sejak 2019, film Tukar Takdir akhirnya rilis tahun ini. Film ini juga terpilih untuk menjadi bagian dari Asian Contents & Film Market (ACFM), yang menjadi bagian dari Busan International Film Festival (BIFF) 2025. ACFM akan berlangsung pada 20–23 September 2025.

ACFM adalah pasar konten komprehensif utama di Asia yang menjadi platform bagi film, serial, animasi, publikasi, webtoon, novel web, dan konten berbasis AI dipamerkan dan diperdagangkan. Diadakan setiap tahun bersamaan dengan BIFF, ACFM mengumpulkan kreator, pembeli, produser, agen penjualan, dan investor global untuk berbagi wawasan industri terbaru dan membangun kemitraan bisnis strategis.

Tukar Takdir

“Film ini hadir dengan genre berbeda, dan semoga juga menjadi kontribusi kami untuk perfilman Indonesia yang saat ini tengah bertumbuh baik dan sudah bisa menerima karya-karya yang baru dan segar. Semoga juga diterima oleh banyak penonton saat tayang di bioskop Indonesia,” tambah produser Tukar Takdir Rama Adi.

Penulis dan sutradara Tukar Takdir Mouly Surya mengungkapkan, ia memang memiliki minat pada karya-karya bertema kecelakaan pesawat dan kasus-kasus yang terjadi di dunia penerbangan internasional. Meski demikian, Tukar Takdir menjadi sebuah karya yang benar-benar baru baginya.

“Film Tukar Takdir adalah karya yang baru bagi saya dan belum pernah dibuat sebelumnya. Selain drama petaka pesawat, ada drama yang kental dan melibatkan banyak karakter di dalamnya. Film ini juga berbicara tentang kedukaan, trauma, dan kesembuhan menuntun para karakternya untuk memiliki koneksi di tengah situasi putus asa,” ujar sutradara dan penulis Tukar Takdir Mouly Surya.

Tukar Takdir

Nicholas Saputra, yang memerankan Rawa mengungkapkan cerita di film ini akan terasa sangat dekat dan meyakinkan. Melalui benang merah musibah, akan menjadi jalan penonton menaruh empati ke para karakternya.

“Cerita di film ini relate dengan banyak orang. Rawa adalah salah satu representasi orang yang berhadapan dengan musibah. Dan tokoh-tokoh lain di film ini juga pastinya akan merepresentasikan perasaan dan situasi yang juga banyak dialami oleh kita,” ujar Nicholas Saputra.

“Memerankan Dita bagi saya adalah karakter yang cukup berat. Dita merepresentasikan orang yang menghadapi musibah dan duka dengan kehidupan. Saya adalah salah satu orang yang takut dengan pembicaraan tentang petaka pesawat. Dengan film ini, ini menjadi salah satu cara untuk bisa mengatasi ketakutan, dengan cara menghadapinya,” tambah Marsha Timothy.

Film drama petaka pesawat  ini dibintangi oleh Nicholas Saputra, Marsha Timothy, Adhisty Zara, Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Teddy Syach, Roy Sungkono, Ariyo Wahab, Revaldo, Hannah Al Rashid, Ayez Kassar, Devi Permatasari, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, Bagus Ade Saputra yang akan tayang mulai 2 Oktober 2025.

Sinopsis

Penerbangan Jakarta Airways 79 hilang kontak dan ketika ditemukan, RAWA (Nicholas Saputra) adalah satu-satunya penumpang yang selamat membawa pulang luka-luka dan trauma. Selain menjadi saksi dalam investigasi jatuhnya pesawat, Rawa juga menjadi penyambung duka maupun amarah putri tunggal dari pilot, ZAHRA (Adhisty Zara) dan istri penumpang yang bertukar tempat duduk dengannya, DITA (Marsha Timothy).