Beranda blog Halaman 5

WINGS for UNICEF 2026 Bersama Hers Protex Luncurkan Rangkaian Edukasi Kebersihan Menstruasi bagi Remaja Putri di Sekolah

0
WINGS
WINGS Group melalui program WINGS for UNICEF bersama Hers Protex dan UNICEF secara resmi meluncurkan rangkaian program edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) bagi remaja putri di sekolah sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung peningkatan praktik kebersihan menstruasi serta akses edukasi air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di lingkungan pendidikan.

WINGS melalui produk pembalut unggulannya, Hers Protex secara konsisten mewujudkan komitmen keberlanjutannya dalam mendukung praktik kebersihan menstruasi remaja putri di Indonesia dengan edukasi langsung ke total 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar melalui kampanye Generasi Bersih Sehat dengan menargetkan menjangkau 2.000 siswi SMP dan 2.000 orang tua.

Selain menstruasi yang masih kerap dianggap sebagai topik yang sensitif untuk dibicarakan secara terbuka di lingkungan sekolah, kurangnya akses informasi yang tepat dapat menimbulkan kecemasan pada remaja putri, khususnya saat pertama kali mengalami menstruasi. Tidak hanya itu, dukungan fasilitas sanitasi yang memadai di sekolah juga masih menjadi tantangan.

WINGS
Sesi Talkshow di acara Press Conference

Menurut Data Sanitasi Sekolah Menengah Pertama Tahun 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, secara nasional, rasio toilet laki-laki tercatat sebesar 1:85 dan rasio toilet perempuan 1:74, yang masih cukup jauh dari standar yang ditetapkan dalam regulasi pemerintah. Bahkan, belum ada provinsi yang memenuhi standar rasio fasilitas sanitasi sekolah tersebut.

Menyadari pentingnya dukungan edukasi serta lingkungan sekolah yang lebih suportif bagi remaja putri dalam menghadapi menstruasi, WINGS melalui Hers Protex terus memperkuat komitmennya dalam mendukung praktik kebersihan menstruasi yang layak melalui rangkaian edukasi di sekolah termasuk pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi serta memilih pembalut yang tepat dan nyaman.

Stella Eidelina, Marketing Manager Paper Product Category WINGS Group Indonesia menyampaikan, “Melalui kolaborasi WINGS for UNICEF bersama Hers Protex, kami ingin mendorong remaja putri memiliki pemahaman yang tepat mengenai manajemen kebersihan menstruasi sejak dini, termasuk pentingnya memilih pembalut yang tepat dan nyaman sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Bersih Sehat. Dengan pemahaman yang baik, kami berharap remaja putri dapat menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman, percaya diri, dan bebas khawatir selama menstruasi.”

WINGS
Produk Hers Protex Maxi Wings dan Extra Maxi, Bebas Klorin, Anti Bocor dan Daya Serap Tinggi

Sejalan dengan upaya tersebut, Muhammad Zainal, Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia, menekankan pentingnya akses terhadap edukasi kebersihan menstruasi serta dukungan lingkungan sekolah yang memadai agar remaja putri dapat tetap belajar dengan optimal.

“Data UNICEF menunjukkan bahwa 1 dari 7 anak perempuan di Indonesia memilih tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih saat menstruasi. Hal ini menunjukkan pentingnya akses terhadap edukasi kebersihan menstruasi serta dukungan lingkungan sekolah yang memadai agar remaja putri dapat tetap belajar dengan nyaman dan berpartisipasi secara optimal. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi langkah penting dalam memperkuat praktik kebersihan menstruasi di lingkungan pendidikan”, ujar Zainal.

Selain dukungan edukasi dan lingkungan sekolah yang lebih suportif, pemahaman yang tepat mengenai kebersihan dan kesehatan menstruasi juga menjadi faktor penting dalam membantu remaja putri menjalani masa pubertas secara sehat. dr. Dinda Derdameysia, Sp.OG., menjelaskan bahwa edukasi kesehatan menstruasi sejak usia remaja berperan penting dalam membantu remaja memahami perubahan tubuhnya secara tepat.

WINGS

“Edukasi kebersihan menstruasi sejak dini membantu remaja putri memahami perubahan tubuhnya dengan lebih percaya diri serta mendukung kesiapan mereka menjalani masa pubertas secara sehat, termasuk menjaga kebersihan tubuh selama menstruasi. Dukungan lingkungan sekolah yang informatif, orang tua yang siap mendampingi, penggunaan pembalut yang tepat, serta fasilitas sanitasi yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan selama menstruasi”, tutup dr. Dinda.

Sebagai bagian dari implementasi program tahun 2026, rangkaian edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi dilaksanakan di 20 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar pada bulan Mei hingga Juli melalui kegiatan sosialisasi kesehatan dan kebersihan menstruasi di sekolah, serta penguatan pemahaman mengenai pentingnya praktik kebersihan menstruasi dan dukungan lingkungan sekolah yang lebih suportif bagi remaja putri.

Melalui kolaborasi ini, WINGS melalui Hers Protex berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan suportif bagi remaja putri sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Bersih Sehat di Indonesia.

Seluruh inisiatif ini dirancang sejalan dengan komitmen WINGS Group untuk memberikan dampak positif yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat melalui produk dengan standar kualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik, karena “Life keeps getting better with WINGS”.

Review: Jabra Evolve3 dan PanaCast Room Kit, Ambisi Besar Menciptakan “Future of Hybrid Work” yang Sebenarnya.

0
Jabra
Jabra bukan pemain baru dalam ekosistem perangkat profesional, tapi tahun ini perusahaan tersebut terlihat semakin agresif. Lewat peluncuran Jabra Evolve3 dan PanaCast Room Kit, Jabra tampaknya ingin menunjukkan bahwa standar baru kolaborasi hibrida bukan hanya soal suara yang jernih atau video yang bagus — tapi ekosistem yang saling melengkapi.

Dua produk ini memperlihatkan arah besar Jabra: AI-first collaboration hardware, dengan pengalaman yang terasa natural, stabil, dan benar-benar siap dipakai setiap hari.

Dan setelah melihat fitur-fiturnya secara mendalam, sulit untuk tidak menganggap ini sebagai upaya paling ambisius Jabra dalam 3–5 tahun terakhir.

Jabra

Jabra Evolve3: Headset Boomless yang Serius Untuk Profesional, Bukan Sekadar Gimmick

Headset tanpa boom mic biasanya diasosiasikan dengan produk konsumer, bukan perangkat kerja profesional. Tapi Jabra mengambil langkah agresif: menghilangkan tangkai mikrofon sepenuhnya di seri Evolve3 — dan menggantinya dengan sistem AI audio yang jauh lebih kompleks.

ClearVoice + DNN: Noise Cancellation Bukan Lagi Fitur, Tapi Sistem

Jabra menanamkan ClearVoice, teknologi berbasis deep neural network yang dilatih dengan 60 juta sampel suara.

Jabra

Ini jumlah data yang setara dataset perusahaan telekomunikasi besar. Hasilnya?

  • Suara pengguna lebih stabil
  • Noise latar belakang (keyboard, AC, obrolan kantor) disingkirkan secara aktif
  • Tidak ada “robotic sound” yang biasa terjadi pada noise processing agresif

Dalam konteks profesional, ini terasa seperti lompatan besar — karena banyak headset boomless di pasaran masih gagal menjaga konsistensi suara pengguna.

Adaptive ANC: Tidak Cuma Meredam Bising, Tapi Menyesuaikan Diri

Tidak seperti ANC standar, Adaptive ANC pada Evolve3 terus menyesuaikan isolasi berdasarkan:

  • Kebisingan lingkungan
  • Posisi headset di kepala
  • Seal earcup yang berubah saat pengguna bergerak

Singkatnya: ini ANC yang terasa hidup.

Jabra

Model 85 vs 75: Dua Pengalaman, Dua Segmentasi

Evolve3 85 adalah model yang lebih serius—earcup besar, isolasi penuh, dan jelas ditargetkan untuk pekerja kantor terbuka yang membutuhkan fokus maksimal.

Evolve3 75 lebih ringan, breathable, dan cocok untuk fleksibilitas tinggi.

Keduanya punya fitur yang sering tidak dimiliki kompetitornya:

  • Battery endurance ekstrem (hingga 120 jam listening)
  • Fast charging 10 menit = 10 jam penggunaan
  • LE Audio + Google Fast Pair
  • Spatial Sound yang terasa lebih natural, bukan gimmick 3D

Jabra

Kesimpulan awal untuk Evolve3

Ini bukan headset konsumer yang “disulap” jadi profesional — ini headset profesional yang kebetulan tampil lebih modern dan lebih lifestyle friendly.

Pendekatan boomless dengan AI audio bukan hanya aesthetic decision, tapi engineering decision.

PanaCast Room Kit: Video Conference yang Mulai Masuk Teritori ‘Premium AI Studio’

Jika Evolve3 fokus pada audio personal, PanaCast Room Kit adalah game besar Jabra di ranah video conference.

Sistem ini mencakup:

  • PanaCast 55 VBS (video bar dengan edge AI)
  • PanaCast SpeakerMic
  • Dukungan multi-camera (1, 3, atau 5 kamera)
  • AI-based intelligent director

Dan ini adalah bagian menariknya: multi-camera yang bisa berpindah fokus layaknya switching kamera di studio produksi TV.

Multi-Camera Tracking: Mirip Apple Center Stage, Tapi Level Ruang Rapat

Sistem berbasis teknologi Huddly Crew ini mampu:

  • Melacak pembicara aktif
  • Mengatur framing otomatis
  • Memindahkan sorotan kamera sesuai dinamika percakapan

Untuk ruang rapat menengah–besar, ini adalah fitur yang benar-benar terasa relevan. Bukan gimmick.

Panoramic 180°: Memaksimalkan Ruang yang Sebenarnya

Banyak ruang rapat tidak simetris dan tidak selalu memiliki jarak yang ideal antara kamera dan peserta.
PanaCast 55 mengatasi ini dengan:

  • Lensa ultra wide
  • Penjahitan gambar (image stitching) cerdas
  • Edge AI untuk framing cepat

Ini membuat peserta jarak jauh benar-benar bisa melihat seluruh ruangan tanpa distorsi berlebihan.

SpeakerMic: Perangkat kecil, peran besar

Perangkat ini bukan sekadar mikrofon. Ia adalah:

  • mikrofon omnidirectional
  • speaker meeting
  • kontroler rapat yang sangat intuitif

Dan yang paling penting: audio coverage-nya dapat diperluas untuk ruang besar.

Ekosistem Hybrid Work: Benarkah Jabra Mulai Menyatu?

Selama bertahun-tahun, ekosistem Jabra terkesan terpisah: Evolve untuk personal, PanaCast untuk ruang rapat. Tapi generasi terbaru ini menunjukkan integrasi yang lebih solid.

Dukungan:

  • Edge AI
  • ClearVoice DNN
  • Intelligent Director
  • LE Audio + Fast Pair

…membuat ekosistem Jabra terasa lebih selaras, satu bahasa, satu arsitektur.

Riset Jabra bersama London School of Economics bahkan menunjukkan bahwa 60% pekerja akan menggunakan suara sebagai metode utama berinteraksi dengan teknologi dalam 3 tahun ke depan.
Ini konsisten dengan arah desain Evolve3 dan PanaCast.

Kesimpulan: Bukan Sekadar Upgrade, Tapi Reposisi Jabra di Level Premium

Jabra Evolve3 bukan cuma pembaruan estetika — ini sebuah langkah besar menuju headset profesional masa depan tanpa boom mic.

PanaCast Room Kit bukan sekadar perangkat video conference — ini mendekati sistem produksi AI kecil untuk ruang rapat.

Di pasar yang semakin dipenuhi perangkat hybrid work, Jabra tampaknya tidak berusaha menjadi “yang paling murah” atau “yang paling kasual”—melainkan yang paling serius.

Jika perusahaan ingin membawa level kolaborasi hybrid ke standar premium modern, kombinasi Evolve3 + PanaCast Room Kit mungkin adalah salah satu ekosistem paling matang di 2026.

BATDD 2026 Rilis “Tanggeria”, Eksplorasi Emosional Menuju Album Penuh

0
BATDD
BATDD (Bimbingan Anak Tersiap di Dunia) kembali melanjutkan semesta imajiner mereka lewat perilisan single terbaru bertajuk “Tanggeria”, yang resmi dirilis pada 17 April 2026 di seluruh platform streaming digital.

Setelah sebelumnya menghadirkan kisah fabel absurd dalam EP Tamasya Dibuka, kali ini BATDD membawa pendengar masuk ke narasi yang lebih dalam dan emosional. “Tanggeria” menjadi refleksi tentang kematian, kehilangan, dan proses penyembuhan yang berujung pada lahirnya bentuk kehidupan baru.

Secara lirik, lagu ini tetap kental dengan gaya puitik dan surealis khas BATDD. Salah satu penggalan, “Imajineria terurai menjadi rupa kamu”, menggambarkan momen ketika Bapak Loket Berkumis menemukan titik terang dari delusinya melalui sosok Emily, apoteker setengah manusia setengah katak.

BATDD

“Penggalan lirik itu terasa sangat emosional, karena jadi titik kesembuhan dari cerita yang selama ini kita bangun,” ujar Dika si Anggur (gitar/vokal).

Dari sisi musikal, “Tanggeria” hadir dengan pendekatan yang eksperimental. BATDD memainkan berbagai lapisan melodi dan ritme yang berjalan secara independen, namun tetap berpadu harmonis. Pendekatan ini menciptakan warna baru yang unik dalam katalog musik mereka.

“Di workshop, Dika minta semua melodi dan ritme ‘ditabrakin’. Katanya dia dapat arahan dari ‘dewa musik’,” ungkap Dea si Gajah (vokal/gitar), menambahkan sentuhan humor khas band ini.

BATDD
TANGGERIA_ARTWORK

Tak hanya dari sisi audio, visual “Tanggeria” juga digarap serius. Artwork single ini dibuat menggunakan tanah liat dan resin untuk menggambarkan elemen penting dalam dunia Tanggeria, seperti Hutan Tanggeria, Pohon Malampa sebagai sumber kehidupan, hingga momen simbolik ketika Emily memberikan biji pohon tersebut.

“Prosesnya panjang, dari mentok ide sampai akhirnya dapat inspirasi pas lagi berendam dan dengerin lagunya sendiri,” cerita Dea.

Menariknya, “Tanggeria” juga berfungsi sebagai penutup dari EP Tamasya Dibuka, sekaligus menjadi jembatan menuju album penuh BATDD yang akan datang dengan judul yang sama, TANGGERIA.

BATDD

Dirilis di bawah label Greedy Dust, “Tanggeria” kini sudah bisa dinikmati di berbagai DSP. Sebuah penanda bahwa perjalanan BATDD dalam semesta imajiner mereka masih jauh dari kata selesai.

 

Xiaomi Resmi Rilis Robot Vacuum H50 Series di Indonesia: Suction Hingga 15.000Pa dan Navigasi Laser Lebih Presisi

0
Xiaomi
Xiaomi kembali memperluas ekosistem smart home di Indonesia dengan menghadirkan Xiaomi Robot Vacuum H50 Series, lini robot pembersih terbaru yang mengutamakan performa tinggi, navigasi lebih presisi, dan sistem otomatis yang semakin cerdas. Rangkaian ini terdiri dari dua model: Xiaomi Robot Vacuum H50 dan Xiaomi Robot Vacuum H50 Pro.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis Xiaomi dalam mewujudkan visi Human x Car x Home, yaitu menghadirkan pengalaman hidup yang lebih efisien melalui teknologi yang terkoneksi.

Xiaomi Robot Vacuum H50: 10.000Pa Daily Cleaning dengan Auto Maintenance

Xiaomi

Model dasar dari seri ini, Xiaomi Robot Vacuum H50, dibekali suction power 10.000Pa, menjadikannya salah satu robot vacuum paling bertenaga di kelasnya. Daya hisap ini didukung oleh main & side brushes with dual anti-tangle protection, membuatnya efektif untuk menangani serpihan kecil, rambut, hingga debu halus.

Fitur unggulan lainnya:

  • LDS Laser Navigation untuk pemetaan ruangan yang lebih akurat dan efisien.
  • All-in-one base station yang dapat mencuci dan mengeringkan mop secara otomatis, sekaligus mengosongkan debu.
  • Seamless operation untuk penggunaan harian tanpa intervensi manual.

Xiaomi

Selama First Sale, H50 ditawarkan dengan harga Rp4.999.000 berikut bonus Disposable Bag.

Robot Vacuum H50 Pro: 15.000Pa, Dual Extend Arms, dan Deteksi Hambatan Lebar

Xiaomi Robot Vacuum H50 Pro hadir dengan spesifikasi yang lebih agresif untuk pengguna yang membutuhkan performa deep cleaning. Dengan suction hingga 15.000Pa, model ini menyasar kebutuhan rumah berukuran besar atau area dengan tingkat kotoran lebih tinggi.

Peningkatan signifikan yang ditawarkan H50 Pro mencakup:

Xiaomi

  • Dual Extend Arms for Edge Cleaning — sistem lengan samping yang dapat menyesuaikan diri untuk menjangkau tepian dan sudut ruangan lebih optimal.
  • 129° Wide-Angle Laser Detection — meningkatkan kemampuan obstacle avoidance dengan mendeteksi objek kecil secara lebih presisi.
  • Smart Carpet Detection + Auto Mop Pad Lifting — memastikan karpet tetap kering dan mencegah mop menggosok area yang tidak diperlukan.
  • All-in-one base station dengan sistem pemeliharaan otomatis sama seperti versi reguler.

Dengan fitur yang lebih komprehensif, H50 Pro dijual dengan harga Rp6.999.000 selama periode First Sale.

Ekosistem & Ketersediaan

Seluruh produk H50 Series terintegrasi penuh dengan aplikasi Xiaomi Home, memungkinkan pengguna melakukan kontrol jarak jauh, menjadwalkan pembersihan, mengatur zona terlarang, hingga melihat peta 3D hunian.

Brand ini membuka promo First Sale mulai 24 April – 31 Mei 2026, lengkap dengan bonus Disposable Bag serta kesempatan memenangkan Mijia Air Conditioner untuk pembeli yang melakukan Buy & Review di mi.com dll.

“Juna Hilang ke Dunia Demit! Sekawan Limo 2 Bikin Merinding Sekaligus Ngakak di Gunung Klawih!”

0
Sekawan Limo 2
Press conference Bersama Produser, Para Cast dan Film Maker/ Foto: Eny
Sekawan Limo 2: Gunung Klawih Film produksi Starvision dan Skak Studios ini siap tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026. Setelah sukses besar dengan lebih dari 2,5 juta penonton di film pertamanya, SEKAWAN LIMO kembali dengan cerita yang lebih liar, seram, sekaligus Kocak.

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih diproduseri oleh Chand Parwez Servia dan disutradarai sekaligus dibintangi oleh Bayu Skak, sekuel ini menjanjikan level komedi horor yang lebih “niat”baik dari cerita, karakter, sampai konflik yang lebih intens.

Reuni Berujung Petaka, Juna Hilang ke Dunia Demit di Sekawan Limo 2: Gunung Klawih!

Sekawan Limo 2
Para Cast Film Saat Doorstop / Foto: Eny

Tiga tahun setelah pendakian Gunung Madyopuro, lima sekawan—Bagas, Lenny, Dicky, Andrew, dan Juna—kembali berkumpul. Tapi bukannya seru-seruan biasa, reuni mereka justru berubah jadi mimpi buruk saat keluarga Andrew terancam jadi tumbal pesugihan.

Situasi makin kacau ketika Juna tiba-tiba menghilang ke dunia demit! Tanpa banyak pilihan, mereka harus berangkat ke Gunung Klawih demi memutus kutukan yang mengancam nyawa.

Lebih Dewasa, Lebih Dalam, Tapi Tetap Kocak

Sekawan Limo 2
Press conference Bersama Produser, Para Cast dan Film Maker/ Foto: Eny

Menurut sang produser, Chand Parwez Servia, film ini bukan sekadar horor dan komedi biasa.

“Film ini mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan. Karakter lima sekawan menjadi representasi bagaimana kita harus tetap bersama menghadapi masalah, seberat apa pun itu.”ujar Chand Parwez Servia saat peluncuran Trailer dan poster di Metropole Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).

Sementara itu, Bayu Skak menegaskan bahwa sekuel ini membawa pesan yang cukup dalam.

Sekawan Limo 2

“Gunung Klawih terinspirasi dari mitos Gunung Kawi yang sering dikaitkan dengan pesugihan. Lewat film ini, kami ingin mengingatkan: ojo golek dalan pintas—jangan cari jalan pintas dalam hidup.”

Para Pemain Ikut “Kena” Pesannya

Pemeran Juna, Benidictus Siregar, mengaku film ini punya makna personal.

“Film ini mengingatkan saya untuk menikmati proses hidup, walau banyak rintangan. Jangan tergoda jalan instan.”

Sedangkan Indra Pramujito yang memerankan Andrew, menyoroti sisi emosional cerita.

“Ini bukan cuma soal horor, tapi juga tentang cinta, keluarga, dan tanggung jawab. Andrew mengajarkan kita untuk memperjuangkan apa yang kita pilih dalam hidup.”

Deretan Cast Super Ramai & Surprise Cameo di Sekawan Limo 2.

Selain Bayu Skak, Nadya Arina, dan Benidictus Siregar, film ini juga diramaikan oleh banyak nama populer seperti:

  • Joshua Suherman
  • Brandon Salim
  • Gisella Anastasia
  • Cak Kartolo

Serta dukungan dari para personel Yowis Ben dan deretan pemain lainnya yang bikin film ini makin penuh warna.

Horor + Komedi + Pesan Moral = Paket Lengkap

Dengan kombinasi cerita mistis pesugihan, persahabatan yang solid, dan komedi khas Jawa Timuran, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih siap jadi tontonan yang bukan cuma menghibur, tapi juga punya pesan kehidupan yang “nempel”.

Catat tanggalnya: 27 Mei 2026 di bioskop!
Siap-siap, karena kali ini… bukan cuma ketawa yang pecah—tapi juga bulu kuduk!. (EH).

Vanessa Zee & Rony Parulian 2026 Rilis Kolaborasi Emosional “Takkan Terulang”

0
Vanessa Zee
Cover Art
Vanessa Zee Penyanyi indie-pop berkolaborasi dengan Rony Parulian dalam single terbaru bertajuk “Takkan Terulang” yang resmi dirilis di seluruh platform musik digital pada 17 April 2026. Lagu ini menghadirkan eksplorasi emosional tentang dinamika hubungan yang berada di ambang perpisahan.

Secara konsep, “Takkan Terulang”  Vanessa Zee dibangun melalui empat fase emosional yang runtut, yaitu questioning, withdrawal, relapse, hingga acceptance. Pendekatan ini memberikan narasi yang utuh mengenai proses seseorang dalam menghadapi akhir sebuah hubungan mulai dari keraguan, upaya menjauh, keinginan untuk kembali, hingga akhirnya menerima kenyataan.

Dari sisi musikalitas, lagu ini memadukan karakter vokal Vanessa Zee yang lembut dan jernih dengan warna vokal Rony Parulian yang lebih dalam dan bertekstur.

Vanessa Zee

Perpaduan tersebut menciptakan dinamika yang kontras namun tetap harmonis, memperkuat emosi yang ingin disampaikan dalam lagu.

Kolaborasi ini bermula dari ketertarikan Vanessa terhadap karakter vokal Rony, yang sebelumnya sempat ia apresiasi melalui penampilan live. Interaksi tersebut kemudian berkembang menjadi proyek kolaboratif yang terealisasi dalam karya ini.

Vanessa Zee
Cover Art

Dalam proses produksinya, “Takkan Terulang” melibatkan Lafa Pratomo sebagai produser, yang dikenal melalui karya-karyanya di ranah pop dan indie.

Sementara itu, Mohammed Kamga turut berperan sebagai vocal director, memastikan penyatuan karakter vokal kedua penyanyi dapat tersaji secara seimbang dan menyatu.

Vanessa Zee

Dengan pendekatan produksi yang matang serta narasi yang kuat, “Takkan Terulang” menawarkan pengalaman mendengar yang emosional sekaligus intim, sekaligus menambah deretan rilisan kolaboratif yang menonjol di tahun ini.

 

Angel Pieters 2026 Rilis “Garis Tangan”, Ballad Reflektif tentang Takdir dan Keikhlasan

0
Angel Pieters
Foto: Eny
Angel Pieters kembali merilis karya terbaru berjudul Garis Tangan setelah membuka tahun 2026 lewat single Rindu. Di lagu ini, Angel menghadirkan warna ballad yang emosional, dengan tema besar tentang penerimaan, takdir, dan keikhlasan dalam menjalani hidup.

Secara musikal, Garis Tangan dibangun dengan aransemen yang minimalis namun intim, memberi ruang pada vokal khas Angel Pieters yang hangat dan penuh rasa. Liriknya berbicara tentang garis kehidupan yang tak selalu bisa dikendalikan—tentang bagaimana manusia pada akhirnya belajar untuk menerima apa yang sudah digariskan.

Bagi Angel Pieters, lagu ini bukan sekadar rilisan baru, melainkan titik balik dalam perjalanan bermusiknya. Ia mengaku kini lebih fokus pada proses berkarya dibandingkan hasil akhir seperti popularitas atau angka.

Angel Pieters
Foto: Eny

“Sekarang aku lebih menikmati prosesnya. Aku ingin terus berkarya tanpa terlalu memikirkan apakah lagunya akan besar atau tidak,” ungkap Angel Pieters dalam sesi press conference di Teater Salihara, Selasa (1/4/2026).

Garis Tangan ditulis oleh Kamga bersama Martinus Layardo (Tintin). Dari sisi penulisan, lagu ini lahir dari pertanyaan sederhana namun dalam: apakah takdir bisa dipaksakan? Tema tersebut kemudian berkembang menjadi cerita tentang dua individu yang berjuang untuk bersama, namun dihadapkan pada realita bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan.

Kamga menghadirkan perspektif yang reflektif dalam liriknya—tentang harapan, cinta, dan batas antara usaha manusia dengan ketentuan yang lebih besar. Angel pun merasa terhubung secara personal dengan pesan yang dibawa lagu ini.

Angel Pieters
Foto: Eny

Untuk visual, video klip Garis Tangan tampil sederhana dengan konsep hitam-putih dan teknik one take. Tanpa narasi yang kompleks, visual hanya menampilkan Angel di sebuah lorong—menciptakan suasana yang sunyi, kontemplatif, dan selaras dengan emosi lagu.

Alih-alih mengandalkan storytelling yang rumit, Angel justru menekankan kekuatan pada lirik dan melodi. “Kesederhanaannya terasa cukup. Pesannya sudah kuat tanpa perlu banyak visual tambahan,” jelasnya.

Kini, seiring perannya sebagai ibu dan perjalanan hidup yang semakin matang, Angel Pieters melihat musik sebagai medium yang lebih personal. Ia juga memanfaatkan platform kreatifnya, Nocturne, sebagai ruang eksplorasi dan ekspresi diri.

Angel Pieters
Foto: Eny

Lewat Garis Tangan, Angel tidak hanya menghadirkan lagu, tetapi juga pengalaman emosional—sebuah ajakan untuk berdamai dengan keadaan dan menemukan makna dalam setiap proses kehidupan.

Single Garis Tangan kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital di Indonesia.

 

Dressponsible Vol. 2: Ketika Fashion, Edukasi, dan Gaya Hidup Berkelanjutan Bertemu di Museum Bank Indonesia

0
Dressponsible
Foto: Eny
Dressponsible Vol. 2 digelar di Museum Bank Indonesia yang mendadak terasa berbeda. Bukan hanya soal sejarah dan arsitektur klasiknya, tetapi karena siang itu ruangannya dipenuhi energi anak muda yang bicara soal masa depan: sustainable fashion.

Lewat gelaran Dressponsible Vol. 2, mahasiswa menghadirkan sebuah kampanye yang bukan sekadar acara, tapi juga gerakan gaya hidup. Fokusnya jelas—mengajak generasi muda lebih sadar terhadap dampak industri fashion dan mulai beralih ke konsumsi yang lebih bijak.

Kepala Museum Bank Indonesia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menilai kolaborasi lintas bidang mulai dari mahasiswa, pemerintah, desainer, hingga media menjadi kunci dalam mendorong perubahan nyata di acara Dressponsible Vol. 2 ini.

Dressponsible
Foto: Eny

“Isu sustainable fashion bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Semua punya peran, termasuk media sebagai penyebar informasi dan generasi muda sebagai penggerak tren,” ujar Rio Wardhanu di Museum Bank Indonesia, Sabtu (18/4/2026).

Plt Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Romi Astuti, juga menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia menyebut bahwa kampanye seperti Dressponsible menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi industri fashion ke arah yang lebih berkelanjutan.

“Tren sustainable fashion di Indonesia terus berkembang, mulai dari thrifting, upcycling, hingga rental fashion. Ini bukan lagi sekadar alternatif, tapi sudah menjadi gaya hidup baru, terutama di kalangan generasi muda,” jelas Romi.

Dressponsible
Foto: Eny

Ia juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau dan circular economy menuju target pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Fenomena meningkatnya kesadaran Gen Z terhadap isu lingkungan pun dinilai menjadi momentum penting. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan tetap ada, terutama dari masifnya brand fast fashion global.

“Di sinilah pentingnya edukasi dan kolaborasi. Kita perlu membangun pola konsumsi yang lebih bijak, dan kampanye seperti ini punya peran besar dalam membentuk kesadaran tersebut,” tambahnya.

Dressponsible
Foto: Eny

Menariknya, Dressponsible Vol. 2 bukan hanya kampanye biasa. Program ini merupakan bagian dari tugas akhir mahasiswa berbasis proyek yang menggabungkan teori komunikasi dengan praktik nyata di lapangan.

Dosen pembimbing, Melvin Bonardo Simanjuntak, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menciptakan dampak langsung.

“Kami memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memilih output tugas akhir berbasis proyek. Dalam konteks ini, mereka mengangkat isu sustainable fashion melalui pendekatan komunikasi, seperti iklan layanan masyarakat dan fashion show, sebagai tools untuk mengedukasi publik,” ungkap Melvin Dosen Pembimbing LSPR Institute of Communication & Business.

Dressponsible
Foto: Eny

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata seperti ini juga melatih kemampuan komunikasi strategis, mulai dari membangun relasi dengan stakeholder hingga menjalankan kampanye secara mandiri.

Hal ini menunjukkan bahwa dunia akademik kini tak lagi hanya soal teori, tetapi juga bagaimana menciptakan dampak langsung di masyarakat.

Dari sisi industri, fashion sendiri menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang potensial. Di Jakarta, sektor ini berada di jajaran kontributor utama setelah kuliner dan media. Dengan dukungan ekosistem yang kuat—mulai dari event, komunitas, hingga fasilitas publik—peluangnya terus terbuka lebar, terutama bagi generasi muda.

Namun, tantangannya juga nyata. Maraknya brand fast fashion dengan harga murah masih menjadi godaan besar. Di sinilah edukasi dan kampanye seperti Dressponsible menjadi penting—untuk mengubah mindset bahwa murah tidak selalu berarti baik, terutama bagi lingkungan.

Lebih dari sekadar tren, sustainable fashion kini bergerak menjadi identitas. Sebuah cara baru dalam mengekspresikan diri—bukan hanya lewat gaya, tapi juga lewat pilihan yang lebih bertanggung jawab.

Dan dari Museum Bank Indonesia, pesan itu digaungkan: masa depan fashion ada di tangan mereka yang peduli. (EH).

 

Kripto Dorong Ekonomi Digital, BLK 2026 Perkuat Literasi dan Kepercayaan Pasar

0
Kripto
Sesi Panel BLK
Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang digelar oleh Asosiasi Blockchain Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi ekonomi digital berbasis kripto di Indonesia. Program yang berlangsung sepanjang April hingga Mei ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mendorong integrasi kripto dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas dan inklusif.

Mengusung tema transformasi ekosistem digital, BLK 2026 menegaskan bahwa kripto kini bukan sekadar instrumen investasi alternatif, melainkan bagian dari infrastruktur ekonomi digital yang terus berkembang. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari akademisi, pelaku industri, hingga aparat penegak hukum—menunjukkan bahwa sektor bisnis ini semakin mendapat perhatian sebagai pilar baru dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam perspektif bisnis, peran influencer dan konten kreator menjadi sorotan utama. CEO INDODAX, William Sutanto, menilai bahwa influencer telah berkontribusi signifikan dalam memperluas penetrasi pasar bisnis ini di Indonesia. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai katalis dalam membentuk persepsi publik terhadap aset kripto.

Kripto
CEO INDODAX – William Sutanto

Menurutnya, karakteristik bisnis ini yang kompleks dan teknis membuat peran perantara informasi menjadi krusial dalam mendorong adopsi. Dalam konteks ekonomi bisnis, hal ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah pengguna, likuiditas pasar, serta pertumbuhan transaksi di platform perdagangan kripto.

Namun demikian, pertumbuhan pesat ini juga menghadirkan tantangan, khususnya terkait kredibilitas informasi. William menekankan perlunya regulasi yang lebih tegas terhadap akun anonim dan praktik misinformasi yang berpotensi merusak kepercayaan pasar. Dalam industri keuangan, kepercayaan merupakan faktor utama yang menentukan keberlanjutan bisnis.

Dari sisi ekonomi, penguatan regulasi dan literasi menjadi dua faktor kunci dalam menjaga stabilitas industri kripto. Regulasi yang jelas akan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, sementara literasi yang baik akan meningkatkan kualitas investor dan meminimalkan risiko spekulatif yang berlebihan.

Kripto
Sesi Panel BLK

Melalui BLK 2026, kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan influencer diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang sehat, transparan, dan berdaya saing. Upaya ini juga sejalan dengan strategi nasional dalam mendorong transformasi digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sebagai bagian dari strategi bisnisnya, INDODAX turut memperkuat edukasi melalui INDODAX Academy serta menghadirkan platform perdagangan yang aman dan transparan. Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik—faktor krusial dalam memperluas adopsi kripto sebagai bagian dari sistem ekonomi digital Indonesia.

Film Zombie Korea “Colony (군체)” Siap Mengguncang 2026, Tayang Perdana di Cannes dan Rilis 21 Mei

0
Colony
Colony (군체) film Yang mengembrak Industri perfilman Korea Selatan disutradarai oleh Yeon Sang-ho, sineas di balik sejumlah film thriller populer, Colony dijadwalkan tayang perdana di ajang Festival Film Cannes 2026, tepatnya dalam program Midnight Screenings, sebelum rilis resmi di Korea Selatan pada 21 Mei 2026.

Film berdurasi 122 menit ini mengusung genre thriller zombie dengan pendekatan cerita yang intens dan penuh tekanan. Mengangkat tema wabah misterius, Colony berfokus pada sekelompok penyintas yang terjebak di dalam sebuah gedung setelah virus berbahaya menyebar dengan cepat dan tak terkendali.

Kisah berpusat pada Kwon Se-jeong (Jun Ji-hyun), seorang profesor bioteknologi yang harus menghadapi situasi darurat saat konferensi yang ia hadiri berubah menjadi bencana. Virus yang bermutasi dengan cepat menginfeksi banyak orang, memaksa otoritas menutup gedung dan mengisolasi seluruh orang di dalamnya.

Colony
Jun Ji-hyun / Foto: Istimewa

Dalam kondisi penuh kepanikan, Se-jeong berusaha memimpin para penyintas dengan memanfaatkan keahliannya untuk memahami pola dan evolusi infeksi tersebut. Di sisi lain, muncul konflik baru ketika sosok ilmuwan Seo Young-cheol (Koo Kyo-hwan), yang diduga menjadi penyebab wabah, mengaku memiliki vaksin—menjadikannya target sekaligus harapan.

Tak hanya menampilkan ketegangan melawan infeksi, film ini juga memperlihatkan drama kemanusiaan di tengah krisis. Ji Chang-wook berperan sebagai petugas keamanan yang berjuang melindungi keluarganya, sementara Kim Shin-rok memerankan kakaknya yang memiliki keterbatasan fisik dan ikut terjebak dalam situasi berbahaya.

Colony

Deretan pemain ternama seperti Shin Hyun-been dan Go Soo turut memperkuat cerita yang sarat emosi dan konflik. Dengan dukungan rumah produksi Wow Point dan Smilegate, serta distribusi oleh Showbox, Colony digarap dengan anggaran sekitar ₩17 miliar.

Menggabungkan elemen thriller, aksi, dan drama psikologis, Colony diprediksi menjadi salah satu film Korea paling dinantikan tahun ini. Apalagi, kehadirannya di Cannes menjadi sinyal kuat bahwa film ini siap mencuri perhatian pasar global.

Colony
Foto: Istimewa

Dengan premis yang menegangkan dan jajaran pemain papan atas, Colony (군체) berpotensi menjadi standar baru dalam genre film zombie modern.