Beranda HUKUM Penjualan Pil Aborsi Terbongkar di Padang, Pengguna Pil Menggugurkan Kandungan Ini Kini...

Penjualan Pil Aborsi Terbongkar di Padang, Pengguna Pil Menggugurkan Kandungan Ini Kini Diburu Polisi

Pil Aborsi
Polresta Padang membongkar praktik penjualan obat keras daftar G atau pil aborsi tanpa izin edar dan tanpa resep dokter yang diduga diperjualbelikan untuk menggugurkan kandungan.

“Pelaku yang kami tangkap adalah pasangan suami istri pemilik apotek yaitu I (50) dan S (50),” ujar ┬áKepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, Sabtu (13/2/2021).

Rico mengatakan, pengungkapan praktik jual beli obat keras atau pil aborsi itu telah dimulai sejak Kamis (11/2) dan kemudian terus dilakukan pengembangan kasus hingga saat ini.

Penangkapan pasangan suami istri tersebut di apotek mereka bernama Apotek Indah Farma, Jalan Ksatria, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Padang.

Terbongkarnya kasus penjualan pil aborsi ini berawal ketika petugas mendapatkan informasi bahwa apotek milik pelaku menjual obat-obat daftar G (obat keras tanpa izin edar). Tim Operasional Satreskrim kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan cara memancing pelaku untuk bertransaksi.

“Ternyata benar mereka memperjualbelikan (obat keras),” ujarnya.

Tim opsnal langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pemilik apotek itu serta mengamankan barang bukti berupa obat-obatan berbagai merek.

Pil Aborsi
Pil Aborsi yang dijual

Ketika diinterogasi, keduanya mengakui obat menggugurkan kandungan tersebut memang dijual kepada wanita hamil dan juga terungkap membantu proses aborsi.

Tidak hanya sekedar itu, polisi kemudian mengembangkan kasus untuk mencari pelaku yang diduga telah melakukan aborsi berbekal riwayat transaksi kedua pelaku.

Perburuan dimulai pada Jumat (12/2) dan berhasil mengamankan perempuan AHS (20) bersama pasangan di luar nikah ND (20) di kawasan Pauh, keduanya diketahui masih berstatus mahasiswa. Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB polisi kembali mengamankan pasangan lainnya yaitu FS (20, perempuan) dan AS (25).

“Kasus ini masih terus kami dalami dan kembangkan,” pungkasnya.