Indeks News – Perselisihan terkait bisnis kelapa sawit di Kabupaten Pandeglang, Banten, berakhir tragis.
Seorang pria bernama Aang Humaedi (34) alias Medi, warga Kampung Babakan Kembang, Desa Cikadu, Kecamatan Cibaliung, tewas bersimbah darah setelah terlibat cekcok dengan rekannya sendiri, TR alias Duo, pada Senin (27/10/2025) dini hari.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Desa Cikalong, Kampung Ranca Sadang, Kecamatan Cibitung, sekitar pukul 00.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertikaian berawal dari sengketa jual beli buah kelapa sawit antara korban dan pelaku, yang sebelumnya menjalin kerja sama bisnis.
Kapolsek Cibaliung, Iptu Asep Jamal, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban bersama dua rekannya datang ke lokasi setelah mendapat kabar bahwa pelaku tengah berada di tempat kejadian dan diduga berusaha mengambil alih hasil penjualan sawit tanpa kesepakatan.
“Antara pelaku dan korban saling mengenal. Berdasarkan keterangan saksi, pertikaian itu dipicu persoalan bisnis sawit hingga berujung penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Iptu Asep, Selasa (28/10/2025).
Dalam perkelahian itu, Humaedi alias Medi mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam di bagian tangan kiri, paha kiri, telapak kaki, dan lengan belakang.
Korban sempat mendapat pertolongan, namun nyawanya tak tertolong akibat pendarahan hebat.
“Korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Asep.
Selain korban tewas, dua rekan Medi juga menjadi korban serangan pelaku. Keduanya mengalami luka berat di wajah dan tangan, dan kini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
“Total korban ada tiga orang: satu meninggal dunia, satu luka berat, dan satu luka ringan,” tambahnya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Sementara itu, pelaku TR alias Duo masih dalam pengejaran.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami terus memburu pelaku yang melarikan diri pascakejadian,” tegas Kapolsek.
Suasana duka mendalam menyelimuti rumah duka korban di Kampung Babakan Kembang. Pihak keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku.




