Sidoarjo, Indeks News — Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memastikan akan menindaklanjuti secara hukum kasus ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo.
“Pasti kami akan melangkah ke proses penegakan hukum,” ujar Jules dalam keterangan resminya.
Menurutnya, hingga kini tim SAR gabungan masih fokus melakukan evakuasi korban di lokasi kejadian. Proses penyelamatan dipimpin oleh Basarnas bersama BNPB dan sejumlah unsur terkait.
“Sampai saat ini kami masih mendukung penuh kegiatan tim SAR gabungan. Setelah seluruh evakuasi selesai dan lokasi dinyatakan aman, barulah kami akan melangkah ke proses hukum,” jelasnya.
Polda Jatim meminta seluruh pihak untuk bersabar menunggu hasil kerja tim penyelamat. Fokus utama kepolisian dan pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan selamat.
“Ini harus kami tuntaskan dulu. Setelah lokasi steril, barulah proses penegakan hukum akan kami lakukan,” tegas Jules.
Bangunan musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo dilaporkan ambruk pada Senin siang, dan menyebabkan sejumlah korban tertimpa reruntuhan. Tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian di tengah kondisi struktur bangunan yang tidak stabil.




