Relawan Bongkar Motif di Balik Isu Ijazah Gibran: Strategi Pemakzulan yang Terencana! 

Jakarta, Indeks News –  Isu seputar ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai bukan sekadar polemik biasa. Relawan Prabowo Gibran menilai, isu tersebut sengaja digulirkan untuk menyerang dan bahkan memakzulkan Gibran dari jabatannya.

Koordinator Rumah Juang Prabowo-Gibran, Andi Azwan, menilai bahwa kegaduhan yang terjadi belakangan ini mengarah pada skenario politik tertentu.

“Apa sih tujuan mereka mengecek ijazah Pak Jokowi dan Mas Gibran? Sekarang sudah terlihat jelas arahnya, bahwa itu menuju upaya pemakzulan Mas Gibran,” ujar Andi Azwan Rabu (29/10/2025).

Menurut Andi, tidak ada alasan kuat untuk memakzulkan Gibran. Ia menegaskan bahwa Gibran merupakan Wakil Presiden yang terpilih secara sah dan konstitusional melalui Pilpres 2024.

“Mas Gibran dipilih oleh 58 persen rakyat Indonesia. Secara konstitusi sudah jelas, beliau telah dilantik dan menjalankan tugasnya,” tegasnya.

Andi menantang pihak-pihak yang terus menggiring isu ijazah untuk membuktikan dengan data konkret, bukan hanya melempar opini di ruang publik.

“Kalau memang ada bukti, ayo adu data. Jangan bikin bola liar yang menyesatkan publik,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Gibran menempuh pendidikan di luar negeri, sehingga perbedaan format dan aturan administratif bukan alasan untuk menuduhnya palsu atau tidak sah.

“Sering kali saya dengar mereka bicara soal aturan ijazah dalam negeri. Padahal Mas Gibran kuliah dan bersekolah di luar negeri, tentu sistemnya berbeda,” tandasnya.

Isu ijazah Gibran sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah forum politik. Namun, hingga kini tidak ada bukti hukum yang menunjukkan adanya pemalsuan dokumen. Pihak relawan meminta publik untuk lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi politik yang tidak berdasar.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses