Beranda NASIONAL Tagar Bongkar Pandora Papers Bergema, Nama Luhut dan Airlangga Disebut

Tagar Bongkar Pandora Papers Bergema, Nama Luhut dan Airlangga Disebut

Pandora papers
Tagar Bongkar Pandora Papers kini bergema di beberapa platform media sosial, bahkan trending. Kasus penyimpangan pajak terbesar di dunia ini satu persatu terbongkar. Sejumlah pemimpin negara terlibat sedangkan di Indonesia kasus ini juga tengah menyeret nama Luhut Binsar Panjaitan dan Airlangga Hartarto.

Di Twitter tagar Bongkar Pandora Papers kini bertengger di trending 2, sejumlah komentar bertebaran. Sementara, pakar Ekonomi Didik J Rachbini mengungkapkan dengan masuknya nama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Pandora Papers harus diselidiki.

Menurut Didik, masuknya nama dua Menteri Presiden Joko Widodo dalam Pandora Papers dinilai Didik merupakan pelanggaran serius.

Dua petinggi ini diduga memiliki aset dan perusahaan cangkang di negara suaka pajak untuk menyelundupkannya. “Harus dilakukan investigasi karena ini kesempatan, kalau tidak ada yang mengungkap, tidak akan keluar itu perusahaan rahasia untuk menyelundupkan pajak,”

“Karena ini pelanggaran hukum yang serius,” ujar Didik.

Sementara, Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi mengatakan bahwa Luhut sudah mengundurkan diri dari perusaahaan cangkang itu, Didik menilai pernyataan tersebut tidak cukup. Luhut diduga masih memiliki aset di perusahaan tersebut.

“Jangan sekedar memberikan keterangan bahwa mengundurkan diri tapi aset perusahaan ada di situ, harus ada investigasi formal,” ungkap Didik.

Menurut Didik, apabila laporan terkait Pandora Papers dibiarkan, berarti pemerintah telah melakukan kompromi terhadap penyelundupan pajak.

” BPK dan DPR sebaiknya bekerja sama melakukan penyelidikan, karena kalau dibiarkan berarti pemerintah dan DPR kompromi terhadap penyelundupan pajak,” jelas Didik.

Pandora Papers merupakan papers rahasia yang membongkar kasus penyimpangan pajak yang dilakukan oleh orang-orang kaya. Menurut Didik Pandora Papers hanya bisa diungkap oleh peneliti, lembaga sosial masyarakat (LSM) dan para tokoh yang ingin mengungkap penyimpangan-penyimpangan pajak yang dilakukan orang kaya dan pejabat publik.

BACA JUGA  Gisel Minta Sidang Penyebar Video Porno Dirinya Ditunda

Perusahaan cangkang di Pandora Papers kata Didik sudah puluhan tahun dipakai untuk menyelundupkan pajak. Pandora Papers akan mengungkap kekayaan rahasia para tokoh dunia dari lebih 200 negara di dunia. Para tokoh dunia yang kaya tersebut terdiri dari politisi hingga pejabat publik.

Mereka telah menyamarkan kekayaannya dengan menggunakan perusahaan off shore untuk membeli properti juga memanfaatkan negara-negara surga pajak.

Pandora Papers telah membocorkan sekitar 12 juta file berupa dokumen, foto, dan email yang membongkar harta tersembunyi, penggelapan pajak, serta kasus pencucian uang yang melibatkan orang terkaya dan berkuasa di dunia.

Para jurnalis di 117 negara telah terlibat dalam proses pengolahan dokumen dari 14 sumber perusahaan keuangan berbeda selama berbulan-bulan.

Kosnsorsium Jurnalis Investigasi di Washington DC memperoleh data Data tersebut dan mereka telah bekerja dengan lebih dari 140 organisasi media untuk investigasi tersebut.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaFadli Zon Sebut Densus 88 Berbau Islamifobia Sebaiknya Dibubarkan
Artikel berikutnya9 Jurusan Lulusan Perguruan Tinggi Bisa Bergaji Hingga Rp 600 Juta Lebih