Belem,Brasil, Indeks News – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa Indonesia siap tampil aktif dan menonjolkan aksi nyata dalam mengatasi perubahan iklim di ajang Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) yang digelar di Belem, Brasil, pada 10–21 November 2025.
Menurut Hanif, Indonesia tidak akan menjadi peserta pasif dalam forum global tersebut, melainkan akan menunjukkan strategi, kebijakan, dan langkah konkret yang telah dijalankan pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim.
“Kami ingin menampilkan aksi, strategi, program, dan kebijakan pengendalian perubahan iklim di Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab global,” ujar Hanif dalam pernyataannya di KTT COP30, Senin (10/11).
Hanif menjelaskan bahwa selain berpartisipasi dalam perundingan formal (Hard Diplomacy), Indonesia juga akan memanfaatkan Paviliun Indonesia di COP30 untuk mengedepankan Soft Diplomacy, yaitu promosi aksi-aksi lingkungan yang inspiratif dan kolaboratif.
“Pada COP30 ini, selain berperan serta dalam sesi-sesi perundingan, Indonesia juga menampilkan diplomasi lunak melalui Paviliun Indonesia,” tambahnya.
Salah satu fokus utama delegasi Indonesia di COP30 adalah memperluas pasar karbon internasional. Hanif menyebut Paviliun Indonesia akan berperan penting dalam mempertemukan pelaku pasar karbon global yang memiliki supply dan demand agar terbentuk ekosistem perdagangan karbon yang sehat dan berintegritas.
“Paviliun juga akan mempertemukan pihak-pihak utama dalam perdagangan karbon yang berintegrity, membangun ekosistem karbon yang baik dan sehat,” jelas Hanif.
Dalam forum tersebut, Indonesia juga akan memperkenalkan inisiatif “seller meet buyer” untuk pertama kalinya. Program ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha, lembaga, dan negara mitra untuk menjajaki peluang kerja sama dalam perdagangan karbon yang transparan dan berkelanjutan.
Hanif turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam kegiatan Paviliun Indonesia di COP30, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, LSM, pelaku bisnis, masyarakat adat, kelompok perempuan, hingga generasi muda.
“Kami berterima kasih atas kehadiran semua pihak, termasuk negara-negara sahabat yang telah mendukung berbagai program Indonesia dalam memerangi perubahan iklim,” ucap Hanif.
Ia juga menegaskan bahwa upaya pengendalian perubahan iklim merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pertanian.
Melalui partisipasi aktif di COP30 Brasil, Indonesia berharap dapat menunjukkan peran sentralnya dalam mendorong aksi global melawan krisis iklim, serta memperkuat posisi sebagai salah satu negara dengan potensi pasar karbon terbesar di dunia.




