Jakarta, Indeke News – Sejumlah warga terpaksa berjalan kaki berjam-jam untuk keluar dari wilayah Bener Meriah, Aceh, setelah bencana banjir dan longsor membuat pasokan logistik semakin menipis. Kondisi wilayah yang masih terisolasi membuat warga memilih meninggalkan daerah tersebut demi mencari kebutuhan dasar.
Seorang warga, Wildan, menceritakan bagaimana situasi mencekam setelah banjir dan longsor menerjang pada Rabu (26/11/2025). Ia mengatakan listrik padam total, jaringan telekomunikasi terganggu, dan akses jalan terputus akibat banyaknya jembatan serta ruas jalan yang rusak.
“Stok sembako di pasar sudah menipis. BBM juga sulit didapat di dataran tinggi Gayo. Kondisi belum stabil,” ujar Wildan, Kamis (4/12/2025).
Ia menyebut banyak warga yang berjalan kaki berjam-jam demi mencari daerah yang masih memiliki akses logistik dan komunikasi. Beberapa lainnya keluar karena ingin memastikan kondisi keluarga di luar Bener Meriah.
“Alasan lain, keluarga juga di luar Bener Meriah,” tambahnya.
Wildan mengungkapkan dirinya dan teman-temannya mampu bertahan selama sepekan berkat kekompakan warga. Mereka mengumpulkan bahan makanan yang masih tersisa di rumah masing-masing, kemudian memasaknya bersama.
“Kami berbagi apa saja yang ada. Bahkan sempat patungan beli sembako di hari ketiga bencana, sebelum stok di pasar benar-benar habis,” jelasnya.
Hingga kini, sejumlah wilayah di Bener Meriah masih sulit dijangkau. masyarakat berharap bantuan logistik, perbaikan akses jalan, dan pemulihan energi dapat segera dilakukan agar aktivitas dapat kembali normal.




