COS Brand asal London resmi membuka toko pertamanya di Indonesia pada 17 April 2026, bukan sekadar ruang belanja, tapi juga destinasi gaya hidup yang memadukan desain, seni, dan ketenangan dalam satu pengalaman.
Berlokasi di ibu kota, toko seluas 501 meter persegi ini langsung mencuri perhatian lewat pendekatan desain yang khas: minimalis, bersih, dan elegan. Dirancang oleh tim interior COS sendiri, ruang ini terasa seperti galeri modern menggabungkan estetika kontemporer dengan sentuhan hangat yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Begitu masuk, pengunjung disambut palet warna netral yang menenangkan, berpadu dengan lantai terrazzo dan karpet wol premium. Setiap sudutnya terasa dipikirkan dengan matang, mulai dari rel aluminium yang sleek hingga vitrin berbahan daur ulang. Ini bukan sekadar toko pakaian—ini adalah ruang yang merayakan detail dan craftsmanship.

Yang menarik, COS juga menghadirkan sentuhan lokal dalam kurasinya. Salah satunya adalah Raja Chair dari brand Indonesia, A Toko, yang dibuat secara handmade menggunakan kayu jati dan rotan. Kehadiran elemen ini memberi nuansa autentik sekaligus menunjukkan apresiasi COS terhadap desain dan pengrajin lokal.
Area lounge pun tak kalah menarik. Sofa dan pouf dengan tekstur lembut, meja batu dengan karakter alami, hingga kursi kayu bergaya modern menciptakan suasana santai yang terasa seperti ruang hidup pribadi. Bahkan fitting room-nya dirancang dengan sentuhan artistik, dilengkapi lampu unik berbentuk permen karya desainer Helle Mardahl.

Mengusung koleksi Spring Summer 2026 untuk pria dan wanita, COS menawarkan lebih dari sekadar pakaian melainkan gaya hidup yang mengedepankan kesederhanaan, kualitas, dan keberlanjutan.
Kehadiran COS di Jakarta menjadi bagian dari langkah ekspansi mereka di kawasan Asia Pasifik, setelah sebelumnya membuka toko di China, Jepang, dan India. Namun lebih dari itu, ini juga menandai bagaimana Jakarta semakin dilirik sebagai pusat gaya hidup modern yang dinamis.

Bagi pecinta fashion dan desain, toko COS bukan hanya tempat belanja—melainkan ruang untuk merasakan bagaimana estetika minimalis bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.




