Jakarta – Take That kembali membuktikan bahwa mereka masih menjadi salah satu grup pop paling dicintai di dunia. Trio Gary Barlow, Mark Owen, dan Howard Donald resmi merilis performance video untuk single terbaru mereka berjudul “Sweet July”, yang langsung dibanjiri ribuan komentar positif dari penggemar di berbagai belahan dunia.
Sejak dirilis, “Sweet July” menuai respons luar biasa. Banyak penggemar Take That menyebut lagu ini sebagai soundtrack musim panas 2026, sementara yang lain mengaku tidak bisa berhenti memutarnya berulang kali karena melodinya yang ringan, ceria, dan sangat adiktif.
“Wow, ini benar-benar lagu musim panas tahun ini,” tulis salah satu penggemar.

Komentar serupa terus bermunculan. Banyak yang mengaku sudah mendengarkan lagu tersebut puluhan kali hanya dalam beberapa hari sejak dirilis.
“Lagu ini sudah saya putar lebih dari 50 kali dan sepertinya akan terus begitu.”
Gary Barlow Jadi Sorotan Utama
Menariknya, bukan hanya lagunya yang menjadi perbincangan. Penampilan Gary Barlow justru mencuri perhatian paling besar.

Kolom komentar dipenuhi pujian mengenai transformasi vokalis Take That tersebut. Banyak penggemar menilai Gary terlihat jauh lebih muda, bugar, bahkan disebut “menua secara terbalik.”
“Gary terlihat lebih keren dari sebelumnya.”
“Dia seperti semakin muda setiap tahun.”
“Bahkan cuaca musim panas kalah panas dibanding penampilan Gary Barlow.”

Banyak pula yang menyoroti penampilan fisiknya, mulai dari gaya berpakaian, lengan berotot hingga karisma panggung yang dianggap semakin kuat meski usianya terus bertambah.
Tak sedikit pula penggemar lama yang mengaku mulai berpindah “bias” karena penampilan Gary di video ini.
“Saya selalu penggemar Mark, tapi setelah melihat video ini… Gary benar-benar luar biasa.”
Lagu yang Ringan, Segar, dan Sulit Keluar dari Kepala
Secara musikal, “Sweet July” menawarkan nuansa pop cerah dengan groove yang santai namun penuh energi. Beat yang ringan dipadukan dengan harmoni vokal khas Take That membuat lagu ini terasa sangat cocok menemani musim panas.
Sejumlah pendengar bahkan menyebut bagian refrain sangat mudah melekat di kepala.
“Sudah dua hari liriknya terus terngiang.”
“Saya bangun jam lima pagi dan lagu ini masih terus bermain di kepala.”
Meski begitu, ada satu kritik yang justru paling banyak muncul.
Mayoritas penggemar merasa durasi lagu terlalu pendek.
“Satu-satunya kekurangan lagu ini adalah… terlalu cepat selesai.”
“Kami butuh versi yang lebih panjang!”
Video Performance Sederhana, tetapi Penuh Energi
Performance video “Sweet July” mengusung konsep yang relatif sederhana. Take That tampil bersama para musisi dan penari di sebuah panggung luas dengan permainan cahaya yang hangat serta atmosfer musim panas.
Alih-alih mengandalkan efek visual berlebihan, video ini justru menonjolkan chemistry antar anggota, permainan band, dan koreografi para penari.
Banyak penggemar menyebut kesederhanaan tersebut justru menjadi kekuatan utama video.
“Video yang sederhana tetapi membuat saya merasa sangat bahagia.”
“Semuanya terlihat natural dan menyenangkan.”
Beberapa penggemar bahkan menduga lokasi syuting dilakukan di London Stadium menjelang konser mereka karena memiliki latar yang sangat mirip.
Album Baru Semakin Dinantikan
Kesuksesan “Sweet July” juga membuat antusiasme terhadap album baru Take That semakin tinggi.
Banyak penggemar berharap jika seluruh materi album memiliki kualitas seperti single ini.
“Kalau semua lagu nanti seperti ini, albumnya pasti luar biasa.”
“Tidak sabar menunggu tur berikutnya.”
Setelah sukses menggelar Circus Tour, banyak penggemar yakin Take That sedang memasuki era baru yang lebih segar tanpa kehilangan identitas musikal mereka.
Nostalgia Bertemu Energi Baru
“Sweet July” menjadi bukti bahwa Take That tidak sekadar mengandalkan nostalgia. Mereka berhasil menghadirkan warna pop modern tanpa meninggalkan karakter harmonisasi vokal yang selama puluhan tahun menjadi ciri khas mereka.
Lagu ini memang tidak mencoba menjadi karya yang kompleks. Sebaliknya, Take That memilih menghadirkan musik yang ringan, hangat, dan mudah dinikmati. Justru kesederhanaan inilah yang membuat “Sweet July” terasa sangat efektif sebagai lagu musim panas.
Performance videonya juga memperlihatkan kepercayaan diri Take That. Tanpa konsep yang rumit, mereka mampu menghidupkan suasana hanya melalui kualitas penampilan, interaksi dengan para penari, serta energi panggung yang tetap terasa kuat.
Melihat respons publik yang sangat positif, “Sweet July” berpotensi menjadi salah satu single paling sukses Take That dalam beberapa tahun terakhir sekaligus menjadi pembuka yang menjanjikan menuju perilisan album terbaru mereka. (EH)





