Indeks News | Film SOFIA resmi memperkenalkan jajaran pemainnya melalui acara cast reveal yang digelar di Jakarta, Senin (13/7). Proyek film terbaru dari rumah produksi Lasisi Pictures ini menandai selesainya tahap pra-produksi dan segera memasuki proses syuting.
Film yang disutradarai Adis Kayl Yurahmah tersebut tidak hanya menghadirkan unsur horor dan misteri. SOFIA membawa cerita tentang kemanusiaan, trauma, serta bagaimana kekerasan dapat berubah menjadi sesuatu yang dianggap normal ketika terjadi secara terus-menerus.
Dengan pendekatan horor psikologis, film ini mencoba mengajak penonton melihat sisi gelap kehidupan manusia melalui perjalanan karakter yang menghadapi luka dan konflik emosional.
View this post on Instagram
SOFIA Gabungkan Aktor Senior dan Talenta Muda
Salah satu perhatian utama dari film SOFIA adalah jajaran pemerannya. Film ini mempertemukan aktor dan aktris dari berbagai generasi dalam satu cerita.
Delapan pemain yang dipastikan membintangi SOFIA adalah Anantya Kirana, Carissa Perusset, Wulan Guritno, Nugie, Kiki Narendra, Habil Nugraha, Leony V.H., dan Ayu Diandra.

Kombinasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan dinamika cerita. Para pemain muda akan beradu peran dengan aktor yang telah memiliki pengalaman panjang di industri hiburan Indonesia.
Produser Ade Abu mengatakan pemilihan pemain dilakukan melalui proses yang matang. Setiap aktor dipilih untuk memastikan karakter dalam cerita dapat tersampaikan dengan baik.
“Kami merasa terhormat dapat menyatukan nama-nama besar dan talenta muda berbakat ini dalam satu proyek. Energi dari para pemeran muda yang dipadukan dengan pengalaman para aktor senior akan memberikan dimensi dan kualitas artistik yang tinggi pada film SOFIA. Seluruh persiapan pra-produksi telah rampung, dan tim akan segera memasuki proses shooting dalam waktu dekat,” ujar Ade Abu.
Menurut Ade, perpaduan pengalaman dan energi baru dari para pemain menjadi salah satu kekuatan utama dalam film tersebut.
Horor Psikologis yang Mengangkat Isu Kekerasan dan Trauma
SOFIA tidak dibuat hanya untuk menghadirkan ketegangan. Film ini membawa tema tentang bagaimana manusia menghadapi trauma dan dampak dari kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Sutradara Adis Kayl Yurahmah menjelaskan bahwa cerita SOFIA berangkat dari fenomena ketika kekerasan perlahan diterima sebagai hal biasa.
“Film ini berbicara tentang bagaimana kekerasan akan dianggap normal kalau berlangsung terlalu lama,” ujar Adis.
Menurut Adis, keluarga, lingkungan, dan sistem sosial memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan seseorang. Faktor tersebut dapat meninggalkan luka yang berdampak panjang dalam kehidupan seseorang.
Bagi Adis, inti cerita SOFIA adalah tentang kemanusiaan. Film ini menggambarkan bahwa kasih sayang masih dapat ditemukan meskipun seseorang berada dalam situasi yang penuh tekanan dan kegelapan.
Proses Pendalaman Karakter Menjadi Tantangan Para Pemain
Tema berat yang dibawa SOFIA membuat para pemain menjalani proses persiapan secara intensif.
Nugi mengungkapkan bahwa pendalaman karakter dalam film ini menjadi salah satu pengalaman paling menantang sepanjang kariernya. Ia membutuhkan cara khusus untuk menjaga kondisi emosional selama menjalani proses reading.
“Kayaknya baru film ini deh, setiap reading saya harus sepedaan sendiri buat healing,” ujar Nugie.
Menurutnya, suasana cerita yang gelap membuat dirinya harus mencari ruang untuk menyegarkan pikiran sebelum kembali mendalami karakter.
Nugi juga mencari berbagai referensi dari peristiwa nyata untuk memahami cerita dan membangun karakter yang lebih kuat.
Sementara itu, Kiki Narendra mengaku langsung merasakan tantangan besar ketika pertama kali membaca naskah SOFIA.
“Pas baca skrip pertama kali, saya langsung berpikir, ‘Waduh, ini berat banget’,” kata Kiki.
Ia kemudian mengikuti berbagai tahapan persiapan, mulai dari reading, workshop, hingga diskusi bersama sutradara dan pemain lain.
Proses tersebut dilakukan agar setiap karakter memiliki kedalaman dan mampu menyampaikan emosi cerita kepada penonton.
Adis Kayl Yurahmah Selektif Memilih Pemain
Karena mengutamakan kekuatan karakter, proses casting SOFIA dilakukan dengan seleksi yang ketat.
Adis mengatakan dirinya menemukan kecocokan dengan para pemain saat proses reading berlangsung.
“Saya merasa bukan saya yang menemukan mereka, tapi kami saling menemukan,” ungkapnya.
Menurut Adis, hubungan antara pemain dan karakter menjadi bagian penting dalam membangun cerita. Ia ingin setiap pemeran memiliki keterikatan dengan peran yang dimainkan.
Pendekatan tersebut membuat proses persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan akting, tetapi juga pemahaman terhadap latar belakang dan emosi karakter.

Cerita SOFIA Berawal dari Kegelisahan tentang Kekerasan
Penulis naskah Benjamin Bernard Chenier menjelaskan bahwa ide cerita SOFIA muncul dari kegelisahannya melihat berbagai bentuk kekerasan dalam kehidupan masyarakat.
Benjamin memiliki pengalaman terlibat dalam organisasi sosial yang memperlihatkan berbagai realitas tentang konflik dan kekerasan antarmanusia. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar dalam membangun cerita film ini.
Dengan nada bercanda, Benjamin mengungkapkan harapannya saat mulai menulis naskah.
“Awalnya saya berpikir, gimana caranya bikin aktor-aktor Indonesia butuh terapi setelah baca naskah ini,” katanya.
Di balik pernyataan tersebut, Benjamin ingin menghadirkan cerita yang mampu membuat penonton memahami bagaimana seseorang dapat membenarkan tindakan kekerasan.
Ia berharap SOFIA dapat membuka kesadaran bahwa kekerasan yang dianggap biasa dapat terus berulang apabila tidak dihentikan.
SOFIA Siap Memasuki Tahap Produksi
Di balik layar, SOFIA diperkuat oleh tim kreatif yang dipimpin Adis Kayl Yurahmah sebagai sutradara dan Benjamin Bernard Chenier sebagai penulis cerita orisinal.
Lasisi Pictures memastikan seluruh tahap pra-produksi telah selesai. Tim kini bersiap memasuki proses syuting dalam waktu dekat.
Meski detail cerita masih dirahasiakan, pengumuman para pemain telah menarik perhatian pencinta film Indonesia. Kehadiran aktor seperti Wulan Guritno, Kiki Narendra, Nugie, serta para talenta muda membuat film ini memiliki kombinasi karakter yang beragam.
Melalui perpaduan horor psikologis dan drama kemanusiaan, SOFIA menawarkan pengalaman yang tidak hanya menghadirkan rasa takut, tetapi juga mengajak penonton memikirkan kembali tentang trauma, empati, dan dampak kekerasan dalam kehidupan manusia.





