Jakarta – Temuan Traveloka menunjukkan bahwa fenomena ini tidak hanya meningkatkan mobilitas wisatawan domestik, tetapi juga menarik lebih banyak wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara. Dimana Tren bepergian untuk menghadiri berbagai acara atau event tourism semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Mulai dari konser musik, ajang olahraga internasional, festival budaya, hingga pameran otomotif, berbagai agenda tersebut kini menjadi alasan utama banyak orang merencanakan perjalanan ke berbagai daerah.
Data yang dihimpun Traveloka memperlihatkan sejumlah event berskala besar memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan wisatawan. MotoGP Mandalika, misalnya, mencatat peningkatan perjalanan wisatawan domestik sebesar 49 persen, sekaligus menarik lebih banyak pengunjung dari Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Sementara itu, pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) juga memicu lonjakan permintaan perjalanan dari Singapura hingga 162 persen.
Di sektor hiburan, konser musisi internasional yang digelar di Jakarta turut memperkuat tren tersebut. Traveloka mencatat peningkatan perjalanan wisatawan asal Vietnam hingga 336 persen selama periode konser berlangsung.

Menariknya, rangkaian konser di penghujung tahun juga mendorong tingkat perjalanan wisatawan domestik yang sangat tinggi, bahkan okupansi pada 26–27 Desember melampaui periode Hari Natal. Hal ini menunjukkan bahwa konser dan pertunjukan musik kini menjadi salah satu alasan utama masyarakat untuk bepergian sekaligus menikmati pengalaman wisata.
Melihat tren tersebut, momentum Hari Kemerdekaan juga diperkirakan akan semakin mendorong aktivitas perjalanan masyarakat. Sejalan dengan itu, Traveloka menghadirkan program 8.8 Merdeka Sale yang berlangsung pada 3–23 Agustus 2026 dengan berbagai penawaran untuk tiket pesawat, hotel, transportasi darat, hingga aktivitas wisata.

Program ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan atau menghadiri berbagai event di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara tanpa mengubah esensi perjalanan sebagai pengalaman yang berkesan.





