Polemik Ijazah Jokowi Memanas, Ryaas Rasyid Kritik Istilah ‘Identik’ dari Bareskrim

Indeks News – Polemik dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir. Meski Bareskrim Polri menyatakan hasil uji laboratorium forensik (labfor) menunjukkan ijazah Jokowi identik, pernyataan ini menuai kritik.

Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara era Presiden Abdurrahman Wahid, Ryaas Rasyid, menilai penggunaan istilah identik tidak tepat untuk menguji keaslian dokumen. Menurutnya, istilah tersebut justru menimbulkan kesan ada informasi yang disembunyikan.

“Uang palsu sekalipun bisa terlihat identik, tapi tetap saja tidak autentik. Identik bukan berarti asli,” ujar Ryaas dalam tayangan video di kanal YouTube Abraham Samad, Kamis (7/8/2025).

Ryaas menegaskan, identik berarti sama persis, sementara autentik berarti asli dan sah. Untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi, kata dia, polisi harus berkoordinasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai pihak penerbit dokumen resmi.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada standar kualitas dari UGM. Baru bisa dinyatakan autentik atau palsu, bukan identik,” tambahnya.

Sebelumnya, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan hasil uji labfor terhadap ijazah Jokowi. Pemeriksaan mencakup bahan kertas, pengaman, tinta, cap stempel, dan tanda tangan pejabat UGM.

“Hasilnya, antara bukti dan pembanding identik atau berasal dari satu produk yang sama,” kata Djuhandhani, Kamis (22/5/2025).

Dengan hasil tersebut, Polri menghentikan penyelidikan dugaan ijazah palsu Jokowi. “Dapat disimpulkan tidak ada perbuatan pidana sehingga perkara ini dihentikan,” ujarnya.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses