Heboh! Ketua DPRD Malaka Adrianus Bria Pukul Warga Sambil Pegang Botol Minuman Keras

Kronologi Lengkap dan Sikap Tegas Keluarga Korban

Indeks News – Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Adrianus Bria Seran, dilaporkan ke Polres Malaka atas dugaan penganiayaan terhadap seorang warga bernama Alfonsius Leki (34). Laporan resmi diterima pada Kamis malam, 14 Agustus 2025.

Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, membenarkan adanya laporan tersebut. “Kasusnya dilaporkan tadi malam,” ujarnya, Jumat (15/8/2025) pagi.

Berdasarkan keterangan Alfonsius saat melapor, insiden terjadi Kamis sore sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, ia sedang menonton pertandingan sepak bola di Lapangan Misi Besikama, Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat.

Alfonsius duduk di belakang kursi para pemain cadangan sambil memainkan ponselnya. Di lokasi yang sama, Adrianus terlihat memegang botol minuman keras dan membagikannya kepada orang di sekitar bangku pemain cadangan.

Melihat Alfonsius menggunakan ponsel, Adrianus Bria Seran menegurnya agar tidak mengambil foto atau video. Ia kemudian meletakkan botol tersebut dan mendekati Alfonsius. Adrianus berusaha merebut ponsel, namun Alfonsius menolak memberikannya.

Merasa kesal, Adrianus Bria memegang kerah baju Alfonsius dan meninju pelipis kanan korban hingga bengkak. Peristiwa itu membuat Alfonsius bersama keluarganya memutuskan melapor ke Polres Malaka.

Kapolres Malaka menjelaskan bahwa laporan sudah diterima dan akan diproses sesuai prosedur. “Laporan dicatat dan diregistrasi, lalu dilakukan penyelidikan. Jika ditemukan minimal dua alat bukti, status akan naik ke tahap penyidikan,” kata Riki.

Keluarga korban menegaskan tidak akan menempuh jalur damai. Marsel Seran, perwakilan keluarga, menyatakan kekhawatirannya jika kasus diselesaikan secara kekeluargaan.

“Dengan situasi seperti ini, kami tidak ada kompromi. Kami khawatir kalau damai dilakukan, akan ada korban-korban berikutnya di Rai Malaka,” tegas Marsel, Jumat (15/8/2025).

Keluarga juga mendesak Polres Malaka bersikap profesional dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini. Mereka menuntut penyelidikan dilakukan transparan, akuntabel, dan bebas intervensi.

“Keadilan harus ditegakkan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum,” pungkas Marsel.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses