Gerindra: Produksi Maung Perkuat Industri Nasional

Indeks News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mewajibkan seluruh menteri di kabinetnya untuk menggunakan Maung Pindad sebagai kendaraan dinas resmi. Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/10/2025).

Prabowo menegaskan kebijakan ini sebagai bentuk kebanggaan terhadap produk dalam negeri sekaligus langkah nyata memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

“Sebentar lagi saudara-saudara semua harus pakai Maung, saya nggak mau tahu. Mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Kalau saya panggil ke Istana, pakai Maung,” ujar Prabowo.

Presiden juga mengungkap bahwa dirinya sudah menggunakan kendaraan taktis buatan PT Pindad (Persero) itu sejak dilantik tahun lalu.

Menurutnya, Indonesia patut bangga karena sudah mampu memproduksi kendaraan taktis berkualitas tinggi di dalam negeri.

Menanggapi instruksi tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, menyatakan siap mengawal PT Pindad agar mampu merealisasikan arahan Presiden Prabowo.

“Kami di Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra siap mengawal agar PT Pindad mendapat dukungan penuh dalam merealisasikan arahan ini,” ujar Kawendra kepada wartawan, Rabu (22/10/2025).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu menilai, produksi massal Maung tidak hanya memperkuat industri pertahanan nasional, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru.

“Produksi massal Maung akan memperkuat rantai pasok industri nasional, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Pindad harus menjadi motor penggerak transformasi industri pertahanan dan otomotif kita,” tegasnya.

Kawendra menambahkan, kebijakan Prabowo tersebut merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap industri otomotif dan pertahanan nasional.

Ia menyebut langkah ini sekaligus menjadi teladan bagi seluruh pejabat negara untuk mendukung produk buatan anak bangsa.

“Kebijakan ini bukan sekadar efisiensi, tetapi juga wujud nyata keberpihakan pada industri pertahanan dan otomotif nasional. Pemerintah menunjukkan bahwa produk dalam negeri mampu menjawab kebutuhan strategis sekaligus membangun kemandirian bangsa,” jelasnya.

Kebijakan penggunaan Maung Pindad oleh seluruh pejabat negara mencerminkan strategi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memperkuat ekosistem industri pertahanan dalam negeri.

Selain menekan ketergantungan impor, kebijakan ini diharapkan menjadi stimulus bagi pengembangan riset, inovasi, dan produksi alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.

Langkah ini juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam penguasaan teknologi pertahanan dan otomotif strategis.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses