Indeks News — Cinta yang bersemi di dunia maya kerap memberi harapan manis. Namun, bagi Nur Rahmat Efendi (27) dan AM (39), perkenalan di TikTok justru berakhir dengan kematian.
Kisah ini bermula pada 2023, saat keduanya saling berkenalan lewat video singkat di media sosial. Obrolan berlanjut di WhatsApp, hingga akhirnya mereka bertatap muka.
Bagi AM, hubungan itu tampak berarti. Namun, keluarga sang perempuan sempat menolak keras. Mereka meminta AM memutuskan komunikasi dengan Nur Rahmat. Ia pun menjauh.
Dua tahun berlalu, pada 2025, AM kembali menghubungi lelaki yang pernah mengisi hatinya. Pertemuan demi pertemuan pun terjadi. Tak ada yang menduga, reuni ini justru menuntun mereka pada tragedi.
Janji Kencan yang Berubah Jadi Perpisahan
Rabu, 13 Agustus 2025, Nur Rahmat—yang bekerja di sebuah warung warmindo di Kota Yogyakarta—mengajak AM menginap di sebuah penginapan di Kemantren Umbulharjo. Mereka check-in sekitar pukul 10.00 WIB.
Sekitar satu setengah jam kemudian, Nur Rahmat keluar kamar. Ia menyerahkan kunci dan meminta KTP miliknya kepada resepsionis, sambil berkata akan kembali. “Teman saya masih istirahat di kamar,” ujarnya kepada petugas.
Tak lama kemudian, petugas menemukan AM sudah tak bernyawa di ranjang yang mereka tempati.
Polisi yang datang ke lokasi segera memburu Nur Rahmat. Ia berhasil diamankan hanya beberapa waktu setelah kejadian.

Api Cemburu yang Membakar Nyawa
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengungkapkan motif pembunuhan ini. Saat kencan, AM beberapa kali menerima video call dari seseorang berinisial “Bocil”.
Cemburu membutakan Nur Rahmat. Dalam amarahnya, ia mengakhiri nyawa perempuan yang pernah ia cintai.
“Motifnya cemburu karena korban mendapat video call berkali-kali dari nomor tersebut,” jelas Pandia.
Kini, Nur Rahmat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Sementara itu, keluarga korban harus menanggung duka mendalam atas kehilangan yang tak terduga.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit: cinta yang dimulai dengan senyuman bisa berakhir dengan air mata, ketika cemburu dan amarah mengambil alih kendali hati.




