BOJONEGORO – Festival Bojonegoro Wastra Batik 2026 tak hanya menjadi panggung bagi karya batik dan produk kreatif daerah, tetapi juga menghadirkan beragam produk unggulan UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung dalam Festival Bojonegoro Wastra Batik 2026 adalah hadirnya BunnKOPI, usaha kopi asal Kabupaten Jember yang membawa tiga varian kopi dengan karakter rasa berbeda.
Dalam gelaran Festival Bojonegoro Wastra Batik 2026, BunnKOPI memperkenalkan kopi Robusta, Kopi Lanang Robusta, dan Arabica. Ketiga varian tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menawarkan pengalaman rasa yang berbeda, mulai dari karakter pahit yang kuat hingga aroma yang lebih kompleks khas kopi dataran tinggi.
Keikutsertaan BunnKOPI di Festival Bojonegoro Wastra Batik 2026 juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses pengolahan kopi yang dilakukan oleh pelaku UMKM daerah. Produk yang dibawa berasal dari biji kopi pilihan yang dipanen saat matang sempurna dan melalui proses penyortiran untuk menjaga kualitas rasa.

Menariknya, di tengah ramainya stan UMKM pada Festival Bojonegoro Wastra Batik 2026, varian Kopi Lanang Robusta menjadi salah satu produk yang paling banyak memancing rasa penasaran pengunjung. Varian ini dibuat dari biji kopi tunggal atau monokotil yang tidak terbelah, sehingga memiliki karakter rasa yang berbeda dibandingkan robusta pada umumnya.
Pemilik BunnKOPI, Muhammad Asyhari Bungah, menjelaskan bahwa Kopi Lanang Robusta menggunakan biji kopi hasil seleksi khusus yang dikenal memiliki cita rasa khas. Sementara itu, varian Robusta dan Kopi Lanang menawarkan perpaduan rasa pahit dan keasaman yang seimbang karena ditanam di kawasan dengan ketinggian sekitar 600 hingga 900 meter di atas permukaan laut.
Berbeda dengan dua varian tersebut, kopi Arabica yang diproduksi BunnKOPI berasal dari tanaman yang tumbuh di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis tersebut menghasilkan karakter aroma dan rasa yang lebih ringan serta kompleks.

Dalam proses produksinya, BunnKOPI menerapkan tahapan seleksi yang cukup ketat. Biji kopi yang telah dipanen kemudian diolah menjadi green bean dan disortir sebelum memasuki tahap roasting. Untuk Robusta dan Kopi Lanang digunakan tingkat sangrai medium hingga dark roast, sedangkan Arabica menggunakan light medium roast guna mempertahankan karakter aroma alaminya.
Saat ini, produk BunnKOPI telah dipasarkan di berbagai daerah, tidak hanya di Jember tetapi juga menjangkau Surabaya, Malang, Pasuruan, Bandung, Bekasi, Jakarta hingga Denpasar. Kehadiran mereka di Festival Bojonegoro Wastra Batik 2026 menjadi bukti bahwa produk UMKM lokal semakin memiliki peluang untuk dikenal masyarakat yang lebih luas melalui berbagai ajang promosi daerah.

Dengan semakin banyaknya UMKM yang terlibat, Festival Bojonegoro Wastra Batik 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya dan wastra nusantara, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan potensi produk unggulan yang mereka miliki kepada publik. (EH).




