Mahasiswa LSPR Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Warga Ulujami Diajak Ubah Limbah Jadi Cuan

Mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business membuktikan Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan melalui program Pesanggrahan Berpijar: Berubah Bersama, Berpijar Selamanya. Dalam program pengabdian masyarakat tersebut, mahasiswa LSPR mengajak warga Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung di RPTRA Nusantara Ulujami, Minggu (21/6/2026), menjadi bagian dari program Community Development yang rutin dijalankan mahasiswa LSPR sebagai bentuk implementasi pembelajaran di luar kampus sekaligus kontribusi nyata kepada masyarakat.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi LSPR Communication & Business Institute, Dr. Joe Harrianto Setiawan, M.Si., menjelaskan bahwa Community Development yang dijalankan mahasiswa LSPR memiliki konsep yang hampir serupa dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), namun disesuaikan dengan karakteristik wilayah Jakarta.

Mahasiswa LSPR
Foto: Eny

“Program ini pada dasarnya hampir mirip dengan KKN. Bedanya, jika KKN umumnya dilaksanakan di desa-desa yang berada di berbagai daerah di Indonesia, Jakarta tidak memiliki struktur wilayah desa seperti daerah lain. Karena itu, konsep pembangunan masyarakat yang kami lakukan diwujudkan melalui pengembangan komunitas-komunitas yang ada di tengah masyarakat,” ujar Joe.

Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa LSPR sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait KKN Berdampak, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus tetapi juga turun langsung ke masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kampus, tetapi juga harus terjun langsung ke masyarakat, mengidentifikasi masalah yang ada, lalu menghadirkan solusi yang relevan,” katanya.

Mahasiswa LSPR
Foto: Eny

Mahasiswa LSPR Angkat Isu Minyak Jelantah yang Kerap Terabaikan

LSPR Community Development Lecturer, Salsabila Andi Akil, M.I.Kom., mengatakan bahwa mahasiswa LSPR memilih fokus pada isu minyak jelantah karena persoalan ini sering terjadi di lingkungan rumah tangga namun belum banyak mendapat perhatian.

“Ketika berbicara mengenai pencemaran lingkungan, biasanya yang terbayang adalah persoalan-persoalan besar. Padahal, pencemaran lingkungan juga bisa berasal dari aktivitas sehari-hari di rumah tangga, salah satunya dari pembuangan minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.

Mahasiswa LSPR
Foto: Eny

Melalui program Pesanggrahan Berpijar, mahasiswa LSPR memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai jual.

“Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi sumber daya baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha ekonomi kreatif sekaligus menambah penghasilan keluarga,” jelas Salsabila.

Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh pendanaan program berasal dari upaya mahasiswa sendiri yang mengumpulkan dana secara bertahap selama masa perkuliahan.

“Pendanaan program ini berasal langsung dari mahasiswa. Mereka mengumpulkan dana melalui berbagai kegiatan yang dilakukan selama masa perkuliahan sehingga program dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Berawal dari Riset, Mahasiswa LSPR Temukan Solusi untuk Masyarakat

Dosen Program Public Relations (PR) LSPR Institute of Communication & Business, Gaby, menjelaskan bahwa pemilihan tema minyak jelantah dilakukan melalui proses penelitian yang panjang.

Mahasiswa LSPR melakukan riset primer dan sekunder, observasi lapangan, serta berdiskusi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menemukan persoalan yang paling mendesak.

“Mahasiswa melakukan primary research dan secondary research. Mereka mencari berbagai informasi dan data terkait persoalan yang ada di masyarakat, kemudian turun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi dan pendekatan kepada warga,” jelas Gaby.

Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa agar mampu menerapkan ilmu komunikasi secara langsung di tengah masyarakat.

“Program Community Development menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan keterampilan komunikasi secara langsung, mulai dari melakukan riset, membangun hubungan dengan masyarakat, mengidentifikasi permasalahan, hingga merancang program yang memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Dapat Apresiasi dari Kelurahan dan Komunitas Lingkungan

Program yang dijalankan mahasiswa LSPR mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Ulujami, Subiyanto, S.H., M.M., menilai kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik program yang dilaksanakan oleh mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business ini. Program seperti ini sangat baik karena tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang bagi warga untuk memanfaatkan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Sementara itu, fasilitator dari AKKOM Sudut Ilmu (Akademi Kompos), Auliatunnisa Kamila, menilai keterlibatan mahasiswa LSPR menjadi contoh nyata peran generasi muda dalam mendorong perubahan sosial dan lingkungan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menyampaikan edukasi yang bermanfaat. Proses ini membantu membentuk karakter mahasiswa agar lebih peduli terhadap lingkungan serta terbiasa menerapkan gaya hidup berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program Pesanggrahan Berpijar, mahasiswa LSPR tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret yang dapat memberikan manfaat ekonomi. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan dengan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses