Beranda PERISTIWA BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sulteng Segera ke Dataran Tinggi Apabila Rasakan Gempa...

BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sulteng Segera ke Dataran Tinggi Apabila Rasakan Gempa Lagi

BMKG
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan agar warga segera menuju dataran tinggi apabila kembali merasakan gempa. Hal itu terkait dengan gempa bumi 6,3 magnitudo yang terjadi di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Mohon diingatkan, kepada masyarakat setempat apabila merasakan goyangan gempa, entah gempa susulan atau gempa apapun mohon yang ada di pantai itu segera menjauh,” kata Dwikorita melalui kanal YouTube infoBMKG, Senin (26/7/2021).

BMKG meminta warga tidak perlu menunggu gempa terasa dengan durasi yang lama. Menurutnya, bila goyangan gempa terasa sebanyak 5-10 detik maka warga diminta menuju ke tempat yang lebih tinggi.

“Jadi terus digencarkan kearifan lokal apabila dirasakan goyangan sampai, teorinya itu 20 hitungan (detik), tapi teorinya itu sudah terbukti tidak perlu menunggu 20 hitungan. Katakan goyangan lima atau sampai 10 segera jauhi pantai, atau itukan pantainya ada yang tebing tinggi atau menuju ke tempat yang lebih tinggi,” tutur Dwikorita.

Dwikorita juga meminta agar masyarakat tetap tenang. Serta terus memantau informasi yang diberikan. “Masyarakat harus tetap tenang, tetap terus monitor informasi dari kami,” kata Dwikorita.

Diketahui gempa M 6,5 terjadi pada hari ini pukul 19.09 WIB. Lokasi koordinat gempa ada di 0,73 lintang selatan dan 121,92 bujur timur. Pusat gempa ada di kedalaman 10 km.

Berdasarkan peta guncangan gempa bumi (shake map) dari BMKG, terlihat sekitar wilayah Ampana sampai Bunta berada di zona kuning yang artinya intensitas guncangannya sampai VI MMI.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan meminta bangunan-bangunan yang ada sekitar situ diperiksa. Sehingga tak ada insiden warga yang tertimpa bangunan bila terjadi gempa susulan.

BACA JUGA  1 Unit Bangunan TK Terbakar di Pasaman Barat

“Kalau sampai VI MMI biasanya ada kerusakan baik ringan atau sedang, tergantung kondisi bangunan tersebut. Mungkin ini perlu diperiksa teman-teman BPBD setempat bahwa kondisi bangunan-bangunan setelah gempa bagaimana kondisinya,” ucapnya.

BMKG mencatat, di lokasi tersebut gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 6 sudah terjadi sejak 1927. Masyarakat di sekitar pesisir diminta menjauhi pantai.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa dirasakan skala V-VI MMI di Ampana, Sulteng. Getaran dirasakan skala V MMI di Poso dan Morowali, Sulteng.

Sementara itu intensitas getaran skala III-IV MMI di Bolaang Mongdow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kotamobago, Buol dan Bone. Sementara di Bobong, Konawe Utara, Tomohon, Manado, Kolaka Utara dan Masamba getaran dirasakan skala II-III MMI. Dan di Mamuju Tengah dan Polewali getaran dirasakan skala II MMI.

Skala V Modified Mercalli Intensity (MMI) artinya, getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaDepresi Akibat Penyakit, Seorang Warga Kinali Ditemukan Gantung Diri
Artikel berikutnyaHadiah Fantastis PUBG Mobile Global Championship 2021, Terbesar dalam Sejarah eSports Mobile