JAKARTA — GHOSTHING menjadi film layar lebar terbaru garapan Imperial Pictures yang siap menawarkan perpaduan komedi, horor, dan misteri dengan premis yang tidak biasa. Film ini mempertemukan Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem dalam kisah unik tentang seorang perias jenazah yang justru harus berhadapan dengan arwah influencer muda yang meninggal secara misterius.
GHOSTHING menghadirkan Baskara Mahendra sebagai Alfian, seorang perias jenazah muda yang dikenal tenang dan mampu menghadapi berbagai situasi. Sementara itu, Yasamin Jasem memerankan Maya, influencer muda yang meninggal secara misterius namun arwahnya belum bisa menerima kenyataan tersebut.
Dalam Film GHOSTHING, pertemuan Alfian dan Maya menjadi awal dari berbagai kejadian tak terduga. Alih-alih bisa menjalani kehidupannya dengan tenang setelah merias jenazah Maya, Alfian justru terus “dihantui” oleh arwah influencer tersebut yang cerewet, sarkastik, dramatis, dan penuh tuntutan.

Menariknya, GHOSTHING tidak hanya mengandalkan unsur horor untuk membangun ketegangan. Film ini juga mengeksplorasi misteri di balik kematian Maya sekaligus menghadirkan komedi yang lahir dari benturan karakter Alfian yang kalem dengan Maya yang ekspresif. Kombinasi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama film yang disutradarai Arie Aziz ini.
Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah
Dalam film GHOSTHING, Baskara Mahendra dipercaya memerankan karakter Alfian, seorang perias jenazah muda yang memiliki pembawaan tenang. Kehidupan Alfian berubah setelah dirinya menangani jenazah Maya.

Menurut Baskara, premis film tersebut menjadi salah satu alasan yang membuat karakter Alfian menarik untuk dimainkan.
“Menurut saya, premis ‘GHOSTHING’ sendiri sudah sangat menarik. Ada seorang perias jenazah yang pekerjaannya justru membantu menyelesaikan masalah orang yang sudah meninggal.”
Baskara menilai perjalanan Alfian menjadi semakin menarik karena karakter tersebut harus berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian Maya.

Di sisi lain, Yasamin Jasem menghadirkan karakter Maya dengan energi yang sangat berbeda. Maya digambarkan sebagai sosok yang sarkastik, centil, cerewet, dan tidak bisa menerima kematiannya.
“Maya itu sosok yang sarkas, centil, dan tidak bisa menerima kematiannya. Sejak bertemu Alfian, dia mulai mengusik kehidupan Alfian dengan berbagai tingkahnya.”
Kehadiran Maya membuat kehidupan Alfian yang sebelumnya tenang berubah menjadi penuh kekacauan. Namun, di balik tingkahnya yang menghibur, tersimpan pertanyaan besar: apa sebenarnya yang membuat Maya begitu ngotot mencari tahu penyebab kematiannya?
Ketika Arwah Influencer Tidak Mau Pergi
Cerita GHOSTHING berangkat dari ide sederhana tetapi tidak biasa: bagaimana jika seseorang yang telah meninggal justru masih memiliki urusan yang belum selesai dan terus mengganggu orang-orang di sekitarnya?
Produser Hartawan Triguna menjelaskan bahwa ide tersebut kemudian dikembangkan melalui proses diskusi bersama tim dan penulis hingga menjadi skenario film.
“Awalnya kami berpikir sederhana, bagaimana kalau ada orang yang ketika meninggal justru tetap merepotkan orang-orang di sekitarnya?”
Dari ide tersebut, cerita kemudian mengalami beberapa tahap pengembangan. Setelah draft ketiga selesai, tim kembali melakukan diskusi untuk mendapatkan masukan sekaligus memperkuat sejumlah bagian cerita dan karakter.
Hasilnya adalah sebuah film komedi horor yang mencoba mempertemukan unsur misteri, kelucuan, dan konflik emosional dalam satu cerita.
Adu Karakter Lintas Generasi
Selain Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem, GHOSTHING juga diperkuat jajaran pemain lintas generasi. Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyang Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, Mona Ratuliu, Indian Akbar, dan Amel Carla turut mengambil bagian dalam film ini.
Kehadiran para pemain tersebut diharapkan membuat elemen komedi dalam GHOSTHING terasa lebih hidup. Benturan karakter menjadi salah satu sumber humor, terutama ketika Alfian yang serba tenang harus berhadapan dengan Maya yang ekspresif dan penuh drama.
Di saat yang sama, dunia profesi perias jenazah menjadi latar yang memberikan warna tersendiri. Situasi-situasi yang muncul dari profesi tersebut kemudian dikembangkan menjadi bagian dari misteri sekaligus komedi film.
Bukan Sekadar Film Komedi
Sutradara Arie Aziz mengatakan bahwa GHOSTHING memang menghadirkan komedi sebagai salah satu elemen utama, tetapi film ini tidak berdiri sebagai komedi murni.
Menurutnya, keberadaan elemen horor dan misteri menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyutradaraan. Kedua genre tersebut harus berjalan beriringan tanpa membuat salah satunya kehilangan kekuatan.
“Yang membedakan ‘GHOSTHING’ adalah ceritanya tidak pure komedi. Ada elemen horor dan misteri yang berjalan bersama.”
Perpaduan tersebut membuat GHOSTHING tidak hanya menawarkan momen menghibur, tetapi juga menyimpan cerita mengenai kehilangan, keluarga, serta usaha mengungkap kebenaran di balik sebuah kematian misterius.
Ada Misteri di Balik Kematian Maya
Pertanyaan terbesar yang dibawa GHOSTHING bukan hanya bagaimana Alfian menghadapi arwah Maya, tetapi juga mengapa Maya meninggal dan apa yang sebenarnya terjadi sebelum kematiannya?
Misteri tersebut menjadi penggerak cerita sekaligus alasan Maya masih terus berada di sekitar Alfian. Di tengah tingkahnya yang mengundang tawa dan hubungan keduanya yang penuh kekacauan, perlahan muncul persoalan yang jauh lebih serius.
Dengan perpaduan komedi, horor, misteri, serta jajaran pemain lintas generasi, GHOSTHING diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang menghibur sekaligus meninggalkan kesan bagi penonton film Indonesia.
Film GHOSTHING disutradarai oleh Arie Aziz, diproduseri Hartawan Triguna, dengan Associate Produser Rizky A. Prakoso dan skenario karya Evelyn Afnilia. Eksekutif Produser film ini adalah Peter Surya Wijaya.
GHOSTHING akan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
Genre: Komedi Horor
Tanggal Tayang: 15 Oktober 2026
Daftar Pemain:
- Baskara Mahendra
- Yasamin Jasem
- Leony VH
- Bang Tigor
- Reinold Lawalata
- Chika Waode
- Siti Fauziah
- Iyang Darmawan
- Tanta Ginting
- Mathias Muchus
- Mona Ratuliu
- Indian Akbar
- Amel Carla





