Beranda Indeks Top Investasi Strategis dari Google Diraih Usaha Rintisan “Edtech”

Investasi Strategis dari Google Diraih Usaha Rintisan “Edtech”

Google
Seoul-based Edtech Startup Mathpresso Secures Strategic Investment from Google (PRNewsfoto/Mathpresso)
Usaha rintisan edtech asal Seoul meraih investasi dari Google. Mathpresso mengelola aplikasi unggulannya “QANDA”, platform belajar pada perangkat seluler untuk pelajar hingga kelas 12.

QANDA memindai teks dan rumus matematika dalam sebuah foto dengan teknologi optical character recognition (OCR). QANDA lalu menyajikan jawaban terperinci dan konten belajar yang sesuai dengan jenjang belajar setiap pengguna.

Sejak diluncurkan, QANDA telah memiliki lebih dari 45 juta pengguna terdaftar dan tiga miliar data pelajaran. Ingin menjadi ekosistem global untuk seluruh materi belajar, Mathpresso melansir model langganan “Premium” yang menawarkan video latihan belajar berdurasi pendek, serta fitur “Community” untuk meningkatkan kegiatan belajar kolaboratif.

Mathpresso dan Google ingin bersinergi dalam mendukung pengalaman belajar lewat kanal digital secara lengkap pada jenjang global. Lebih dari 85% pengguna QANDA berasal dari luar Korea.

Beberapa basis pengguna terbesarnya mencakup Jepang, Vietnam, Indonesia, dan Thailand. Setiap hari, sekitar 10 juta foto diunggah pada QANDA di seluruh dunia.

Platform ini memiliki sistem penggolongan kurikulum yang unik, dan mengklasifikasikan soal-soal matematika ke dalam bab, bagian, serta genre.

“Investasi dari Google membuka berbagai peluang menarik bagi Mathpresso, serta meningkatkan kemampuan kami untuk melayani berbagai pelajar di seluruh dunia,” ujar Soo Nahm, Chief Financial Officer, Mathpresso.

“Fokus utama terhadap pendidikan telah lama menjadi pilar penting dalam perkembangan ekonomi Korea yang luar biasa. Korea termasuk salah satu negara yang memiliki pencapaian belajar tertinggi, dan sistem pendidikan yang paling modern di dunia. Setelah meraih pendanaan Seri C terbaru, kami akan mempercepat ekspansi global dan perkembangan teknologi.”

Usaha rintisan ini co-CEO Ray Lee dan Jake Lee pada 2015. Awalnya, QANDA dikembangkan sebagai layanan tanya-jawab 1:1 bersama dosen-dosen universitas terkemuka. Pada 2017, QANDA menggunakan fitur pencarian OCR yang berbasiskan kecerdasan buatan (AI).

BACA JUGA  Benarkah Klaim Dokter Lois Owien Kematian Pasien Covid-19 Akibat Interaksi Obat?

Fitur ini sangat disukai kalangan pelajar hingga kelas 12. Kini, QANDA telah dipakai lebih dari 12 juta pengguna di lebih dari 50 negara setiap bulan.

QANDA bahkan berhasil menduduki peringkat aplikasi teratas di lebih dari 20 negara. Pada Juli lalu, Mathpresso mengumumkan pendanaan Seri C senilai $50 juta dari sejumlah investor, selain Google juga dari Yellowdog, GGV Capital, Goodwater Capital, dan lain-lain.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPromosi Judi Online, DJ Sandra Arimbi Ditangkap Saat Live Streaming
Artikel berikutnyaNovel Bamukmin Sebut Reuni Akbar Alumni 212 Bakal Dihadiri 7 Juta Manusia