Indeks News | Ultra Processed Food (UPF) atau Makanan Ultra Proses menurut klasifikasi NOVA adalah makanan yang dibuat melalui berbagai proses industri dan hanya mengandung sedikit bahan pangan utuh.
Produk ini umumnya tersusun dari gula, garam, lemak, minyak, serta berbagai zat aditif, sehingga menghasilkan makanan yang praktis, murah, dan memiliki daya simpan panjang. Konsumsi UPF telah meningkat secara global, termasuk Indonesia. Saat ini kontribusi energi dari UPF mencapai 19,5–29%. Hal ini menunjukkan bahwa UPF ini mulai menggantikan makanan utuh dan memberi porsi signifikan terhadap kebutuhan energi harian.
Konsumsi UPF yang tinggi berisiko menurunkan kualitas diet karena sebagian besar hanya menyediakan kalori kosong tanpa manfaat gizi yang memadai. Pada anak-anak, konsumsi berlebih dapat memicu obesitas, gangguan metabolik, masalah kognitif dan perilaku, hingga meningkatkan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari. Anak–anak masih menggantungkan pilihan makanannya pada orang tua, oleh sebab itulah pengetahuan gizi yang baik sangat wajib dimiliki oleh orang tua.

Melihat tren ini, Dosen FKM Universitas Andalas, Risti Kurnia Dewi, S.Gz., M.Si bersama tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas melakukan edukasi mengenai bahaya UPF. Kegiatan dilaksanakan di RA Fatanah Sungai Sapih, Padang. Pada kegiatan ini dipaparkan mengenai UPF dan risiko bahayanya.
Selain itu, juga dipaparkan mengenai tata cara pemberian makan yang bergizi dan seimbang bagi anak–anak. Kegiatan ditutup dengan paparan mengenai cara membaca label gizi pada pangan siap saji dan bagaimana cara memilih pangan siap saji yang lebih sehat.
Ibu Yul Fatanah selaku Kepala Sekolah RA Fatanah menyampaikan apresiasi yang sebesar – besarnya atas kegiatan ini, “Terima kasih kami ucapkan pada Tim Pengabdian Masyarakat FKM Univerisitas Andalas. Berkat kegiatan ini kami jadi lebih memahami bagaimana makanan yang baik untuk anak–anak kami. Semoga anak–anak kami dapat tumbuh sehat dan optimal. Semoga juga edukasi rutin dapat diadakan di sekolah kami ke depannya.”
Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan para orang tua semakin memahami pentingnya membatasi konsumsi UPF dan lebih bijak dalam memilih makanan bagi anak. Langkah sederhana seperti membiasakan konsumsi makanan utuh, membaca label gizi, serta memperhatikan kualitas asupan harian dapat menjadi upaya nyata dalam mencegah berbagai risiko kesehatan di masa depan. Upaya kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan institusi pendidikan diharapkan terus berlanjut agar tercipta generasi yang lebih sehat dan cerdas.




