Jakarta, Indeks News – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan TNI akan menurunkan pasukan untuk menjaga kilang minyak Pertamina di berbagai daerah mulai Desember mendatang.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam pengamanan instalasi strategis nasional yang berkaitan dengan kedaulatan negara.
“Tugas pengamanan instalasi strategis, khususnya milik Pertamina, merupakan bagian dari OMSP dan terdapat dalam revisi Undang-Undang TNI. Pelaksanaannya dimulai Desember dengan pengerahan pasukan dari TNI Angkatan Darat,” ujar Sjafrie usai rapat bersama Komisi I DPR RI, di Jakarta(24/11).
Selain itu, pengamanan juga akan dipantau oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan sektor energi nasional.
“BAIS akan memantau untuk mengetahui potensi ancaman sehingga antisipasi pengamanan fisik dapat dilakukan sejak dini,” lanjutnya.
Sjafrie menambahkan, TNI juga telah membentuk 150 Batalyon Teritorial Pembangunan pada tahun ini. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut ditambah 150 batalyon setiap tahun ke depan.
Ia menegaskan penguatan pasukan teritorial tersebut bukan demi memperluas ambisi militer, tetapi untuk menjaga keutuhan wilayah, memproteksi kepentingan nasional, dan mengamankan industri strategis yang berperan penting bagi kedaulatan negara




