NTT, Indeks News— Ratusan warga korban erupsi Gunung Lewotobi hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsi, meski sudah hampir satu tahun sejak bencana itu terjadi.
Para pengungsi mengaku belum bisa direlokasi karena pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban erupsi belum juga rampung.
Kondisi di lokasi pengungsian kini mulai memprihatinkan. Sejumlah tenda mulai rusak akibat terpaan angin dan hujan. Warga harus bertahan dengan fasilitas seadanya sambil menunggu kepastian relokasi dari pemerintah.
“Kami sudah hampir setahun di tenda. Kami berharap rumah baru cepat selesai, supaya bisa hidup normal lagi,” ujar salah satu pengungsi.
Gunung Lewotobi yang terletak di Kabupaten Flores Timur, NTT, mengalami erupsi besar pada akhir tahun 2024. Ribuan warga saat itu dievakuasi ke tempat aman, dan sebagian besar hingga kini belum kembali ke kampung halaman mereka.
Pemerintah daerah sebelumnya menjanjikan pembangunan hunian bagi korban erupsi, namun progres di lapangan berjalan lambat. Sebagian proyek masih dalam tahap penyelesaian infrastruktur dasar seperti jalan dan air bersih.
Warga berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan agar mereka bisa meninggalkan tenda pengungsian sebelum akhir tahun ini.
“Kami mohon perhatian pemerintah pusat dan daerah. Jangan biarkan kami terus hidup di tenda,” harap warga lainnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT menyebutkan pembangunan rumah relokasi akan segera diselesaikan secara bertahap. Pemerintah menargetkan sebagian pengungsi bisa direlokasi dalam waktu dekat.





