Beranda blog Halaman 1498

Gus Yahya Terpilih Sebagai Ketum PBNU, Novel Bamukmin Justru Sebut Musibah Besar

0
Gus Yahya
Gus Yahya atau Yahya Cholil Staquf akrab terpilih sebagai ketua umum PBNU periode 2021-2026 namun tidak disambut gembira semua kalangan.

Bahkan, terpilihnya Gus Yahya Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin langsung mengucap innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Novel Bamukmin menyebut NU telah mendapat musibah besar.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun NU telah mendapat musibah yang besar, yaitu krisis kepemimpinan karena yang menjadi ketum PBNU saat ini bisa dirasakan,” ujar Novel.

Sosok Gus Yahya dinilai Novel sangat jauh dari nilai-nilai Islam yang rahmatan Lil Alamin dan sangat berbahaya buat keutuhan umat Islam.

Karena dia sangat kental dengan sarat paham sepilisnya yang sesat mengatasnamakan agama dan otomatis mengatasnamakan NU, ujar Novel dikutip dari JPNN.

Padahal, kata Novel masih banyak kiai-kiai NU yang lurus dan istikamah. Namun mereka tergerus oleh kekuatan politik uang yang dimainkan para oknum NU.

“Ormas Islam (NU) ini dalam menentukan pimpinan diduga kuat bermain dengan sogok-menyogok dan diduga melibatkan aseng dan asing kafir,” tegas Novel.

Novel pun yakin ke depannya Indonesia akan semakin dibuat gaduh dan terpecah belah demi kepentingan para pemodal.

“Untuk itu, umat Islam agar jeli mengambil langkah yang tepat dalam menentukan sikap keagamaannya jangan sampai mengikuti pemimpin yang sesat dan menyesatkan,” pungkas Novel.

Dukungan muktamirin terhadap Gus Yahya unggul jauh dibandingkan Kiai Said. Dia mengantongi 337 suara, sedangkan Kiai Said Aqil 210 suara dari total 548. Satu suara tidak sah.

Namun demikian, Kiai Said mengaku bangga, bersyukur, dan bergembira lantaran Muktamar Ke-34 NU berjalan baik.

KH Said Aqil Siroj memberikan ucapan selamat kepada KH Yahya Cholil Staquf yang terpilih sebagai ketua umum PBNU, dalam Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung.

Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura Leg 2 Semifinal AFF 2021

0
Live streaming
Live Streaming pertandingan Timnas Indonesia vs Singapura leg 2 semifinal Piala AFF 2021 bisa disaksikan Sabtu (25/12/2021) malam ini di RCTI dan iNews.

Pertandingan di Stadion Nasional Singapura tersebut juga bisa diikuti lewat live streaming RCTI+ dan Vidio pukul 19.30 WIB.

Pertandingan yang menarik bisa Anda saksikan imbas dari hasil imbang 1-1 dalam laga Singapura vs Indonesia leg pertama hari Rabu (22/12/2021) lalu, memang bakal memaksa kedua kubu untuk memetik kemenangan dalam duel malam nanti.

Dengan tidak diterapkannya aturan gol tandang pada kejuaraan tahun ini, lesakan Witan Sulaeman pada leg 1 menjadi tidak berarti apa-apa, lantaran Singapura berhasil menyamakan skor lewat Ikhsan Fandi.

Mengingat masing-masing kubu baik dari sisi Garuda maupun The Lions butuh gol untuk memastikan langkah ke final, maka besar kemungkinan pemain terbaik atau man of the match malam nanti akan jatuh ke tangan barisan penyerang.

Performa para ujung tombak Garuda sejauh ini belum memperlihatkan penampilan yang boleh dibilang menjanjikan, tapi semua itu pada kenyataannya bisa ditutup dengan baik oleh kinerja para gelandang serang yang istimewa. Salah satu yang layak menjadi perhatian adalah Witan Sulaeman.

Gelandang muda yang bermain untuk klub Polandia, Lechia Gdansk, itu diganjar gelar man of the match saat pertemuan Indonesia vs Singapura leg 1. Witan selalu turun dalam 5 laga Timnas Indonesia, dan sudah menyumbang 2 gol.

Kemudian ada juga Irfan Jaya, yang sejauh ini menjadi top skor Timnas Indonesia dengan 3 gol. Irfan juga terhitung sebagai pemain timnas yang paling agresif ketika melancarkan serangan, terbukti dengan total 11 kali melakukan tembakan, atau menjadi yang terbanyak di tim Garuda.

Jangan pula dikesampingkan bahwa pada leg 2 nanti, Indonesia bisa menurunkan gelandang serang enerjik lain seperti Ramai Rumakiek maupun Egy Maulana yang baru kembali dari Eropa.

Di kubu seberang, Timnas Singapura punya sang bomber andalan Ikhsan Fandi, yang kini menjadi pencetak gol terbanyak di tim lewat 3 lesakan.

Tak boleh diabaikan juga soal keberadaan sang playmaker The Lions, Shahdan Sulaiman. Ia tercatat sebagai pemain paling produktif di Piala AFF 2021, dari sisi jumlah kreasi peluang.

Tak tanggung-tanggung Shahdan sudah menciptakan 15 kali peluang bersih bagi kubu Singapura dalam 5 pertandingan. Jika kombinasi Shahdan bersama Ikhsan Fandi tidak bisa diatasi oleh skuad Garuda, bukan tidak mungkin 2 pemain ini bakal menjadi mimpi buruk Timnas Indonesia.

Baik Indonesia maupun Singapura memang mempunyai barisan penyerang yang terbilang mumpuni. Namun demikian kedua kubu sejatinya juga punya lini belakang yang bisa diandalkan. Garuda memiliki Alfeandra Dewangga, sementara The Lions punya Irfan Fandi.

Kedua pemain itu masing-masing sudah melakukan 24 kali sapuan bersih (clearance) sepanjang turnamen, atau menjadi yang terbanyak dari semua pemain di turnamen ini. Jelang semifinal leg 2 malam nanti, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menginginkan anak asuhnya untuk menyelesaikan laga dalam waktu normal alias tidak melalui adu penalti.

“Saya bahkan tidak berpikir untuk pergi ke adu penalti dan kami ingin menyelesaikan pertandingan sebelum itu. Tentu saja kemungkinan itu tetap ada, tetapi penalti tidak ada dalam perencanaan saya sama sekali,” ucap Shin Tae Yong dikutip dari laman resmi AFF Cup 2021.

Hasil 5 Pertemuan Terakhir Indonesia vs Singapura

22/12/2021: Indonesia vs Singapura 1-1

09/11/2018: Singapura vs Indonesia 1-0

25/11/2016: Singapura vs Indonesia 1-2

28/11/2012: Indonesia vs Singapura 1-0

04/11/2009: Singapura vs Indonesia 3-1

Hasil 5 Pertandingan Terakhir Indonesia

22/12/2021: Indonesia vs Singapura 1-1

25/11/2021: Indonesia vs Myanmar 4-1

09/12/2021: Indonesia vs Kamboja 4-2

12/12/2021: Laos vs Indonesia 1-5

15/12/2021: Indonesia vs Vietnam 0-0

Hasil 5 Pertandingan Terakhir Singapura

22/12/2021: Indonesia vs Singapura 1-1

11/11/2021: Kyrgyztan vs Singapura 2-1

05/12/2021: Singapura vs Myanmar 3-0

08/12/2021: Filipina vs Singapura 1-2

14/12/2021: Singapura vs Timor Leste 2-0

Siaran Langsung Indonesia vs Singapura Leg 2 Semifinal Piala AFF 2021 Live streaming Indonesia vs Singapura dalam leg 2 semifinal Piala AFF 2021 dapat disaksikan melalui RCTI dan iNews.

Tak hanya itu, pertandingan hidup-mati skuad Garuda untuk merebut tiket final juga bisa diikuti lewat live streaming RCTI+ dan Vidio.

Link Live Streaming Indonesia vs Singapura Leg 2 – RCTI (RCTI+)

Link Live Streaming Indonesia vs Singapura Leg 2 – iNews (RCTI+)

Link Live Streaming Indonesia vs Singapura Leg 2 – Vidio

Seorang Ayah di Mataram Setubuhi Anak Kandungnya Sendiri

0
Mataram
Seorang ayah berinisial IS (37) di Mataram diduga menyetubuhi anak kandungnya yang masih berusia 15 tahun. Pelaku telah ditangkap anggota Tim Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penangkapan terduga pelaku usai Polres Kota Mataram menerima laporan dari paman dan bibi korban.

“Berangkat dari laporan paman dan bibi korban atau kakak kandung terduga pelaku, kami bersama tim langsung melaksanakan pengamanan ke lokasi,” ujar Kepala Satreskrim Polresta Mataram Komisaris Polisi Kadek Adi Budi Astawa, Jumat (24/12).

Menurut laporan, terduga pelaku melakukan perbuatan keji kepada putri sulungnya itu pada Jumat pagi di kamar korban.

“Jadi pagi laporannya masuk, siangnya kami amankan lokasi. Dari lokasi, kami sudah mendapat interogasi awal dengan pelapor dan juga korban. Olah TKP (tmpat kejadian perkara) juga langsung kami laksanakan di lokasi,” katanya.

Pengakuan korban, terduga pelaku memaksa untuk berbuat demikian sejak ibu kandungnya pergi ke Malaysia.

“Jadi sejak ditinggal ibunya jadi PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Malaysia, pada November lalu, terduga pelaku ini menyetubuhi korban,” ujar Kadek Adi.

Sejak pergi ke Malaysia, terungkap bahwa ayah kandungnya telah berulang kali menyetubuhinya. Dalam setiap melancarkan aksinya, korban mengaku selalu mendapat ancaman akan dibunuh oleh terduga pelaku.

Dugaan perbuatan IS, juga telah dikuatkan dari hasil visum korban. Pihak rumah sakit telah menemukan tanda-tanda yang mengarahkan pada perbuatan persetubuhan.

Lebih lanjut, Kadek Adi mengatakan bahwa terduga pelaku telah diamankan di Mapolresta Mataram. Penanganan kasusnya kini di bawah kendali Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mararam.

“Jadi pemeriksaan secara intensif masih berlangsung. Sekarang kami sedang berupaya mengumpulkan bukti-bukti yang mengarah pada perbuatan tindak pidana pencabulan anak dan persetubuhan anak,” pungkasnya.

Shin Tae-yong Yakin Indonesia Sikat Singapura di Semifinal Leg ke 2

0
Shin tae-yong
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, ingin skuad Garuda meraih kemenangan atas Singapura. Namun tidak melalui adu penalti.

“Pada leg pertama, baik kami dan Singapura sama-sama bekerja keras. Namun, bagi kami, hasilnya mengecewakan. Kami akan lebih berusaha keras di leg kedua,” kata Shin Tae-yong.

Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura, pada laga semifinal kedua Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (25/12).

“Saya tidak memikirkan tentang pertandingan berlanjut ke adu penalti, meski kemungkinan ke itu terjadi ada juga. Tapi tidak boleh sampai adu penalti,” tambahnya.

Menurut Shin Tae-yong, penampilan Singapura di semifinal leg pertama jauh lebih baik ketimbang saat mereka melakoni babak penyisihan.

Singapura mengakhiri babak penyisihan di peringkat dua klasemen Grup A setelah meraih tiga kemenangan dan sekali kalah dari Thailand.

“Menurut saya performa para pemain Singapura terlihat lebih baik saat semifinal leg pertama daripada ketika di penyisihan grup. Kami harus bisa menahan pergerakan nomor 9 (Ikhsan Fandi) dan juga nomor 15 (Song Ui-young), dia sangat bersemangat. Kami juga harus memperhatikan dua stopper mereka nomor 21 (Saifuwan Baharudin) dan nomor 17 (Irfan Fandi). Kami harus lebih berhati-hati dan menjaga pertahanan dengan baik,” jelas pelatih berusia 52 tahun tersebut.

Skuad Garuda harus meraih kemenangan untuk lolos ke final, setelah main imbang 1-1 melawan Singapura di semifinal kedua. Pasalnya, pada semifinal Piala AFF 2020, regulasi keuntungan gol tandang dihapus.

2 Sejoli Berbuat Mesum di Alun-Alun Gresik Ternyata Masih di Bawah Umur

0
Mesum
Dua sejoli yang diduga telah berbuat mesum di Alun-alun Gresik telah diamankan polisi. Ternyata dua sejoli ini masih di bawah umur.

Sejoli itu kemudian diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik. Mereka yakni DK (15) warga Kecamatan Gresik Kota dan MD (15) asal Kebomas. Keduanya masih berstatus pelajar SMP.

Kanit PPA Polres Gresik Ipda Happy membenarkan kasus ini, pihaknya telah memanggil kedua pelaku untuk proses mediasi.

“Sudah kami panggil dan mereka sudah kami pulangkan tadi kita mediasi,” ujar Happy, Jumat (24/12/2021).

Tak hanya pelaku, Happy juga memanggil orang tua mereka. Di depan orang tuanya, muda-mudi yang tengah dimabuk asmara itu membuat surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatannya.

“Orang tuanya juga kami panggil dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi,” katanya.

Kasatpol PP Gresik Suprapto juga membenarkan bahwa sejoli di bawah umur itu sudah diamankan Unit PPA Polres Gresik.

“Ini sudah diamankan Polres. Saya masih koordinasi di Polres Gresik,” ujarnya.

Video sejoli mesum di Alun-alun Gresik sebelumnya viral di media sosial dan aplikasi percakapan. Video berdurasi 10 detik ini memperlihatkan sepasang kekasih yang tengah mesum.

Tampak dua orang sedang duduk di lantai, lalu keduanya saling berpelukan. Yang perempuan bersandar di tembok.

Sementara itu, video diambil secara diam-diam. Perekam berpura-pura sedang berjalan melewati sejoli, sambil membawa handphone yang kameranya sedang menyala. Sejoli itu masih berpelukan dan tidak menyadari jika direkam.

Satu dari 3 Oknum Anggota TNI Terlibat Kasus Kematian Handi dan Salsa adalah Berpangkat Kolonel

0
Anggota TNI
Tiga oknum anggota TNI AD terlibat dalam kasus kematian dua sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14). Ketiganya kini tengah menjalani proses hukum. Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Prantara Santosa.

“Setelah Polresta Bandung melimpahkan penyidikan dugaan keterlibatan 3 anggota TNI AD pada Rabu lalu (22 Desember 2021), dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung (8 Desember 2021),” ujar Prantara dalam keterangan tertulis, Jumat (24/12/2021).

“Di mana 2 korban tewas (HS dan S) akhirnya ditemukan di 2 titik berbeda di sepanjang Sungai Serayu pada 11 Desember lalu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memerintahkan penyidik TNI dan TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk lakukan proses hukum,” imbuhnya.

Ketiga oknum anggota TNI AD tersebut adalah Kolonel Infantri P, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua Ahmad. Kolonel Infantri P menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam (Pomdam) Merdeka, Manado, sedangkan Kopral DA dan Ahmad menjalani penyidikan di Pomdam Diponogoro, Semarang.

Sementara sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa turun tangan menangani keterlibatan oknum TNI AD dalam kasus kematian Handi Saputra (18) dan Salsabila (14). Jenderal Andika memastikan akan memproses secara internal oknum TNI AD dimaksud.

“Sudah saya tangani langsung sejak siang tadi setelah mendarat dari Papua. Saya akan pastikan kenakan semua pasal KUHP dan peraturan perundangan lain yang terlanggar oleh tindak para oknum Anggota TNI AD ini,” ujar Andika, Jumat (24/12/2021).

Andika juga menegaskan akan mengawal kasus kematian Handi dan Salsa yang melibatkan oknum TNI AD sampai tuntas. Selain hukuman pidana, sebut Andika, oknum TNI AD yang terlibat terancam sanksi pemecatan.

“Saya akan kawal terus proses hukum sampai tuntas dengan tuntutan maksimal untuk tindak pidananya,” jelas Andika.

“Selain itu, hukuman tambahan adalah pemecatan dari dinas militer,” imbuhnya.

Sebelumnya, sebuah mobil yang ditumpangi tiga pria menabrak Handi dan Salsa di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12) sore. Mereka mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil bercat hitam itu.

Pemobil langsung tancap gas ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit. Saksi mengungkapkan ciri-ciri tiga pria itu berbadan tegap.

Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Pelaku diduga kuat sengaja membuang tubuh sejoli tersebut.

Jam Gadang Bukittinggi Tutup Saat Pergantian Tahun

0
Jam Gadang
Area sekitar Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat akan ditutup sementara. Kepolisian Resor (Polres) Kota Bukittinggi telah menyiapkan tim pengurai massa guna menghindari terjadinya kerumunan selama menyambut malam pergantian tahun.

Keputusan itu disampaikan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara pada rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Rapat koordinasi digelar dalam rangka persiapan menghadapi libur natal dan tahun baru 2022, Jum’at (24/12).

Kapolres menyampaikan, berbagai agenda akan dilaksanakan dalam Operasi Yustisi Gabungan bersama TNI, Polri dan Satpol PP. Salah satunya menutup area pedestrian wilayah Jam Gadang dengan pagar mulai 31 Desember 2021 pagi hingga 1 Januari 2021.

Ditegaskan, tepat pukul 00.00 WIB tidak ada masyarakat yang berkumpul lagi. Selain di objek wisata Jam Gadang, tim pengurai juga bertugas menghindari terbentuknya kerumunan di objek-objek wisata lain.

Selain mempersiapkan tim pengurai massa, Polres Bukittinggi juga mendirikan sepuluh pos pengamanan dan pos pelayanan nataru dalam rangka Operasi Lilin 2021. Kapolres mengimbau seluruh masyarakat ataupun pengunjung kota Bukittinggi untuk tetap menaati protokol kesehatan.

“Objek wisata kapasitasnya hanya 50 persen. Dan pengunjung harus wajib vaksin,” ujar Kapolres Bukittinggi melansir Humas Polres Bukittinggi, Jumat (24/12).

Disebutkan, di antara pos yang didirikan, pos Terpadu Jam Gadang, pos Pelayanan Panorama, pos Pelayanan Kebun Binatang, pos Pengamanan Padang Luar, dan pos Pengamanan Jambu Air.

Kemudian pos pengamanan Tugu Polwan, pos Pengamanan Simpang Taman Gadut, pos Pengamanan Simpang Tanjung Alam, pos Pengamanan Baso, dan pos Pengamanan Palupuh. (Kay)

Ikan Mati di Danau Maninjau 921 Ton, Kerugian Capai Rp 18,24 Miliar

0
Kerugian,Ikan mati,Keramba,Danau Maninjau
Kerugian akibat ikan mati dalam jumlah besar di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mencapai Rp18,24 miliar. Sementara ikan yang mati seberat 921 ton.

“Kerugian itu berasal dari 912 ton ikan yang mati berjenis nila dan mas dengan harga Rp.20.000 per kilogram di tingkat petani keramba,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira, Rabu (22/12).

Dia mengatakan, ikan yang mati itu dengan ukuran siap panen pada ratusan keramba jaring apung. Sebagian petani, katanya, telah melakukan panen secara dini, sehingga tidak mengalami kerugian.
“Ada sebagian petani melakukan panen saat ikan di sekitar keramba jaring apung sudah ada yang mati,” ujarnya
Dia menambahkan, ke 912 ton ikan mati itu tersebar di empat nagari yakni, Nagari Tanjung Sani sebanyak 400 ton. “Di Nagari Koto Kaciak 300 ton, Nagari Koto Malintang 12 ton, Nagari Koto Gadang Anam Koto 200 ton,” katanya.
Ikan warga itu mati akibat kekurangan oksigen setelah angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda daerah itu. Dengan kondisi ini, oksigen di perairan danau vulkanik itu berkurang, sehingga ikan menjadi pusing dan mati.
“Kematian ikan 912 ton ini terjadi sejak 6 sampai 21 Desember 2021,” imbuhnya.
Ia mengakui, keramba jaring apung di Danau Maninjau masih ada sebanyak 17.000 petak. Saat ini sekitar 70 persen keramba jaring apung diisi bibit ikan oleh petani. (Kay)

Laporkan Fuji ke Polisi, Sunan Kalijaga Dicibir Warganet

0
Sunan Kalijaga
Pengacara kondang, Sunan Kalijaga hingga kini masih menjadi sorotan warganet terkait tindakannya bersama Doddy Sudrajat untuk melaporkan Fuji.

Hal ini berawal dari dugaan dagelan Fuji yang menakuti Gala dengan naman Dodot. Hingga ada video yang menampilkan sosok pria bertopeng monster menakuti Gala Sky. Padahal sosok topeng monster tersebut adalah ayah Gala Sky sendiri, Bibi Andriansyah.

Sunan Kalijaga yang membantu Doddy Sudrajat melaporkan Fuji ke polisi soal video tersebut pun bersikukuh menganggap hal itu adalah suatu kesalahan.

Ditambah Sunan Kalijaga menyatakan ingin bertemu sosok pria pemakai topeng monster tersebut, hal ini lah yang menjadi bahan gunjingan warganet.

Apalagi si pengacara ini tak cukup mengumpulkan banyak bukti bahwa video asli yang menampilkan sosok pria bertopeng masker itu tidak menyebut nama Doddy sekalipun.

Padahal video tersebut hanya editan dari salah satu warganet yang menyatukan video lawan Bibi dan Gala menjadi sound yang berisi nama Doddy.

Hal inilah yang disayangkan oleh warganet, sekelas pengacara seperti Sunan Kalijaga masih bisa salah dalam menemukan bukti dan terlalu percaya dengan Doddy Sudrajat.

Warganet pun murka hingga anaknya Salmafina terkena dampaknya, ikut dihujat oleh warganet.

Melihat polemik ini menjadi panjang dan keluarganya ikut diserang, Sunan Kalijaga memberikan klarifikasinya.

Ia menyebutkan kalau dia tak sepenuhnya membenarkan ucapan Doddy Sudrajat dan tidak sepenuhnya menganggap Doddy Sudrajat salah.

Hal ini terungkap dalam laman instagram pribadinya. “Saya tidak bilang pak @Doddysoedrajat_1 benar 100 persen, tapi belum tentu salah 100 persen. Tolong dan bantu saya untuk mencari keadilan untuk semua,” tulis Sunan Kalijaga.

Diberitakan sebelumnya, mental Sunan Kalijaga ciut saat salah membela orang, yakni Doddy Sudrajat.

Awalnya, Sunan ini disebut pansos oleh warganet dan membuat dirinya murka.

Sunan pun mencoba pura-pura tegar sembari membela dirinya yang telah menjadi pengecara Doddy Sudrajat. Hal ini terungkap dalam laman instagram pribadinya.

Dia menyebut dirinya sudah terkenal di dunia ini sebelum menjadi pembela Doddy Sudrajat.

Tak butuk waktu lama postingannya yang baru diposting beberapa menit itu pun langsung diposting ulang oleh akun gosip. Dan membuat warganet geram dengan tingkah Sunan  yang tak mencerminkan sosok pengacara.

Setelah ramai dibully, pengacara ini pun menghapus postingan pembelaan dirinya dan malah memposting permintaan maaf.

Adjani, Putri Sulung Alya Rohali Rilis Pop-Jazz ‘Kamu’

0
Adjani
Adjani,Rilis Pop-Jazz ‘Kamu / Foto : Istimewa
Adjani akhirnya juga merilis video lirik dari ‘Kamu’. Konsep sederhana nan menyenangkan dihadirkan Adjani untuk video lirik yang bekerjasama dengan @howaboutvisual.

Dalam video, digambarkan Adjani yang tengah piknik seorang diri, lengkap dengan perlengkapan piknik yaitu karpet dan bekal ala piknik lengkap dengan tone yang colourful di dalamnya.

Ada tujuan tersendiri mengapa konsep yang ad di video musik ini dipilih Adjani.

Adjani
Adjani / Foto : Istimewa

“Lagu ‘Kamu’ sebenarnya punya lirik yang tidak terlalu bahagia ya, karena menceritakan seseorang yang sedang di-ghosting sama orang lain. Tapi, karena aku memang mengemasnya dengan aransemen yang up-beat untuk lebih menunjukkan kisah bitter-sweet, aku pengen video klip memenuhi sisi ‘sweet’ dari cerita itu,” ungkap Adjani.

“Itulah kenapa aku menggunakan konsep yang simple tapi dengan sentuhan colorful sedikit yang akhirnya menjurus pada konsep piknik tadi,” lanjutnya.

Video lirik ‘Kamu’ sudah bisa disaksikan lewat kanal Youtube dari Adjani.

Adjani
Foto : Istimewa

Adjani yang bernama lengkap Namira Adjani, seorang penyanyi muda pendatang baru yang sekaligus merupakan Putri Sulung dari Aktris, Alya Rohali, juga tengah berusaha untuk membuat banyak orang relate dengan kisah yang dia hadirkan lewat single debut’nya, ‘Kamu’.

Sejak kecil, kecintaan terhadap dunia tarik suara sudah ditunjukkan oleh Adjani dengan mengikuti kompetisi, les vokal, dan lain sebagainya.

Adjani bahkan pernah membuat cover dari lagu-lagu yang tengah dia sukai dan kini dia akhirnya dapat merilis single debut yang telah ditunggu-tunggu.

Adjani
Foto : Istimewa

Dihadirkan dengan nuansa Pop-Jazz, lagu ini diambil dari pengalaman pribadi dari Adjani serta beberapa cerita dari temannya yang mengalami kemiripan kisah. Bercerita mengenai seorang perempuan yang mempertanyakan tentang perasaan sang lelaki yang dirasa telah berubah dibandingkan saat mereka pertama kali saling tertarik.

“Ini memang cerita dengan tema yang sering banget kita rasain, yaitu di-ghosting. Tapi, aku mengemas lagu ini sedikit berbeda jadi ghosting tadi lebih terasa bittersweet,” ungkap Adjani.

Lagu ‘Kamu’ memang telah melalui perjalanan yang panjang, kurang lebih 1 tahun Adjani telah meracik lagu ini sedemikian rupa sehingga dirinya merasa sangat tepat untuk merilisnya kali ini.

Otti Jamalus, sebagai guru vokal Adjani sejak usia 7 tahun di OJMH ( OJ Music House ), sangat mendukung niat berkarya dari sang murid. Hingga terwujudlah kolaborasi dalam pembuatan single ini, yang juga melibatkan nama-nama besar seperti: Iyas Pras (Ecoutez), Yance Manusama, dan Yoseph Sitompul.

“Aku memang ingin mencoba membuat karya yang aku banget secara idealisme dan taste, tapi masih tetap bisa dinikmati oleh banyak orang,” kata penyanyi yang sangat mengidolakan Isyana Sarasvati ini.

Sementara itu, sosok ibunda, Alya Rohali, adalah sosok yang sudah memberikan support dan fasilitas yang dibutuhkan putrinya sejak pertama kali Adjani menekuni dunia tarik suara. Bahkan, sejak usia belia, Alya mengaku Adjani sangat tertarik dengan tarik suara dan menjadi salah satu dunia seni yang sangat ingin ditekuninya.

Kini, di usia yang telah dewasa, Alya merasa bahwa Adjani , yang saat ini adalah mahasiswi semester akhir di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini , telah matang secara teknik vocal maupun personality sehingga sudah siap untuk meniti kariernya secara professional di dunia tarik suara.

Itulah kenapa, akhirnya lagu debut dari Adjani mendapatkan support penuh dari Alya. Tidak sampai disitu saja, ternyata Adjani juga telah menyiapkan single lainnya lepas merilis single debut’nya ini. Bahkan, menurut Adjani, single kedua ini akan memiliki nuansa yang berbeda dari single ‘Kamu’, karena Adjani ingin selalu mengeksplorasi range tarik suara sekaligus menunjukkan sisinya yang berbeda.(EH).