Beranda blog Halaman 1522

“KAWAN” Beranjangsana Ke PWI Jaya, Siap Deklarasikan Diri

0
KAWAN
Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah Saat Menerima Audiensi Pengurus “KAWAN” / Foto : Istimewa
Hadirnya Komunitas Wartawan Budaya dan Hiburan (KAWAN) di sambut baik oleh  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta / PWI Jaya.

Keberadaan “KAWAN” diharapkan menjadi wadah kreatifitas positif dan profesional sesuai profesi dan kompetensi anggotanya.

Hal itu disampaikan Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah saat menerima audiensi pengurus “KAWAN” pada Jumat, 26 November 2021 di kantor PWI Jaya, Gedung  Prasada Sasana Karya, Gambir,  Jakarta Pusat.

KAWAN
KAWAN Beranjangsana Ke PWI JAYA / Foto : Istimewa

Kedatangan perwakilan pengurus “KAWAN” disambut jajaran pengurus harian PWI Jaya, selain Sayid Iskandar, hadir pula Irish Riswoyo (Ketua Seksi Film dan Musik), Irmanto (Wakil Ketua Bidang Organisasi), Tubagus Adhi (Wakil Ketua Bidang Kesra), Kadirah (Bendahara Umum) Heri SL (Wakil Sekretaris) dan beberapa pengurus lain.

Pengurus “KAWAN” yang hadir saat itu, Tri Cahyo Sulistyo (Ketua Harian), Fuad Rohimi (Ketua Bidang Litbang) serta Muller Mulyadi dan Satria (Anggota Dewan Pengarah).

Audiensi berlangsung sangat cair, bahkan diselingi  canda. Meski demikian tidak mengurangi esensi dari pertemuan tersebut.

KAWAN
Foto : Istimewa

Menurut Sayid Iskandar, kantor PWI Jaya adalah rumah bersama bagi wartawan anggota PWI.

“Karena semua (pengurus KAWAN) yang datang ini adalah anggota PWI, jadi ini juga rumah kalian semua,” ujar Sayid Iskandar saat Audiensi KAWAN ke PWI JAYA, Jumat (26/11/21).

Dalam kesempatan itu,  Tri Cahyo Sulistyo memaparkan apa itu “KAWAN”, berikut Visi dan Misi-nya. Wartawan berambut gondrong yang akrab disapa Yayo ini juga menyampaikan sikap “KAWAN” yang akan berkolaburasi dengan banyak mitra, terutama PWI Jaya.

KAWAN
Foto : Istimewa

Menurut Irmanto yang membidangi keorganisasian di PWI Jaya, anggota PWI bidang liputan musik dan film, secara otomatis sudah menjadi bagian dari Seksi Musik dan Film dibawah komando Irish Riswoyo.

“Jika teman-teman tetap ingin menghidupkan “KAWAN”, itu adalah sebuah pilihan. Selama “KAWAN” bukan organisasi profesi wartawan yang berbadan hukum, bagi kami tidak ada persoalan,” ujar Irmanto.

Mewakili keluarga besar “KAWAN”, Yayo menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan arahan dari para pengurus PWI Jaya. Yayo berharap, akan tercipta sinergi yang positip antara “KAWAN” dan PWI Jaya, khususnya Seksi Musik dan Film.

KAWAN
Foto : Istimewa

Dalam kesempatan itu, Yayo mengundang Ketua PWI Jaya dan jajaran pengurus lainnya untuk hadir di acara deklarasi “KAWAN” sekaligus Lomba Mancing Jurnalis pada Minggu, 5 Desember 2021 di Kolam Pemancingan Telaga Mina, TMII, Jakarta Timur.

Beberapa artis penyanyi dan pemain film akan menghibur di acara tersebut, diantara grup Band Bagindas dan penyanyi dangdut Connie Nurlita. (EH).

Karena Malu Bocah Autis di Sumsel Dibunuh Kedua Orang Tuanya

0
Bocah autis
illustrasi
Bocah autis berinisial AP (11) harus meregang nyawa di tangan kedua orang tuanya. Peristiwa tragis ini cukup menggemparkan warga Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kedua orangtuanya rela membunuh darah dagingnya sendiri.

Nasib tragis menimpa seorang bocah autis asal Kabupaten Musi Banyuasin, usai disiksa kedua orangtuanya, AA (33) dan SR (29). Sebelum tewas, bocah autis ini sempat dipukuli berkali-kali oleh orangtuanya.

Alasannya sepele, AP dianggap kerap buang air besar (BAB) di celana hingga membuat orangtuanya malu. Aksi sadis itu dilakukan AA dan SR di rumahnya di Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Banyuasin, Rabu (24/11/2021).

Kesal dengan tindakan putranya, AA langsung mengambil selang air dan memukulinya bertubi-tubi. Tak hanya itu, AA juga berkali-kali menendang alat vital korban. Melihat AA memukuli korban, SR bukannya menolong malah ikut menganiaya anak kandungnya.

Ia mengambil gayung lalu memukuli bocah autis itu hingga pingsan. Saat korban pingsan, AA dan SR meninggalkannya begitu saja.

Warga yang iba kemudian membawa korban ke rumah sakit terdekat. Nahas, korban ternyata sudah meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.

Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Palupessy mengatakan korban mengalami banyak luka memar di tubuhnya akibat dianiaya.

“Ketika di bawa ke Puskesmas ternyata korban meninggal sehingga langsung dilakukan visum,” ucap Alamsyah, Sabtu (27/11/2021).

“Hasilnya banyak luka memar di tubuh korban.”

Dua jam berselang, polisi menangkap kedua pelaku. AA ditangkap di rumah orangtuanya di Dusun LK II, Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Rabu (24/11/2021).

Sedangkan SR juga ditangkap di rumah orangtuanya pada hari yang sama. AA dan SR memiliki tiga orang anak.

Korban yang mengalami autis merupakan anak sulung, sedangkan dua anak AA dan SR lainnya terlahir normal.

“Puncaknya di hari itu saya pukul, tak mengira kalau kejadiannya bakal seperti ini (meninggal),” ucap SR.

“Masalahnya karena anak saya itu sering BAB sembarangan dan bukan kali ini saja.”

SR mengaku menyesal telah membunuh anaknya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka dan dikenakan Pasal 80 Ayat 3 Juncto Pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 dan Pasal 351 Ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban tewas dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Selingkuhan Istri di Sumbar Dibunuh Suami Saat Behubungan Badan

0
Selingkuhan Istri
Illustrasi
Seorang suami menghabisi nyawa selingkuhan istrinya saat kedapatan sedang berhubungan badan. Kasus yang cukup menggemparkan ini terjadi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Pihak kepolisian mengungkap kronologi dan motif pelaku membunuh selingkuhan istrinya itu karena merasa dikianati. Pelaku bernisial D (52 tahun) tersebut, membunuh selingkuhan istrinya itu dengan cara menusuk korban dengan senjata tajam.

Peristiwa yang cukup menghebohkan itu terjadi di Kampuang Bajanjang, Jorong Bantiang Selatan, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, pada Jumat (26/11/2021) malam pukul 23.45 WIB.

Kasus suami membunuh selingkuhan istrinya ini dibenarkan Kasubbag Humas Polres Bukittinggi, AKP Robinhot Sitinjak. “Informasi tersebut benar, korban berasal dari kawasan (Malalak) juga,” ujarnya dikutip dari Halonusa.com, Sabtu (27/11/2021).

Robinhot mengungkapkan, korban diketahui berinisial S (50 tahun). Sementara istri pelaku berinisial E (48 tahun).

Sementara, Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, pelaku membunuh korban yang mendapati sedang berselingkuh dengan istrinya di kediamannya. Pelaku yang tak terima kemudian mengambil sebilah pisau yang berada di dalam rumah tersebut.

“Pisau itu ditusukkan ke korban hingga menembus dada sebelah kiri, tangan kanan bagian bawah siku dan kaki kanan bagian betis luar korban,” ujar Dody.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Allan Budi Kusumah Katinusa menjelaskan, pelaku nekat menusuk korban lantaran tak terima melihat istrinya berhubungan badan.

“Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga setempat dengan kondisi berlumuran darah,” ujarnya.

Korban, sempat dilarikan ke RS Achmad Muchtar Bukittinggi usai dirujuk dari Puskesmas Malalak. “Namun sayang nyawa korban tak terselamatkan dan meninggal dunia,” katanya.

Pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Polres Bukittinggi lantaran sempat kabur usai melakukan aksi brutal tersebut. “Keberadaan pelaku diketahui dari istri pelaku dan dia menyerahkan diri pasa pukul 04.30 WIB tadi,” pungkasnya.

Madani International Film Festival Usung tema “Light: Sufism and Humor”

0
Madani International Film Festival
Konferesnis Pers Virtual Madani International Film Festival Foto : Dok.Madani International Film Festival
Madani International Film Festival kembali hadir, gelaran festival film ini masuk tahun keempat penyenggaraannya. Dimana Festival Film ini akan digelar mulai 27 November hingga 4 Desember 2021. 

Ini menjadi gelaran kedua Madani International Film Festival 2021, festival film bertaraf internasional yang dilangsungkan pada kondisi pandemi saat ini.

Mengusung tema “Light: Sufism and Humor” Madani Film International Festival ingin mengajak pecinta film untuk melihat cahaya dan hal-hal yang jenaka.

Madani International Film Festival
Garin Nugroho, Board Festival / Foto: Istimewa

“Tema kali ini membawa tema sufisme dan humor, dua istilah yang memberi ruang besar kegembiraan berekspresi serta renungan atas perjalanan religiusitas”, ungkap Garin Nugroho, Board Festival, saat Konferensi Pers Virtual, Jumat (26/11/21).

Madani International Film Festival, Festival film yang didukung oleh Kemendikbud Ristek dan Dewan Kesenian Jakarta ini akan menayangkan film-film dari Indonesia dan luar negeri untuk bisa melihat keberagaman umat muslim di dunia.

Celebrating muslim diversity menjadi tagline yang selalu diangkat di tiap tahun penyelenggaraan Madani Film Festival.

Madani International Film Festival
Sugar Nadia, Direktur Festival, Madani International Film Festival / Foto : Istimewa

“Dari film-film tersebut, kita ingin belajar dan menikmati kebudayaan umat muslim dunia yang beragam,” ujar Sugar Nadia, Direktur Festival, Madani International Film Festival.

Namun demikian, sekalipun mengangkat film-film yang bertemakan umat muslim, Madani Film Festival tak ingin dipandang sebagai festival film yang dikhususkan untuk muslim.

Sebaliknya, melalui rangkaian film dan diskusi, Madani Film Festival ingin menembus batas-batas perbedaan yang ada.

“Film dan diskusi yang akan kami hadirkan akan bisa dinikmati oleh semua kalangan, dan film sebagai ekspresi budaya diharapkan menjadi medium untuk kebersamaan,” sambungnya.

Madani International Film Festival
Foto : Istimewa

Ahmad Mahendra, selaku Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung penyelenggaraan festival film yang diinisiasi oleh komunitas dan insan perfilman.

“Festival Film Madani ini memiliki keunikan dan ciri khas yang membedakannya dengan festival film yang lain, di samping itu tema yang diusung juga sejalan dengan kampanye toleransi yang digaungkan oleh Kemendikbud Ristek”.kata Ahmad Mahendra

Mahendra juga berharap agar pekerja seni, budaya, dan film tetap semangat untuk berkarya meskipun di tengah kondisi pandemi.

“Menjamurnya festival film, seni, dan budaya terlebih lagi di masa pandemi menunjukkan bahwa kondisi krisis tidak menyurutkan semangat pekerja seni untuk terus berkarya. Ini perlu dukungan dari semua pihak, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya kreatif”.tambahnya.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Danton Sihombing, merasa penting untuk mendukung penyelenggaraan Madani Film Festival. Baginya, keberagaman itu harus dirayakan dan film menjadi salah satu medium yang dirasa mampu merayakan keberagaman tersebut.

“Ini adalah tahun kedua DKJ mendukung penuh Madani Film Festival. Dan kami berharap, di tahun-tahun berikutnya akan terus bisa mendukung agar kita dapat terus menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan yang dihadirkan di Madani International Film Festival,”tegasnya.

Acara pembukaan Madani International Film Festival akan dilangsungkan pada tanggal 27 November 2021 secara luring di XXI Epicentrum.

Adapun film yang didaulat sebagai film pembuka adalah film berjudul Pesantren (2019) karya Shalahuddin Siregar. Film tersebut sebelumnya telah tayang perdana di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) pada tahun 2019, dinilai penyelenggara, film ini mampu mewakili tema festival, karena dapat mengenalkan sisi yang cahaya dan jenaka dalam kehidupan pesantren.

Penyelenggaraan Madani tahun ini menayangkan 13 film dengan 7 tema diskusi yang berbeda menghadirkan narasumber Internasional Hassan Abdul Muthalib (Malaysia), Amir Masoud Soheili (Iran), dan Dag Yngvesson (Malaysia) beserta segenap nama-nama narasumber tanah air yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.

Madani Film Festival juga menggandeng sejumlah lembaga untuk memeriahkan festival film, di antaranya adalah East Cinema, Binus University, Jaringan GusDurian, dan Kineforum.

Untuk menikmati film yang diputar, Kineforum telah menyiapkan ruang menonton secara daring melalui kineforum.eventive.org.

Pilihan film penutup pada film yang berlatar Casablanca, Maroko, berjudul “Casablanca Beats”, film yang bertemakan musik rap ini, merupakan film yang menjadi nominasi kompetisi utama Cannes Film Festival 2021 akan ditayangkan secara luring pada 4vDesember 2021 di Epicentrum XXI. (EH).

 

Danone Indonesia Dan Kampus Umar Usman Gelar Program Damping UMKM

0
Danone Indonesia
Foto : Dok.Danone Indonesia
Danone Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) bersama Kampus Bisnis Umar Usman kembali mengadakan program “Damping UMKM” batch ke 4 di tahun 2021 ini.

Program yang digelar Danone Indonesia yang merupakan program edukasi dan pendampingan kepada pelaku bisnis UMKM.

Setelah sukses memberikan pendampingan bisnis kepada 3877 peserta UMKM di Indonesia, Danone Indonesia dan Kampus Bisnis Umar Usman menyelenggarakan prosesi wisuda Program Damping secara virtual pada Rabu 24 November 2021.

Danone Indonesia
Foto : Dok. Danone Indonesia

Acara yang digelar Danone Indonesia bertajuk “Inovasi Bisnis di Masa Krisis” yang diisi oleh Coach Wusda Hetsa yang juga salah satu coach yang aktif memberikan pendapingan secara intensif kepada para peserta.

Acara ini digelar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),

Pada program Damping ini, peserta telah diberikan materi tentang kewirausahaan dan pelatihan teknis dalam berbisnis, serta kesempatan mendapatkan coaching eksklusif tambahan selama 1 bulan untuk peserta terbaik bersama 25 coach terbaik dibidangnya, serta beberapa fasilitas lainnya yang disediakan.

Prosesi wisuda kali ini merupakan rangkaian penutup dari pendampingan batch ke-4 di tahun 2021 yang diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Program Damping UMKM yang telah dilakukan sejak akhir 2020 sebagai fasilitasi Danone Indonesia bersama Umar Usman atas tantangan bisnis UMKM yang kala itu diterpa oleh Pandemi Covid-19.

Danone Indonesia
Foto : Dok. Danone Indonesia

Hadir dalam acara Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia dan Lily Julaeha, Direktur Utama Kampus Bisnis Umar Usman yang memberikan sambutan sekaligus memberikan tanda kelulusan kepada para peserta.

“Sebagai salah satu bisnis yang ada di Indonesia melalui rangkaian produk kami yaitu SGM Eksplor, Bebelac, Nutrilon Royal dan AQUA, kami lahir dan berkembang sejak puluhan tahun yang lalu ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Melalui operasional bisnisnya, Danone Indonesia  melibatkan jutaan UMKM di Indonesia yang turut berkontribusi dalam mendistribusikan produk-produk kami.”kata Karyanto Wibowo dalam siaran persnya.

“Oleh karena itu kami megucapkan terimakasih atas antusiasme para peserta mengikuti program ini. Program Damping UMKM merupakan bentuk dukungan Danone Indonesia kepada UMKM sebagai pejuang ekonomi untuk terus membantu perekonomian Indonesia bangkit dan berkembang. Kami ingin para UMKM yang telah tergabung dalam komunitas Damping ini dapat terus memiliki inovasi, kreatifitas, dan daya saing yang tinggi karena kami percaya, peran UMKM dalam memajukan bangsa Indonesia sangatlah penting.”ujarnya.

Dalam materinya Coach Wusda menyampaikan bahwa seorang pebisnis perlu memahami bahwa membangun sebuah bisnis harus bisa menjawab kebutuhan atau masalah yang ada pada masyarakat.

“Pebisnis harus mulai belajar membangun empati, coba lihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, tulis dan cari ide untuk menjawab kebutuhan atau masalah tersebut. Setelah itu kita bisa melakukan uji coba terhadap produk yang kita tawarkan sebagai solusiTentunya kami berharap, bahwa program ini dapat memberikan dampak positif bagi para peserta.” tambah Wusda.

Adapun penutupan program Damping akan digelar pada tanggal 15 Desember 2021. Informasi tentang kegiatan selanjutnya bisa masyarakat dapatkan melalui media social Instagram @damping_id. Kedepannya, Danone Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) bersama Kampus Bisnis Umar Usman akan terus bersinergi dan siap mendukung pengembangan usaha serta rencana bisnis para UMKM di Indonesia. Diharapkan, akan semakin banyak para pelaku usaha yang bertumbuh dan berperan dalam membangun kesejahteraan perekonomian Indonesia.(EH).

Rizky Febian Kemas ‘Pepatah’ Dalam 3 Bentuk Rangkaian

0
Rizky Febian
Rizky Febian Rilis Single BAru " Pepatah" / Foto : Dok.RFAS Music
Bagi Rizky Febian 2020 merupakan tahun perdana melahirkan berbagai macam karya dengan Label Music dan Management baru miliknya sendiri, yaitu RFAS Music.
Rizky Febian
Rizky Febian /Foto: Dok.RFAS Music

Sukses melahirkan berbagai macam karya dalam perjalanan karir bersama RFAS Music membawa Rizky Febian mendapatkan berbagai penghargaan.

Mengawasi potensi dan prestasi yang telah dicapai membuatnya kian giat menciptakan beragam karya di 2021, hingga saat ini ia telah melahirkan 4 single di tahun 2021.

Di penghujung tahun 2021, Rizky Febian telah menyiapkan lagu baru yang ia ciptakan sendiri yang berjudul Pepatah.

Rizky Febian
Rizky Febian Saat Syuting Video Musik Di Sumba / Foto :Dok.RFAS Music

Pepatah milik Rizky Febian berkisah bahwa menemukan cinta sejati dapat terjadi di waktu yang tak terduga.

Bermakna bahwa cinta itu jorok, dalam artian jatuh cinta dapat terjadi kapan saja, dimana saja, kepada siapa dan dalam keadaan apa saja.

Demi menyempurnakan single Pepatah, Rizky Febian telah menyiapkan visual dari lagu ini yang dikemas dalam 3 bentuk rangkaian yaitu prequel, music video dan sequel.

Rizky Febian
Foto : Dok.RFAS Music

Dalam prequel, menceritakan seorang photographer dari sebuah creative agency yang jenuh akan hiruk pikuk ibukota sehingga kehilangan kreativitas dalam aktivitasnya, hingga kemudian ia memutuskan untuk rehat sejenak dan berlibur sambil mencari inspirasi dan ide baru.

Berlatar belakang di kota Sumba, Rizky Febian membuat cerita dalam video clip Pepatah semakin menarik dan memanjakan mata. Video clip ini melanjutkan cerita yang terjadi di prequel.

Rizky Febian
Foto : Dok.RFAS Music

Setelah menjatuhkan pilihan untuk berlibur ke kota Sumba, kemudian tanpa diduga ia terpikat dan jatuh cinta kepada seorang dokter yang membuka praktik disana.

Music Video ‘Pepatah’ akan dirilis di Official Youtube Rizky Febian sedangkan single ‘Pepatah’ akan dirilis tanggal 26 Nov 2021 Mulai Pukul 00.00 di seluruh digital Platform. (EH).

 

Tahanan Kasus Pencabulan di Medan Tewas Dianiaya, Diduga Tolak ‘Uang Kamar’ Rp 5 Juta

0
Kasus
Seorang tahanan kasus pencabulan berinisial HS tewas dianiaya di dalam rutan. Hal ini diungkapkan oleh Polrestabes Medan. Polisi menyebut kasus penganiayaan itu terjadi karena korban diduga menolak membayar ‘uang kamar’ yang diminta para tersangka penganiaya.

“Adapun modus yang dilakukan oleh mereka ini adalah melakukan pemerasan terhadap tahanan. Kelompok ini biasa mereka lakukannya sekitar pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB. Ini modusnya ketika tahanan lain tertidur,” ujar Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji di Polrestabes Medan, Jumat (26/11/2021).

Dalam kasus penganiayaan terhadap tahanan kasus pencabulan ini, polisis telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Menurut Irsan, para tersangka telah beberapa kali menerima uang dari korban.

Sebelum kasus penganiayaan itu, para tersangka itu meminta Rp 5 juta. Namun, korban diduga menolak sehingga terjadi penganiayaan.

“Bahwa pelaku ini, kelompok ini sudah dua kali menerima uang dari si korban HS. Pertama Rp 700 ribu, kedua Rp 200 ribu, kejadian penganiayaan yang kemarin terjadi ini mereka meminta kembali uang kepada korban sebanyak Rp 5 juta,” jelas Irsan.

Irsan juga mengatakan para tersangka juga diduga berkomunikasi dengan keluarga korban untuk meminta uang. Irsan menyebut polisi juga sedang mengusut dari mana para tahanan tersebut mendapat ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga korban.

“Ini kita sedang dalami bagaimana alat ini bisa masuk ke dalam,” ungkap Irsan.

Para tersangka menyebut duit Rp 5 juta itu sebagai ‘uang kamar’. Polisi masih mendalami apa maksud dari uang kamar itu. “Yang jelas untuk kepentingan kelompok mereka. Tapi alasan awalnya katanya, ketika tagihan uang Rp 5 juta ini untuk uang kebersamaan, uang kamar. Kita sedang dalami, karena kita ketahui tidak ada istilah sewa menyewa blok di sini,” jelas Irsan.

Enam orang tersangka yang telah ditetapkan itu adalah HM, H, NP, J, WS, dan TS. Mereka dijerat Pasal 351 ayat 3 jo Pasal 170 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

 

Diduga Akibat Puntung Rokok, 1 Unit Rumah Warga Ludes Terbakar

0
Kebakaran
Ilustrasi
Warga bersama petugas pemadam kebakaran Pemkab Tanah Datar berupaya memadamkan api yang membakar satu unit rumah kayu di Jorong Koto, Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/11), sekira pukul 20.00 WIB.

Kobaran api baru berhasil dipadamkan beberapa saat kemudian, namun seluruh bangunan rumah berukuran 6 x 4 meter persegi beserta barang-barang di dalamnya hangus terbakar.

Bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut namun pemilik rumah Amrizal (57) tahun, sehari-hari bekerja sebagai petani.

Dari peristiwa tersebut korban menderita kerugian materil sekitar Rp 30 juta. Korban tinggal sehari-hari bersama seorang anak laki-lakinya yang mengalami gangguan kejiwaan.

Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Datar Yusnen melalui Kasi Keselamatan dan Kebakaran (Matkar) Fauzi Arifin menyampaikan sebanyak 18 personel dengan dua armada mobil pemadam dari Posko Batusangkar dibantu dari Posko Salimpaung diturunkan sehingga dalam waktu singkat api berhasil dipadamkan.

Ia menyebut penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, namun diduga api berasal dari puntung rokok. Menurut korban, rumahnya tidak dialiri listrik dan saat meninggalkan rumah pergi ke warung, api dapur sudah dipadamkan.

“Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati terhadap api yang berasal dari listrik, kompor, tungku kayu bakar, obat nyamuk bakar dan lainnya yang dapat menimbulkan bencana kebakaran ,” tutup Fauzi.(Kay)

Kapal Pengangkut WNA Tenggelam di Mentawai

0
Kapal Nelayan Tenggelam
Ilustrasi
Kapal Sibon Air yang membawa 11 orang Warga Negara Asing (WNA) dari Brasil, kandas dan tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai, kemarin (25/11).

Kecelakaan itu disebabkan karena kru kapal tidak menguasai medan dan membuang jangkar kapal di lokasi yang dangkal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sebab, seluruh penumpang bisa berenang dan menyelamatkan diri ke tepi pantai Katiet.

Hanya saja, saat ini kondisi kapal Sibon Ori dengan panjang 25 meter berwarna putih tersebut, sudah dalam keadaan setengah tenggelam. Kapal berbahan fiber tersebut, diduga tersangkut oleh karang setelah ABK membuang jangkar di perairan yang dangkal dan berkarang tersebut.

Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Akmal, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kecelakaan kandasnya kapal selancar tersebut, terjadi sekitar pukul 08.00 dengan koordinat 2°22’33.51″S – 99°51’53″E.

“Kita mendapat laporan dari Manalu salah seorang pengelola penginapan di Katiet pukul 09.58. Kapal ini, dalam rangka membawa penumpang atau wisata untuk menikmati olahraga surfing di Katiet. Namun, kapal mereka kandas setelah dihantam ombak saat akan buah jangkar,” terangnya. Kamis, (25/11).

Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, kerugian akibat kecelakaan tersebut, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Untuk total penumpang di kapal tersebut, berjumlah 17 orang.

“Total penumpang kapal Sibon Ori sebanyak 17 orang. Enam orang merupakan ABK kapal Sibon Ori dan 11 orang merupakan penumpang atau wisatawan Mentawai. Saat ini mereka semua dalam kondisi selamat dengan menyelamatkan mandiri dan dibantu oleh pemilik resort dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Diantara nama penumpang yang kesemuanya berjenis kelamin laki-laki dan sepuluh orang berasal dari Negara Brazil, tersebut yakni, Felipe (37) tahun, Fransisco (43) tahun, Frederico (45) tahun, Marcelo (43) tahun, Matheus (38) tahun, Fabio (50) tahun, Tomas (39) tahun, Felipe (40) tahun, Pablo (40) tahun, Gustavo, (42) tahun dan Fernandez (41) tahun, warga negara Uruguay.(Kay)

DPRD Pessel Sepakati Ranperda APBD 2022 Menjadi Perda

0
DPRD Pessel
Bupati Pesisir Selatan, Drs. Rusma Yul Anwar, M.Pd dan Wakil Bupati, Apt. Rudi Hariyansyah, S.Si menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2022, Jumat (26/11).

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Ermizen, S.Pd dengan Agenda Penandatangan Persetujuan Bersama Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 menjadi Peraturan Daerah.

Dalam kata sambutannya, Rusma Yul Anwar, menyampaikan proses penyusunan dan pembahasan ranperda tentang APBD Tahun 2022 telah dilaksanakan dengan di awali penyampaian Nota Pengantar Rancangan KUA dan PPAS APBD tahun Anggaran 2022 pada tanggal 30 Agustus 2021 yang lalu dan kesepakatan bersama KUA-PPAS tahun Anggaran 2022 tanggal 11 Oktober 2021.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Nota ranperda pada tanggal 8 November 2021, dan pembahasan bersama antara Badan Anggaran (Banggar), Komisi, TAPD, dan seluruh OPD.

“Alhamdulillah setelah melewati sejumlah tahapan tersebut pada hari ini telah dapat kita sepakati bersama,” kata Bupati.

Lebih lanjutnya, selaku kepala daerah mengucapkan terima kasih kepada seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan yang telah mencurahkan waktu dan pikiran secara intensif, guna membahas dan menyempurnakan Ranperda tentang APBD Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2022.

“Sebagai tindak lanjut dari penandatangan persetujuan bersama Ranperda APBD ini, saya perintahkan kepada seluruh tim Anggaran Pemda, untuk segera menyampaikan Rancangan ke Gubernur dalam rangka evaluasi paling lambat 3 hari kerja setelah penandatanganan berita acara kesepakatan bersama,” pungkas Bupati

Bupati Pesisir Selatan, Drs. Rusma Yul Anwar, M.Pd dan Wakil Bupati, Apt. Rudi Hariyansyah, S.Si menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2022, Jumat (26/11).

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Ermizen, S.Pd dengan Agenda Penandatangan Persetujuan Bersama Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 menjadi Peraturan Daerah.

DPRD Pessel

Dalam Sambutannya, Rusma Yul Anwar, menyampaikan proses penyusunan dan pembahasan ranperda tenyabg APBD Tahun 2022 telah dilaksanakan dengan di awali penyampaian Nota Pengantar Rancangan KUA dan PPAS APBD tahun Anggaran 2022 pada tanggal 30 Agustus 2021 yang lalu dan kesepakatan bersama KUA-PPAS tahun Anggaran 2022 tanggal 11 Oktober 2021.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Nota ranperda pada tanggal 8 November 2021, dan pembahasan bersama antara Badan Anggaran (Banggar), Komisi, TAPD, dan seluruh OPD.

“Alhamdulillah setelah melewati sejumlah tahapan tersebut pada hari ini telah dapat kita sepakati bersama,” tutur Bupati.

Lebih lanjutnya, selaku kepala daerah mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan yang telah mencurahkan waktu dan pikiran secara intensif, guna membahas dan menyempurnakan Ranperda tentang APBD Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2022.

“Sebagai tindaklanjut dari penandatangan persetujuan bersama Ranperda APBD ini, saya perintahkan kepada seluruh tim Anggaran Pemda, untuk segera menyampaikan Rancangan ke Gubernur dalam rangka evaluasi paling lambat 3 hari kerja setelah penandatanganan berita acara kesepakatan bersama,” tutup Bupati.(Kay)