Beranda blog Halaman 2

SoKlin Pewangi 2026 Gelar Flower Ride, Rayakan Kenyamanan Berkendara Tanpa Bau dan Gerah

0
SoKlin Pewangi
SoKlin Pewangi dari WINGS Group Indonesia menghadirkan pengalaman berbeda lewat “SoKlin Pewangi Ladies Flower Ride”, sebuah ajang riding santai yang diikuti ribuan pengendara perempuan dari berbagai komunitas di Jakarta.

Berdasarkan data Jakpat 2025, sebanyak 69% masyarakat Indonesia—termasuk para perempuan masih menjadikan sepeda motor sebagai moda transportasi utama. Aktivitas harian ini kerap diiringi tantangan: udara panas, polusi, hingga rasa gerah dan bau tak sedap yang menempel pada pakaian. Soklin Pewangi Flower Ride hadir sebagai ruang untuk merayakan semangat para riders perempuan sekaligus menunjukkan bahwa kenyamanan tetap bisa dijaga meski berkendara di cuaca yang tidak bersahabat.

Meliana Widodo, Head of Fabric Conditioner Category WINGS Group, mengatakan bahwa gelaran ini merupakan bentuk dukungan bagi perempuan Indonesia agar tetap percaya diri di tengah mobilitas tinggi. “Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa tetap segar dan nyaman saat berkendara, meski panasnya ekstrem,” ujarnya.

SoKlin Pewangi

Salah satu hal yang menjadi perhatian peserta adalah varian baru SoKlin Pewangi Tropical Summer, yang menawarkan sensasi adem dan aroma ringan bernuansa fruity–floral. Teknologi Anti Gerah dan Anti Bau yang disematkan pada produk tersebut membantu pakaian tetap nyaman dikenakan sepanjang hari sebuah kebutuhan yang sangat relevan bagi para pengendara motor.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran kreator konten dan anggota grup musik New Pusat Dunia, Luqman Hakim atau Kak Kev, yang ikut memimpin konvoi. Ia menilai kegiatan ini sangat dekat dengan keseharian para riders.

“Dengan aktivitas padat, penting banget bisa tetap merasa nyaman biar tetap percaya diri,” katanya.

SoKlin Pewangi

Dari sisi keselamatan, Maria Ulfa dari komunitas Ladies Scooter Jakarta juga berbagi tips berkendara untuk perempuan. Menurutnya, selain helm dan jaket yang memadai, memilih pakaian yang breathable serta pewangi pakaian yang membantu mengurangi gerah dan bau adalah bagian dari gaya berkendara yang lebih nyaman.

Lebih dari seribu peserta mengikuti konvoi yang dimulai dari kawasan Gelora Bung Karno, sebelum kemudian menikmati berbagai aktivitas interaktif seperti sesi mencelup kain dengan varian Tropical Summer. Penampilan dari Adrian Khalif ikut menambah nuansa santai dan menyenangkan sepanjang acara.

SoKlin Pewangi

Ke depannya, SoKlin Pewangi berencana terus mendukung gaya hidup aktif generasi muda dengan menghadirkan inovasi yang membuat aktivitas luar ruang terasa lebih nyaman. Melalui semangat “Wanginya On and On Menembus Batas”, brand ini ingin tetap hadir sebagai bagian dari keseharian perempuan yang bergerak bebas dan percaya diri.

 

Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Jadi Lahan Tumbuh Seniman Muda Indonesia

0
Seni Pertunjukan
Seni pertunjukan bukan sekadar tontonan, melainkan ruang hidup bagi gagasan, tubuh, suara, dan narasi yang terus berkembang seiring zaman. Di tengah dinamika tersebut, kebutuhan akan ruang yang mampu merawat proses kreatif sekaligus memperkuat fondasi profesional menjadi semakin krusial.

Menjawab hal itu, Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menghadirkan Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026, sebuah inisiatif yang menempatkan proses, eksplorasi, dan keberlanjutan sebagai inti utama.

Program ini menjadi kelanjutan dari inisiatif yang pernah berjalan pada 2016–2019, kini hadir dengan pendekatan yang lebih kontekstual terhadap lanskap seni pertunjukan hari ini di mana batas antara tradisi dan kontemporer semakin cair, dan kolaborasi lintas disiplin menjadi keniscayaan.

Seni Pertunjukan

Lebih dari sekadar program penciptaan karya, Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 dirancang sebagai ruang inkubasi: tempat ide bertumbuh, diuji, dipertajam, hingga menemukan bentuk artistik yang utuh. Di dalamnya, para pelaku seni tidak hanya diajak untuk mencipta, tetapi juga memahami aspek manajerial, membangun jejaring, hingga merancang strategi pertemuan karya dengan audiens secara lebih luas dan terstruktur.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya melahirkan karya, tetapi juga memperkuat cara berpikir dan cara kerja para pelaku seni pertunjukan—dari proses kreatif hingga distribusi karya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Tahun ini, program dibuka melalui rangkaian Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di empat kota—Kupang, Banjarmasin, Tasikmalaya, dan Lampung sebagai ruang dialog awal antara praktisi dan komunitas. Forum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka perspektif baru tentang bagaimana gagasan artistik dapat dikembangkan secara lebih matang dan relevan.

Seni Pertunjukan
(ki-ka) Nuya Susantono – Producer & Director Jakarta Movin, Rama Soeprapto – Creative Director & Musical Drama Theater Director, Billy Gamaliel, Community Development Manager Bakti Budaya Djarum Foundation

 

 

Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 terbuka bagi komunitas seni dari berbagai disiplin—tari, musik, teater, sastra, hingga pertunjukan kontemporer yang berakar pada nilai budaya dan kearifan lokal. Penekanan pada akar budaya ini menjadi penting, bukan sebagai batasan, melainkan sebagai sumber eksplorasi yang tak habis digali dalam konteks kekinian.

Dari ratusan proposal yang masuk, akan dipilih 13 karya terbaik untuk melalui proses pengembangan intensif, mulai dari workshop, mentoring, hingga produksi dan pementasan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Proses ini menempatkan perjalanan kreatif sebagai hal yang setara pentingnya dengan hasil akhir.

Kurasi program melibatkan nama-nama seperti Keni Soeriaatmadja dan Mitae Mita, yang dikenal aktif dalam pengembangan ekosistem seni pertunjukan. Sementara pada tahap akhir, penjurian akan menghadirkan perspektif artistik dan produksi dari Garin Nugroho dan Toto Arto dua figur yang telah lama berkontribusi dalam lanskap seni dan budaya Indonesia.

Seni Pertunjukan

Menurut Keni Soeriaatmadja, inisiatif seperti ini memiliki peran penting dalam merawat keberlanjutan ekosistem seni. “Yang menarik dari program ini adalah fokusnya tidak hanya pada hasil, tetapi juga pada proses bagaimana ruang belajar yang kritis, dialog yang terbuka, dan dokumentasi berjalan beriringan. Ini yang memperkaya perjalanan seni pertunjukan kita,” ungkapnya.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi karya-karya baru, tetapi juga menjadi ruang temu bagi ide, praktik, dan jaringan. Sebuah langkah penting untuk memastikan bahwa seni pertunjukan Indonesia tidak hanya terus hidup, tetapi juga tumbuh relevan, inklusif, dan berakar kuat pada identitasnya.

 

2 Film Horor Baru Indonesia Syuting di Jepang! “Jikobukken” & “The Scarecrow Valley” Siap Ganggu Pikiran Penonton

0
Film Horor
Foto: Eny
Industri film horor Indonesia kembali menggeliat dengan dua proyek ambisius: Jikobukken dan The Scarecrow Valley. Keduanya digarap dengan pendekatan berbeda bukan horor teriak-teriakan, melainkan horor psikologis yang sengaja dirancang untuk menghantui pikiran penonton jauh setelah film selesai.

Dua film horor ini disutradarai oleh Billy Christian dan diproduksi oleh Memento Works bersama Studio Emu, dengan seluruh proses syuting berlangsung di Jepang sealama 2 bulan dan akan mulai syuting pada 28 Mei 2026.

Horor yang “Mengendap”, Bukan Mengejutkan

Dalam peluncuran proyek di ONNI Garden House, Billy Christianmenegaskan bahwa kedua film horor ini tidak mengandalkan jumpscare murahan.

Film Horor
Foto: Eny

“Horor yang paling kuat itu yang tinggal di kepala penonton. Kami membangun rasa tidak nyaman secara perlahan,” ujarnya saat jumpa pers Project Launching & Cast Reveal di ONNI Garden House, Lebak Bulus Jakarta Selatan, Selasa (05/05/2026).

Yang membuatnya makin menarik, kedua film horor berada dalam satu semesta cerita (shared universe). Para pemain akan tampil di kedua film, namun dengan karakter berbeda yang tetap saling terhubung melalui benang merah bertema keluarga, kehilangan, dan konsekuensi.

Cast Bintang Muda: Tampil di Dua Film, Dua Karakter Berbeda

Deretan aktor muda yang terlibat antara lain:

      • Dimas Anggara
      • Vanesha Prescilla
      • Giulio Parengkuan
      • Yumi Kwandy

 

Film Horor
Foto: Eny

Yumi bahkan memerankan dua karakter sekaligus Mizuki dan Yoriko. Ia menyebut Yoriko bukan sekadar figur menyeramkan, tetapi sosok dengan latar emosional yang tragis.

“Dia itu sebenarnya kasihan… penuh tekanan dan penolakan,” kata Yumi.

Sementara itu, Vanesha tertarik karena film ini mengangkat psychological horror.

“Saya memang suka genre ini. Jadi tawaran ini seperti jawaban dari keinginan lama,” ujarnya.

Dimas Anggara mengungkap karakter Hilman dalam Jikobukken menyimpan kesepian mendalam di balik mimpinya soal keluarga.

Film Horor
Foto: Eny

Giulio menyebut tantangan terbesar adalah bermain dalam dua film satu semesta, tetapi dengan karakter sangat berbeda.

Syuting di Jepang: Biaya Tinggi & Tantangan Bahasa

Produser Andreas Sullivan mengungkap proses produksi di Jepang menantang dari sisi biaya dan logistik.

“Akomodasi, transportasi, hingga logistik semuanya besar. Kendala bahasa juga jadi perhatian utama.” kata Andreas Sullivan.

Film Horor
Foto: Eny

Tim penerjemah khusus pun disiapkan untuk memastikan komunikasi tetap mulus.

Lokasi Mencekam & Ratusan Boneka Manusia

Billy menyebut pencarian lokasi di Jepang menjadi kunci atmosfer film. Ia mencari tempat yang secara visual sudah menyeramkan, bahkan sebelum diberi sentuhan sinematik.

Untuk The Scarecrow Valley, tim produksi menyiapkan ratusan boneka seukuran manusia sebagai elemen set utama desa.

“Boneka-boneka ini bukan sekadar properti, tapi bagian dari cerita yang membangun ketidaknyamanan,” jelasnya.

Jikobukken sendiri terinspirasi dari istilah Jepang yang merujuk pada properti dengan riwayat tragedi, sementara The Scarecrow Valley mengusung nuansa folk horror dari desa terpencil dengan rahasia kelam.

Siap Jadi Horor Paling Mengganggu?

Dengan pendekatan yang mengutamakan trauma, relasi keluarga, dan konflik batin, dua film horor ini digadang-gadang menghadirkan pengalaman horor yang lebih emosional dan lebih mengusik.

“Kami ingin penonton bukan hanya takut, tapi benar-benar merasa terhubung dengan ceritanya.”tutup Billy. (EH).

 

Film Michael “Dicibir” Kritikus, Penonton Justru Memuja! Meledak Rp3,4 Triliun Indonesia Ikut Demam Nostalgia

0
Michael
Michael film biopik garapan Antoine Fuqua mengguncang Dunia perfilman global. Di satu sisi, film ini menuai kritik tajam dari pengamat, namun di sisi lain justru dielu-elukan penonton dan mencetak angka box office yang luar biasa.

Di Rotten Tomatoes, terjadi jurang penilaian yang mencolok. Skor kritikus bertahan di kisaran 35–40%, dengan catatan bahwa film ini dianggap terlalu “aman” dan menghindari sisi kontroversial kehidupan Michael Jackson. Namun publik berkata sebaliknya—skor audiens melonjak hingga 96%, menunjukkan penerimaan yang nyaris tanpa cela.

Secara bisnis, “Michael” tampil sebagai mesin uang berbasis nostalgia. Dalam tiga hari pertama penayangan global (24–26 April 2026), film ini meraup sekitar 217 juta dolar AS atau setara Rp3,4 triliun. Angka tersebut memecahkan rekor sebagai pembukaan terbesar untuk film biopik musik sepanjang masa, melampaui Bohemian Rhapsody hingga Oppenheimer.

Michael Jackson

Di Indonesia, gaungnya tak kalah besar. Sejak tayang pada 22 April 2026, film ini langsung diserbu penonton. Sejumlah jaringan bioskop melaporkan kursi penuh pada jam-jam primetime, dengan estimasi pendapatan domestik mencapai Rp25–30 miliar dalam waktu singkat. Antusiasme ini menegaskan bahwa nama Michael Jackson masih menjadi kekuatan ekonomi sekaligus emosional yang besar.

Bagi generasi lama, film ini terasa seperti konser yang tak pernah sempat mereka saksikan secara langsung.

Kekuatan emosional film ini juga ditopang oleh penampilan Jaafar Jackson. Sebagai keponakan Michael Jackson, ia dinilai bukan sekadar memerankan, tetapi menghadirkan kembali aura sang legenda—dari gestur, suara, hingga karisma panggung yang terasa autentik.

Michael

Di tengah perdebatan kritik, sejumlah musisi Indonesia justru menunjukkan dukungan penuh. Penyanyi Tompi, misalnya, mengungkapkan antusiasmenya secara spontan dan emosional usai menonton film ini.

“I LOVE this Movie!!! Jadi inget Glenn… @glennfredly309 … i wish u here bree. Bagian yang menggelitik dari film ini saat dia bilang ke bapaknya dia operasi hidungnya untuk sinusitisnya,” ujar Tompi.

Hal senada juga disampaikan Melly Goeslaw yang menikmati film ini layaknya pengalaman konser.

Michael

“Terserah lah kata kritikus film ini kurang, da kata saya mah BAGUS. Kepala sama kaki gerak terus sepanjang nonton. Harus nonton satu studio isinya temen semua jadi bisa tepuk tangan, teriak, ikutan nyanyi kayak nonton konser,” ungkap Melly. Ia juga memuji para pemeran utama, “@jaafarjackson dan @julianokrue, you all are amazing.”

Perbedaan tajam antara kritik dan respons penonton ini memperlihatkan satu hal: “Michael” mungkin bukan film biopik yang sempurna secara teknis, tetapi berhasil menyentuh sisi emosional yang paling dalam dari para penggemarnya.

Pada akhirnya, film ini membuktikan bahwa warisan Michael Jackson belum benar-benar pergi. Ia tetap hidup di layar lebar, di ingatan kolektif, dan dalam tepuk tangan panjang para penonton yang merindukannya.

Debut Meledak! Violinata 2026 Rilis “Misteri Cinta”, Lagu Cinta Paling ‘Ngena’ yang Lahir dari Pertemuan Tak Terduga

0
Violinata
Foto: Dok. CPM
Violinata penyanyi pendatang baru yang siap mencuri perhatian Industri musik Indonesia resmi debut lewat single “Misteri Cinta”, sebuah lagu pop-rock emosional yang langsung mencuri hati sejak pertama dengar. Di balik perilisannya, tersimpan kisah tak terduga yang justru jadi awal perjalanan kariernya.

Nama Violinata sendiri mulai dilirik sejak tampil di sebuah festival musik pada 2024. Namun siapa sangka, momen paling menentukan justru terjadi di balik panggung. Penampilannya sukses membuat produser sekaligus penulis lagu Fransiscus Eko langsung “mengejar” dirinya demi sebuah kolaborasi.

“Coach Eko sampai ngejar aku di pintu keluar cuma buat minta nomor WhatsApp,” ungkap Violinata. Dari situlah, lagu “Misteri Cinta” yang sebelumnya ‘tersimpan’ akhirnya menemukan pemilik suara yang tepat.

Violinata
Foto: Dok. CPM

Lagu ini mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang: cinta yang penuh teka-teki. Mulai dari rasa bahagia saat cinta terbalas, hingga perihnya perasaan yang tak terbalas. Emosi itu terasa kuat lewat karakter vokal Violinata yang sendu, namun tetap bertenaga.

Menariknya, di balik kedalaman emosinya, “Misteri Cinta” justru ditulis dalam waktu super singkat. “Ini termasuk lagu tercepat yang saya tulis, hanya dua jam. Emosinya langsung mengalir,” kata Fransiscus Eko.

Namun proses rekamannya tidak semudah itu. Violinata harus melewati tantangan besar, terutama saat menghadapi bagian nada rendah yang jauh dari zona nyaman suara soprannya. Proses produksi pun memakan waktu hingga enam bulan.

Violinata
Misteri Cinta Artwork

“Bagian rendahnya bikin aku harus ulang berkali-kali, tapi dari situ aku belajar banyak,” ujarnya.

Dari sisi musik, “Misteri Cinta” tampil beda. Aransemen rock-pop modern dengan nuansa “ngeband” membuat lagu ini terasa lebih hidup, sekaligus memperkuat identitas musikal Violinata. Liriknya pun terasa relatable, seolah mewakili perasaan banyak orang yang sedang berada di fase cinta penuh tanda tanya.

Di balik layar, single ini juga melibatkan nama-nama berpengalaman, termasuk M. Aditia Sahid (Acoy Rocker Kasarunk) sebagai music producer hingga almarhum Ian Rocker Kasarunk yang mengisi part drum yang menjadi karya terakhirnya sebelum berpulang.

Violinata
Foto: Dok. CPM

“Aku persembahkan lagu ini untuk Om Ian. Beliau rekaman dalam kondisi sakit, dan ini jadi lagu terakhirnya,” kenang Violinata.

Tak berhenti di satu lagu, perjalanan Violinata sudah disiapkan matang. Fransiscus Eko mengungkapkan bahwa lima single lanjutan telah dijadwalkan rilis setiap dua bulan, dengan target mini album di akhir tahun.

“Misteri Cinta” sendiri kini sudah tersedia di seluruh platform digital, lengkap dengan video musik yang bisa disaksikan di YouTube Cadaazz Pustaka Musik.

Lewat debut ini, Violinata seperti memberi pesan sederhana tapi kuat untuk para pendengarnya: cinta memang misteri tapi selalu layak untuk diperjuangkan. (EH)

Credit Title

Single : Misteri Cinta

Vocals : Violinata

Song & Lyric : Fransiscus Eko

Production by Cadaazz Pustaka Musik

Executive Producer : Fransiscus Eko

Producer : Fransiscus Eko

Music Producer: Fransiscus Eko & M. Aditia Sahid (Acoy Rocker Kasarunk)

Backing Vocals : Fransiscus Eko

Vocals Recorded at AFE Studio by Wahyudi

Music Recorded at Lancar Jaya Studio by M. Aditia Sahid (Acoy Rocker Kasarunk)

Guitar. Bass, Keys & recorded by M. Aditia Sahid (Acoy Rocker Kasarunk)

Drum by Christian Wibisono (Ian Rocker Kasarunk) at AFE Studio

Mixing & Mastering at Musicblast Studio by Bayu Randu

Original Published by Afe Publishing

Artwork, Logo Desain & Grafis by Fransiscus Eko

Video Musik:

Director / DOP / Editor: Feri Ferdiansyah

Asissten : Bimo

Cadaaz Pustaka Musik Crew:

Lydia Riantani

Kintan

Eny Handayanih

Qenny Alyano

Band Model:

Andita Handayani (Keyboard)

Tita Aprianita (Gitar)

Wiwin Nadillah (Bass)

Riesty Permata (Drum)

Make Up Artist:

Monete Leone Agustina

 

ZTE–XLSMART Resmikan Innovation Center di Jakarta, Akselerasi 5G-Advanced dan AI di Indonesia

0
ZTE
ZTE Corporation bersama XLSMART resmi meluncurkan Innovation Center di Jakarta, menandai langkah strategis dalam mempercepat adopsi teknologi 5G-Advanced (5G-A) dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Fasilitas ini diposisikan sebagai hub kolaboratif untuk menguji berbagai use case, sekaligus mengembangkan model bisnis baru berbasis konektivitas generasi berikutnya.

Berlokasi di The East Building, Kuningan, Jakarta Selatan, Innovation Center ZTE Corporation bersama XLSMART ini dirancang sebagai lingkungan uji coba (testbed) bagi pelaku industri, akademisi, hingga regulator untuk mengeksplorasi implementasi teknologi 5G-A dan AI dalam skala nyata. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjembatani gap antara inovasi teknologi dan kebutuhan pasar domestik yang semakin kompleks.

Secara teknis, pusat inovasi ZTE Corporation bersama XLSMART ini menampilkan sejumlah fokus utama. Di antaranya adalah optimasi jaringan berbasis AI yang memungkinkan sistem telekomunikasi menjadi lebih prediktif dan adaptif, peningkatan kapabilitas 5G-Advanced dengan latensi ultra-rendah, hingga pengembangan infrastruktur hemat energi yang mendukung efisiensi operasional operator. Selain itu, terdapat pula eksplorasi awal untuk teknologi masa depan yang akan menjadi fondasi konektivitas jangka panjang Indonesia.

ZTE

Shurish Subbramaniam, Director & Chief Technology Officer XLSMART, menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jaringan, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi baru. “Innovation Center ini menjadi platform penting untuk mendorong adopsi 5G-Advanced dan AI secara lebih cepat, sekaligus membuka peluang inovasi lintas sektor yang berdampak langsung pada daya saing digital Indonesia,” ujarnya.

Dari sisi global, ZTE melihat Indonesia sebagai pasar strategis dalam lanskap transformasi digital ASEAN. Senior Vice President ZTE, James Zhang, menyebut kolaborasi ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat ekosistem teknologi regional. Menurutnya, integrasi antara inovasi global dan pemahaman pasar lokal akan mempercepat pengembangan solusi yang lebih relevan dan berkelanjutan.

ZTE

Sementara itu, President Director ZTE Indonesia, Richard Liang, menambahkan bahwa Innovation Center ini akan menjadi katalis untuk memperdalam kemitraan jangka panjang antara ZTE dan XLSMART, sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di dalam negeri.

Peresmian fasilitas ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan pelaku industri, termasuk Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria serta perwakilan diplomatik dan bisnis dari Indonesia dan Tiongkok. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas negara dalam membangun fondasi digital yang kuat.

Dengan hadirnya Innovation Center ini, ZTE dan XLSMART berharap dapat mempercepat lahirnya berbagai aplikasi berbasis 5G-Advanced dan AI, mulai dari sektor industri, transportasi, hingga layanan publik. Inisiatif ini juga diharapkan menjadi referensi pengembangan teknologi telekomunikasi di kawasan ASEAN, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital global.

Shakira 2026 Rilis “Choka Choka”, Sajikan Energi Baru dengan Visual Musik yang Berani

0
Shakira
Shakira kembali mengguncang industri musik global lewat single terbarunya berjudul “Choka Choka” dan mengandeng superstar Brasil Anitta, sebuah lagu penuh ritme dinamis yang memadukan nuansa Latin, pop, dan sentuhan elektronik modern. Lagu ini langsung mencuri perhatian sejak hari pertama dirilis di berbagai platform streaming.

Tak hanya dari sisi audio, video musik “Choka Choka” juga menjadi sorotan utama. Shakira tampil dengan konsep visual yang berani, penuh warna, dan sarat simbolisme. Mengusung tema kebebasan dan ekspresi diri, video ini dipenuhi koreografi energik khasnya yang berpadu dengan sinematografi cepat dan artistik.

Shakira

Dalam video tersebut, Shakira terlihat mengeksplorasi berbagai set mulai dari latar urban futuristik hingga nuansa tropis yang eksotis. Permainan cahaya neon, kostum yang edgy, serta transisi visual yang dinamis memberikan kesan modern sekaligus memperkuat karakter lagu yang penuh semangat.

Beberapa pengamat musik menyebut bahwa video musik “Choka Choka” menjadi salah satu karya visual Shakira yang paling ekspresif dalam beberapa tahun terakhir.

Shakira

Koreografi yang intens dan kamera yang terus bergerak menciptakan pengalaman menonton yang imersif, seolah mengajak penonton ikut larut dalam energi lagu.

Respons penggemar pun terbilang sangat positif. Banyak yang memuji bagaimana Shakira tetap konsisten menghadirkan identitas Latin-nya, namun tetap relevan dengan tren global saat ini. “Choka Choka” dinilai sebagai bukti bahwa penyanyi ini masih menjadi salah satu ikon pop yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan ciri khasnya.

Shakira

Dengan rilisan ini, Shakira sekali lagi menegaskan posisinya sebagai artis global yang tak hanya kuat secara musikal, tetapi juga dalam menghadirkan visual yang ikonik dan berkesan.

BOOM! Michael Jackson Kalahkan Taylor Swift & Justin Bieber, Balik Jadi No.1 Dunia Gara-Gara Film “Michael”

0
Michael Jackson
Dunia musik global sedang dilanda “Michael Jackson Mania”! Secara mengejutkan, Michael kembali merebut posisi puncak sebagai artis No.1 dunia, mengungguli nama-nama raksasa seperti Taylor Swift dan Justin Bieber. Pemicunya? Film biopik Michael yang langsung meledak di box office.

Dirilis akhir April 2026, film Michael sukses mencetak rekor dengan pendapatan pembuka fantastis mencapai USD 217 juta. Angka ini bukan cuma besar ini jadi salah satu debut terbesar sepanjang sejarah film biografi musik. Efeknya langsung terasa: publik global kembali terobsesi dengan sosok “King of Pop” Michael Jackson.

Michael Jackson

Disutradarai Antoine Fuqua dan dibintangi Jaafar Jackson (keponakan Michael sendiri), film ini mengupas perjalanan hidup sang legenda dari nol hingga jadi ikon dunia. Penampilan Jaafar disebut-sebut “terlalu mirip untuk dipercaya”, bikin penonton merasa seperti melihat Michael hidup kembali di layar lebar.

Ledakan film ini langsung menghidupkan kembali katalog musiknya. Album Thriller (1982) tiba-tiba melonjak masuk Top 10 Billboard 200—sesuatu yang hampir tak terbayangkan di era sekarang. Lagu-lagu seperti “Billie Jean”, “Beat It”, hingga “Smooth Criminal” kembali viral dan mendominasi platform streaming.

Michael Jackson

Di Spotify dan Apple Music, jumlah pendengar Michael Jackson meroket tajam, bahkan melampaui artis-artis top masa kini.

Data industri menunjukkan ia kini memimpin total perolehan poin digital global bukti bahwa pengaruhnya belum tergantikan.

Michael Jackson

Satu hal jadi jelas: meski waktu terus berjalan, Michael Jackson belum selesai. Lewat Michael, sang legenda bukan cuma dikenang dia kembali berkuasa.

 

Proyek Fraksionasi Plasma RI Raih Penghargaan IJGlobal Awards 2025

0
Fraksionasi Plasma
Proyek fasilitas fraksionasi plasma pertama di Indonesia meraih penghargaan Social Infrastructure Deal of the Year, APAC dalam IJGlobal Awards 2025. Proyek ini dikembangkan melalui kemitraan Indonesia Investment Authority (INA) dan SK Plasma melalui PT SKPlasma Core Indonesia.

Penghargaan fraksionasi plasma tersebut diberikan kepada proyek infrastruktur yang dinilai memiliki dampak signifikan, inovasi, serta eksekusi yang kuat. IJGlobal menilai berbagai transaksi di sektor energi dan infrastruktur melalui panel independen.

Secara ekonomi, proyek fraksionasi plasma ini dinilai strategis karena berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Produk Obat Derivat Plasma (PODP), yang selama ini masih mendominasi pasokan dalam negeri. Fasilitas yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

 Fraksionasi Plasma

Setelah beroperasi, fasilitas Fraksionasi Plasma ini akan memproses plasma darah menjadi produk seperti imunoglobulin dan albumin, yang merupakan komponen penting dalam terapi medis. Produksi domestik diharapkan dapat menekan biaya impor sekaligus memperkuat rantai pasok sektor kesehatan nasional.

Dari sisi pembiayaan, proyek ini didukung pinjaman sindikasi senilai Rp3,7 triliun yang dipimpin PT Alo Bank Indonesia Tbk bersama PT Bank Mega Tbk. Pendanaan ini menjadi salah satu indikator kepercayaan sektor keuangan terhadap kelayakan proyek.

Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, mengatakan penghargaan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan jangka panjang. “Proyek Fraksionasi Plasma ini menunjukkan bagaimana kemitraan dapat diterjemahkan menjadi solusi yang layak secara investasi sekaligus memperkuat kapasitas sektor kesehatan,” ujarnya.

 Fraksionasi Plasma

Sementara itu, Presiden Direktur SK Plasma Core Indonesia, Hyunho (Ted) Roh, menilai pengembangan fasilitas ini akan berdampak pada pengurangan ketergantungan impor produk berbasis plasma. “Selama ini Indonesia masih bergantung pada impor untuk produk seperti albumin dan imunoglobulin. Produksi dalam negeri diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi pasien,” kata dia.

Dari sisi perbankan, Chief Wholesale dan Treasury Alo Bank, Yogi Bima Sakti, menyebut keterlibatan lembaga keuangan dalam proyek ini mencerminkan peran sektor finansial dalam pembiayaan infrastruktur sosial. “Pendanaan sindikasi ini menunjukkan bahwa proyek kesehatan juga memiliki nilai strategis dan layak secara komersial,” ujarnya.

Sejak diumumkan pada Desember 2024, proyek ini juga mencatat kemajuan dalam pengembangan produk turunan plasma berbasis donor dalam negeri serta pembangunan fasilitas produksi.

 Fraksionasi Plasma

Pengembangan fasilitas ini mencerminkan tren meningkatnya investasi pada infrastruktur kesehatan di Indonesia, khususnya yang berorientasi pada substitusi impor dan peningkatan kapasitas produksi domestik.

 

Lyodra Dalami Emosi Patah Hati di “Pura Pura”, Ballad Minimalis dengan Klimaks Vokal yang Menghantam

0
Lyodra
Lyodra kembali mempertegas pijakannya di ranah pop ballad lewat single terbaru “Pura Pura”, karya cipta Andmesh Kamaleng yang mengandalkan kekuatan lirik personal dan pendekatan aransemen yang cenderung minimalis namun efektif.

Sejak awal, “Pura Pura” langsung membangun atmosfer intim lewat permainan piano yang sederhana, memberi ruang luas bagi vokal Lyodra untuk menjadi pusat gravitasi lagu. Produksinya tidak berlebihan, justru menahan diri, sehingga setiap detail emosi terasa lebih terekspos. Struktur lagu pun dirancang bertahap, dari verse yang rapuh menuju chorus dengan intensitas yang semakin meningkat.

Di sinilah kekuatan utama Lyodra terasa. Ia tidak langsung “meledak”, tetapi memilih membangun tensi secara perlahan mengontrol vibrato, phrasing, dan dinamika napas hingga mencapai klimaks yang terasa earned, bukan dipaksakan. Transisi emosi dari ragu, kecewa, hingga penerimaan dibawakan dengan presisi interpretasi yang matang.

Lyodra

Secara lirik, “Pura Pura” bermain di tema yang sangat relatable: intuisi yang diabaikan dan kepercayaan yang berujung pengkhianatan. Penulisan Andmesh tetap sederhana, tanpa metafora berlapis, namun justru kuat karena langsung menyentuh pengalaman sehari-hari pendengar.

Sementara itu, music video “Pura Pura” mengambil pendekatan visual yang sejalan dengan karakter lagunya—tidak terlalu abstrak, tetapi fokus pada storytelling linear. Penyutradaraan memilih untuk menampilkan detail-detail kecil dalam relasi: tatapan yang berubah, gestur yang janggal, hingga momen konfrontasi yang menjadi titik balik. Editing-nya mengikuti dinamika musik, dengan pacing yang semakin cepat mendekati chorus akhir, memperkuat efek emosional secara keseluruhan.

Lyodra
Cover Artwork Pura Pura

Alih-alih mengandalkan twist besar, MV ini justru kuat karena konsistensinya dalam membangun suasana yang “dekat” dan mudah dikenali. Hasilnya, pengalaman audio dan visual terasa menyatu lagu tidak hanya didengar, tapi juga “terlihat”.

Dengan “Pura Pura”, Lyodra menunjukkan konsistensi artistiknya dalam memilih materi yang menuntut kedalaman interpretasi, sekaligus menjaga keseimbangan antara teknik vokal dan kejujuran emosi. Ini adalah rilisan yang mungkin tidak eksperimental, tetapi solid secara musikal dan efektif dalam menyampaikan rasa.

Lyodra

Single “Pura Pura” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital, lengkap dengan music video resminya di YouTube.