Beranda NASIONAL Peluang Kerja Bagi Sarjana IT di BUMN, Pendaftaran Ditutup 30 September

Peluang Kerja Bagi Sarjana IT di BUMN, Pendaftaran Ditutup 30 September

Peluang Kerja
Peluang kerja kini terbuka di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang peternakan ayam terintegrasi, yakni PT Berdikari (Persero).

Dilansir dari akun instagram resmi PT Berdikari (Persero), pada @berdikari.persero, diinformasikan bahwa saat ini PT Berdikari (Persero) sedang membuka peluang kerja terbaru untuk posisi Fullstack Developer.

Posisi ini terbuka bagi pelamar dengan kualifikasi pendidikan S1 IT. Berikut kualifikasi yang dibutuhkan oleh PT Berdikari (Persero):

Fullstack Developer

Kualifikasi yang dibutuhkan:

  • Pendidikan Minimal S1 IT
  • Berpengalaman sebagai Web Developer & Odoo Developer
  • Menguasai bahasa pemprograman PHP, Java Script, HTML, Python, Boostrap & Odoo Framework
  • Pengalaman dalam pengembangan website berbasis PHP, mahir menggunakan dan mengembangkan CMS wordpress & prestashop, pembuatan API & Odoo Development

Jika Anda berminat memanfaatkan peluang kerja ini dengan posisi yang ditawarkan oleh PT Berdikari (Persero), Anda dapat melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/RekrutmentBDK2, atau dapat scan QR Code yang ada pada unggahan akun Instagram PT Berdikari (Persero), pada https://www.instagram.com/p/CUJ8Nw7BPyV/?utm_source=ig_web_copy_link . Pendaftaran paling lambat pada tanggal 30 September 2021.

Ketentuan :

  • Kandidat yang dipanggil adalah yang baik
  • Rekrutmen tidak dipungut biaya
  • Pengumuman tiap tahap hanya melalui email rekrutmen@berdikari-persero.co.id

PT Berdikari (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang peternakan ayam terintegrasi. PT Berdikari (Persero) pertama kali didirikan sejak tahun 1966.

Perusahaan plat merah satu terus berkomitmen untuk tumbuh menjadi perusahaan yang unggul khususnya dalam bidang peternakan ayam terintegrasi.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaApi Mengamuk di Pasar Kambang, 15 Bangunan Jadi Arang
Artikel berikutnyaKebijakan Anies Baswedan Disebut APRINDO Jadi Penyebab Ribuan Industri Ritel Tumbang