Polisi Selidiki Kematian Tragis Bocah 8 Tahun di Kamar Kos Penjaringan

Indeks News – Polisi tengah menyelidiki kematian tragis bocah perempuan berinisial AR (8) yang ditemukan membusuk di sebuah kamar kos di Jalan Arwana Raya, Penjaringan, Jakarta Utara.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan ceceran darah kering di lantai kamar lantai tiga. Berdasarkan analisis awal Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar lima hari sebelum ditemukan.

Salah satu saksi utama yang dimintai keterangan adalah ayah kandung korban, S (42). Ia mengaku mendapati putrinya dalam kondisi murung saat terakhir kali bertemu. Sang ayah juga sempat melihat lebam kebiruan di sekitar mata AR.

Namun ketika ditanya, bocah itu hanya diam. Kepada ayahnya, ibu korban yang berinisial MKR (35) berdalih bahwa luka tersebut akibat jatuh dari motor.

“Keterangan dari ayah korban menyebutkan ada lebam di mata. Selain itu, sejumlah saksi di sekitar lokasi, seperti penjual kopi, penjual nasi, hingga petugas keamanan lingkungan, mengaku sering melihat wajah korban penuh lebam,” ujar Kanit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara, AKP I Gede Gustiyana, Rabu (1/10/2025).

Tak hanya lebam, beberapa saksi juga menyebutkan bahwa leher korban terlihat memiliki luka gores mirip cakaran. Sejumlah warga yang tinggal di kontrakan yang sama mengatakan hampir setiap dini hari terdengar tangisan korban.

“Salah satu saksi bahkan pernah memukul tembok kamar kos korban karena tidak tega mendengar tangisannya terus-menerus,” imbuh Gustiyana.

Dari keterangan polisi, orang tua korban diketahui telah berpisah sejak empat bulan lalu. AR tinggal bersama ibunya yang ternyata merupakan pemilik kontrakan tempat kejadian.

Sang ayah mengaku datang ke lokasi karena rindu pada anaknya setelah beberapa kali mencoba menghubungi mantan istrinya namun tidak mendapat respons.

“Sesampainya di lokasi bersama warga, barulah diketahui ada mayat di dalam kamar. Lalu dilaporkan ke petugas keamanan dan Bhabinkamtibmas,” jelas Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agus Ady Wijaya.

Saat jasad ditemukan, ibu korban tidak berada di lokasi. Polisi kini tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar kos untuk memastikan keberadaan MKR pada saat kejadian.

Dugaan tindak kekerasan terhadap anak semakin menguat seiring banyaknya kesaksian yang menyebut kondisi korban kerap penuh luka sebelum meninggal.

“Kami masih mencari bukti tambahan melalui rekaman CCTV untuk mencocokkan dengan keterangan para saksi,” kata AKBP Agus.

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dan masih menunggu hasil autopsi lengkap untuk memastikan penyebab kematian AR.

Kasus ini pun memicu keprihatinan publik dan mendesak aparat agar segera mengungkap apakah korban meninggal karena kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekatnya.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses