Jakarta, Indeks News – Tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum menunjukkan perubahan menarik di akhir 2025. Berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia, Kejaksaan Agung tercatat sebagai lembaga yang paling dipercaya publik, melampaui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Data survei menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap Kejaksaan Agung mencapai 76 persen, terdiri dari 10 persen sangat percaya dan 66 persen cukup percaya.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai tingginya kepercayaan terhadap Kejaksaan mencerminkan apresiasi publik terhadap keberanian lembaga tersebut dalam mengusut kasus-kasus besar, terutama korupsi kelas kakap.
“Kejaksaan berhasil mengkapitalisasi penanganan kasus-kasus korupsi. Publik melihat Kejaksaan tidak tebang pilih dan berani membongkar kejahatan kerah putih dengan kerugian negara yang fantastis,” ujar Burhanuddin saat menyampaikan hasil survei bertajuk “Evaluasi Publik Atas Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran” secara virtual, Sabtu (8/11/2025).
Sementara itu, KPK mencatat total kepercayaan publik sebesar 70 persen, terdiri dari 11 persen sangat percaya dan 59 persen cukup percaya. Adapun Polri berada di posisi berikutnya dengan 66 persen tingkat kepercayaan (11 persen sangat percaya dan 55 persen cukup percaya).
Survei Indikator ini dilakukan secara tatap muka pada 20–27 Oktober 2025, melibatkan 1.220 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa Kejagung saat ini menjadi lembaga penegak hukum paling dipercaya publik, setelah beberapa waktu terakhir aktif menangani berbagai perkara besar yang menarik perhatian masyarakat.
Kepercayaan tinggi terhadap Kejaksaan juga dianggap sebagai indikator meningkatnya optimisme publik terhadap penegakan hukum di era pemerintahan Prabowo–Gibran, meski lembaga lain seperti KPK dan Polri tetap memiliki dukungan signifikan.




