Santri Ditemukan Meninggal Dunia dalam Posisi Sujud di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

Indeks News – Duka mendalam menyelimuti proses evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo. Di tengah puing beton dan kerja keras tim SAR, sebuah pemandangan menggetarkan hati terekam saat seorang santri ditemukan meninggal dunia dalam posisi sujud.

Seorang santri tanpa identitas itu ditemukan di zona A1, dekat pintu masuk bangunan, tepat di sebelah Syahlendra Haical (13) atau Haikal santri yang berhasil selamat. Posisi sujud sang korban membuat suasana evakuasi mendadak hening.

Para petugas bahkan sempat berhenti sesaat sebelum melanjutkan proses penarikan tubuh dari sela-sela reruntuhan. Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, membenarkan temuan tersebut.

“Itu korban yang tadi (sore). Yang hitam, yang posisinya sebelahan sama Haikal. Tadinya kami mau ambil itu dulu, tapi aksesnya tidak memungkinkan. Akhirnya kami tarik yang satunya,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Tak lama setelah korban dalam posisi sujud itu dievakuasi sebagai santri ke-12, tim SAR berhasil mengangkat Haikal pada pukul 15.22 WIB dalam kondisi selamat. Ia langsung dilarikan ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hingga Rabu malam, tujuh orang berhasil dievakuasi dari reruntuhan. Dua di antaranya ditemukan meninggal dunia. Proses evakuasi terus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi karena masih ada titik-titik lokasi yang diperkirakan menyimpan korban.

Kasubdit RPDO Basarnas, Emi Freezer, menyebut ada 15 titik pencarian yang menjadi fokus tim SAR. “Dari 15 titik itu, delapan berstatus hitam, tujuh merah,” jelasnya.

Status hitam diberikan kepada korban yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, sedangkan merah berarti korban masih dapat merespons suara atau rasa sakit.

Namun, delapan titik berstatus hitam itu sulit dijangkau karena posisi korban berada tepat di bawah tiang atau kolom bangunan.

“Dua di antaranya berdampingan di titik A1, posisinya sujud, tertindis balok,” tambah Freezer.

Sementara itu, proses identifikasi korban meninggal dunia juga masih berlangsung. Dari lima jenazah yang ditemukan, empat telah berhasil dikenali dan diserahkan kepada keluarga. Satu jenazah masih menjalani pencocokan data medis dan barang pribadi.

Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr. Adam Bimantoro, menegaskan bahwa ketepatan lebih diutamakan dibanding kecepatan.

“Kami mohon waktu kepada keluarga korban. Identifikasi tidak boleh keliru. Jangan sampai salah diserahkan kepada keluarga yang bukan haknya,” tegasnya di RSI Siti Hajar, Kamis (2/10/2025).

Berikut identitas empat korban santri yang telah terverifikasi:

1. Maulana Alfan Ibrahimavic (13) – Warga Kalianyar Kulon, Surabaya. Teridentifikasi melalui visual medis dan barang kepemilikan.

2. Muhammad Masudulat (14) – Asal Dukuh Pakis, Surabaya. Dikenali berdasarkan visual medis serta properti pribadi.

3. Muhammad Soleh (22) Warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Identifikasi mengandalkan data medis dan barang korban.

4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17) – Warga Putat Jaya, Surabaya. Diidentifikasi melalui sidik jari, gigi, dan data medis.

Tragedi runtuhnya Ponpes Al Khoziny bukan hanya soal bangunan yang roboh, tetapi juga menyisakan kisah-kisah haru tentang ketabahan, perjuangan penyelamatan, dan doa yang tak pernah putus. Hingga kini, tim SAR masih bekerja tanpa henti, berharap setiap korban dapat ditemukan hidup ataupun gugur dalam keadaan mulia.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses