Beranda PERISTIWA Sungai Kumuh Aliri Kawasan Elite Jakarta Akibat Banjir

Sungai Kumuh Aliri Kawasan Elite Jakarta Akibat Banjir

Sungai Kumuh
Banjir tahun ini mengenangi Jakarta merupakan banjir terparah. Bahkan sungai kumuh mengaliri beberapa kawasan tak terkecuali kawasan elite Kemang, Jakarta Selatan.

Jalan Kemang Raya tak hanya sekedar terendam banjir pada Sabtu (20/2). Ruas jalan dialiri sungai kumuh mencapai sepanjang 300 meter.

Memang, daerah yang dipenuhi hotel dan restoran mewah itu sudah menjadi langganan banjir tiap tahun. Namun banjir tahun ini disebut menjadi yang paling parah.

Tinggi banjir bervariasi, namun paling dalam diperkirakan mencapai dua meter. Bangunan di ruas jalan itu ikut terendam banjir, mulai dari bank, minimarket, apartemen, hingga hotel dan restoran mewah.

Sejumlah pegawai dan warga terjebak dan harus menunggu perahu karet untuk melintas untuk keluar dari lokasi banjir.

Puluhan mobil mewah, mulai dari Toyota Alphard hingga Mercedes Benz.juga ikut terendam, baik yang ada di pinggir jalan maupun yang terdapat di area parkir. Puluhan mobil itu dievakuasi satu per satu dengan ditarik menggunakan mobil Offroad.

Sejumlah tamu hotel mewah di Jalan Kemang Raya pun turut menjadi korban banjir dan dievakuasi petugas menggunakan perahu karet. Sebuah apartemen yang juga terendam banjir mengerahkan petugas dengan perahu karet.

Salah satu pegawai apartemen bernama Jamal menyebut perahu karet itu disiapkan karena apartemen tempatnya bekerja memang kerap dilanda banjir setiap tahunnya. Namun, ia menyebut banjir tahun ini adalah yang terparah karena jalanan berubah menjadi sungai kumuh.

Jamal yang sudah bekerja selama sepuluh tahun di apartemen itu, mengaku baru kali ini air begitu tinggi sampai menggenangi basement dan lobi. “Biasanya hanya di jalan, paling masuk sedikit ke luar lobi. Sekarang sampai masuk ke dalam lobi dan basement,” kata Jamal.

Sementara itu, banjir yang hampir tiap tahunnya melanda kawasan Kemang ini dinilai merupakan imbas dari permasalahan tata ruang. Kawasan itu mengalami pembangunan pesat, namun tak sesuai tata ruang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah buka suara menyebut banjir yang menggenangi sejumlah titik di Jakarta, termasuk di Kemang yang telah berubah menjadi sungai kumuh , merupakan imbas dari luapan kali Krukut. Menurut Anies, kali itu meluap karena air kiriman dari Depok.