Thailand Beli Rudal Barak MX Israel Setelah Konflik Memanas dengan Kamboja

Indeks News – Thailand resmi membeli sistem rudal pertahanan udara Barak MX dari Israel sebagai langkah strategis memperkuat keamanan wilayah udara setelah meningkatnya ketegangan regional, termasuk konflik perbatasan dengan Kamboja pada tahun ini.

Kesepakatan ini menandai kontrak besar antara Israel Aerospace Industries (IAI) dan Angkatan Udara Kerajaan Thailand (Royal Thai Air Force/RTAF).

Akuisisi tersebut menjadi pengadaan sistem pertahanan udara jarak menengah terbesar Thailand dalam lebih dari dua dekade.

Presiden dan CEO IAI, Boaz Levy, menyebut kerja sama ini sebagai pencapaian penting Israel di kawasan Asia Tenggara.

Ia menekankan bahwa pemilihan Barak MX dilakukan setelah memenuhi dan melampaui persyaratan ketat RTAF.

“Barak MX dipilih karena mampu memenuhi dan melebihi kebutuhan operasional Angkatan Udara Thailand, termasuk kemampuan jaringan canggih dan interoperabilitas dengan sistem komando dan pengendalian lokal,” ujar Levy seperti dikutip Jerusalem Post.

Ia menambahkan bahwa IAI bangga dapat memperluas kerja sama pertahanan dengan Thailand guna memperkuat arsitektur pertahanan udara negara tersebut.

Paket pertahanan Barak MX yang dibeli Thailand mencakup: Unit komando dan kendali (C2), Radar multi-misi, Peluncur rudal permukaan-ke-udara, Kendaraan pengisi ulang rudal dan Kendaraan pendukung logistic.

Seluruh komponen dipasang pada platform bergerak agar dapat dikerahkan dengan cepat dalam situasi darurat dan menjaga kesiapan operasional di lapangan.

Sistem Barak MX sudah digunakan sejumlah negara seperti: India, Azerbaijan, Slovenia dan Siprus.

Sistem ini dikenal dengan desain multi-lapis dan multi-misi, mampu memilih metode penargetan paling efektif melalui konfigurasi berbasis jaringan.

Menurut IAI, mekanisme ini dapat mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan efektivitas di medan perang.

Dalam implementasinya, IAI menggandeng Thai Aviation Industries (TAI) untuk pemeliharaan serta layanan teknis jangka panjang.

Laporan Asian Military Review menyebut fase pertama proyek mencakup pengadaan satu baterai peluncur Barak MX yang akan ditempatkan di Resimen Anti-pesawat Komando Pasukan Keamanan.

RTAF dalam keterangannya menyebut peningkatan kemampuan pertahanan udara adalah kebutuhan mendesak.

“Angkatan udara harus siap menghadapi ancaman masa depan dengan mengakuisisi sistem senjata modern. Kapabilitas yang ada saat ini belum cukup untuk menangani ancaman yang berkembang,” tulis RTAF.

Sebelumnya, Thailand mengandalkan sistem jarak pendek seperti: Vulcan Air Defense System (VADS), M163/M167, MANPADS FIM-92 Stinger

Dengan nilai kontrak sekitar 3,44 miliar baht atau Rp1,8 triliun, Barak MX mampu menghadapi berbagai ancaman modern seperti UAV, pesawat tempur, rudal jelajah, hingga rudal balistik taktis dengan jangkauan hingga 150 km.

Thailand telah menggunakan teknologi pertahanan Israel sejak 1970-an. Kerja sama kedua negara terus berkembang, termasuk transfer pengetahuan untuk produksi sejumlah sistem senjata secara lokal.

Barak-8, yang menjadi basis pengembangan Barak MX, dikembangkan bersama oleh IAI, Kementerian Pertahanan India (DRDO), angkatan laut kedua negara, ELTA Group, RAFAEL, serta berbagai industri lokal.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses