23 Saksi Kasus Dokter Mawartih di Papua Diperiksa

- Advertisement -
Dokter spesialis paru-paru, Mawartih Susanty, ditemukan tewas di rumah dinasnya di Nabire, Papua Tengah, pada Kamis (9/3) lalu. Ada kejanggalan, Dokter Mawartih ditemukan meninggal dalam kondisi mulut berbusa, badan penuh lebam, bahkan tulang rusuk patah.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, tengah mendalami penyebab kematian Dokter Mawartih. Penyidik telah melakukan olah TKP.

“Sedang dalam penyelidikan, sudah olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Benny lewat keterangannya, Selasa (14/3).

Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya menyebut, sejauh ini pihaknya telah memeriksa 23 saksi. Namun, dia enggan membeberkan saksi tersebut.

“Ada 23 saksi yang telah dimintai keterangan, sudah ada beberapa bukti petunjuk untuk kita teliti secara detail guna mengungkap suatu kasus tindak pidana,” ujarnya, dikutip dari kumparan.

Selain itu, Suarnaya menuturkan, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah bukti ke laboratorium forensik.

“Ada beberapa bukti yang ditemukan di sekitaran TKP untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik,” tutupnya.

Sebelumnya, Ibu Mawartih, Martawara, sangat terpukul dengan kepergian anak ketiganya dari lima bersaudara itu. Menurutnya, kematian dari anaknya janggal.

“Badannya lebam-lebam, tulang rusuk dan pergelangan tangan diduga patah,” kata Martawara kepada kumparan, Selasa (14/3)

Dokter Mawartih telah berdinas di tanah Papua selama 6 tahun terakhir. Selama ini, kata Martawara, anaknya tak pernah mengeluh atau punya masalah sehingga kematian itu amat mengagetkan.

Padahal, tahun ini seharusnya menjadi tahun terakhir Mawartih bekerja di RSUD Nabire. Ia mau pindah ke RSUD Tangerang, kini tinggal menunggu penggantinya datang.

“Sudah mau pindah ke Tangerang. Kan hari Kamis itu ditemukan meninggal, padahal rencana besoknya (Jumat), sudah terbang ke Jakarta,” ungkapnya.

Trending Topic

Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Iklan

Hot News

Game

PENTING UNTUK DIBACA